Cerita Sex Si Hilda Keenakan Ngentot

No comment 4032 views

Doyanbokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Ngentot, Sex Nyata “Cerita Sex Si Hilda Keenakan Ngentot”, Foto Sex tante,abg,bispak,stw,pelajar hot Terbaru 2016

Si Hilda Keenakan Ngentot

Cerita Sex Si Hilda Keenakan Ngentot

Cerita sex terbaru ini kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Hilda, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat sexy karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.
Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tdk kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami.

Cerita Ngentot | Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membaygkan yg melakukan hal ini dengan batang kemaluan yg besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit.

Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum.
Sementara saya juga tdk terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tdk menyeleweng, tapi yg terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.
Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yg tdk berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Hilda belum puas, katanya merengek.
“Habis aku lagi capai sih..” kataku.
“Ah, gitu terus alasannya..” katanya.
“Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tdk fit”, kataku.
“Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digeraygin sama cowok lain! Aku pengen gituan yg hot yg lama 2 jam dan batang kemaluannya gede”, kata Hilda.
“Enak kali ya.. sama bule”, katanya menyambung.
“Memang kamu berani Hil..” kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
“Yaa, iyalah.. tapi aku kan tdk enak sama kamu”, katanya.
“Memang kamu pengen batang kemaluan yg gede dan yg hot?” tanyaku.
“Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tdk full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu!” katanya.
“Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tdk pusing”.
Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.
Baca cerita sex lainya di www.majalahlendir.com
Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yg montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yg telah mengeras.
“Akkhh..” desah Hilda keenakan.
“Mhh.. enak Hil..” tanyaku.
“Iyyaa..” desahnya keenakan.
Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
“Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yg gede Ndii..” Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
“Yg lamaa.. yg hot.. akhh..” desah dia keenakan.
Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya,
“Kamu mau sama yg gede kayak bule Hil..?” tanyaku.
“Mauu..” desahnya sambil badannya bergetar.
Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
“Kamu pengen yg hot yaa?” tanyaku lagi.
“Akhh.. aahh iyaa..” katanya.
“Ya sudah kamu cari aja..” kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.
Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Hilda, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Hilda tdk tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yg mengeras dan bulu-bulu halus yg terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Hilda dan melihat ke dalam sambil berbicara,
“Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf..” katanya sambil terbelalak matanya.
Dia kaget melihat posisi Hilda terlihat buah dadanya yg putih mulus keluar dengan puting yg telah mengeras dan bulu halus kemaluan Hilda terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.
Hilda tdk kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.
“Kok kamu tdk bilang kalau ada orang sih..” wajahnya merah karena malu.
“Sudah tdk apa-apa..” kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya,
“Maaf, ini pacar saya. Apa yg bisa saya bantu”.
Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Hilda dia bilang,
“Mobil saya rusak dan tdk ada bantuan, kata si bule. Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini”, katanya lagi.
“Ya sudah, anda masuk saja ke belakang”, kataku.
“Ooh ya, terima kasih..” katanya sambil melirik ke arah Hilda.
Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Hilda masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes,
“Aku kan malu..” katanya.
“Katanya pengen bule”, kataku berbisik.
“Tapi kan tdk begini dong..” katanya merajuk.
Kulihat dia tdk marah berarti dia juga kemungkinan suka.
“Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman,
“Dan ini Hilda..”
Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang,
“Kamu punya body bagus Hil..”
Hilda mencubit pahaku,
“Aku kan maluu..”
Terus aku bilang,
“Katanya kamu pengen tahu Hil, gedenya seberapa”, kataku.
“Yaa, aku kan cuma..” kata dia tdk meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.
“Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja”, katanya sambil tersenyum.
“Tdk apa-apa kok..” kata si bule.
Aku yg sudah penasaran sejak tadi oleh keinHildan Hilda terus menimpali,
“Ya sudah Hil.. kamu ke belakang saja Hil.”. kataku.
“Aakhh, tdk ahh. Gila kali..” kata Hilda tersenyum.
“Ya tdk, kan cuma lihat saja biar kamu tdk penasaran”, kataku.
Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tdk jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.
“Kalau kamu penasaran ya lihat saja”, katanya tersenyum.
Karena terus diajak bicara dan Hilda antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
“Lihat saja yaa..” kata Hilda tersenyum malu.
Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Hilda yg duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yg besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Hilda.
Hilda melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yg besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.
“Kamu lihat ini dan pegang saja!” kata Chal.
“Wihh takut akhh..” desah Hilda dengan suara serak.
“Tdk apa-apa biar kamu tdk penasaran lag”i, kata Chal.
Hilda terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Hilda perlahan, karena Hilda diam saja maka wajah Hilda dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Hilda dengan perlahan dan perlahan kulihat Hilda membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.
“Emmhh..” desah Hilda perlahan.
“Kamu suka Hil.”. bisik Chal di kuping Hilda.
Melihat reaksi positif dari Hilda, tangan kiri Hilda diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yg telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yg ditutupi rambut kemaluan. Hilda mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tdk dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Hilda penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah,
“Aakkhh gedee bangeet..” desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.
Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Hilda berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tdk tahan keenakan.
Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Hilda menuruti permintaan Chal dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Hilda. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.
Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.
Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Hilda terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Hilda dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Hilda, karena Hilda belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Hilda yg ternyata telah mengeras dan menonjol.
“Akhh enak Chal..” desah Hilda menggelinjang.
Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Hilda dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Hilda sambil terus meremas perlahan. Puting Hilda dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga,
“Akhh.. uuff..” erang Hilda keenakan.
Wajah Hilda sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yg besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tdk tahan karena rangsangan yg ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.
“Ooohh.. Anndii..” desahnya keenakan lupa kalau yg sedang bersamanya itu si Chal.
Tangan kanan Hilda menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tdk beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.
Chal menyadari yg diminta Hilda dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Hilda dan menarik ke bawah reitsleting celana Hilda. Tahu atau pura-pura tdk tahu Hilda membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Hilda tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Hilda yg berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Hilda di atas dengkul Hilda sedikit. Tersembul sudah batang paha Hilda yg putih mulus dan gundukan kemaluan Hilda yg ditutupi oleh rambut kemaluannya yg halus berwarna hitam ikal.
“Kamu mulus sekali Hill..” bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Hilda.
“Ahh kamuu..” Hilda tersenyum keenakan dan mata memerah.
Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yg telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Hilda hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Hilda yg ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yg khas dari kemaluan Hilda. Mereka benar-benar telah tdk memperhatikanku yg membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yg sudah seperti orang kepanasan.
Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.
“Saya suka sekali wanita Indonesia..” desah Chal.
“Wanginya sangat enak sekali”, kata Chal sambil mendesah.
“Emmhh..” desah Hilda sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan.
Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Hilda sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yg membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang.
Tangan Hilda sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadang-kadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Hilda, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Hilda, sementara itu mulutnya menghisap puting Hilda yg telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Hilda atau mengulum bibir Hilda dengan emosi yg teratur.
Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Hilda sementara baju Hilda telah terlepas membuat dia leluasa menggeraygi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Hilda tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Hilda yg telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yg eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digeraygi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tdk cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Pembalasan Dendam Karina

Sungguh sensasi luar biasa. Hilda sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yg putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Hilda telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Hilda dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Hilda tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Hilda yg telah terpampang dengan pasrah. Sementara Hilda telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.
Chal melihat Hilda sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Hilda. Dia berlutut di depan Hilda yg telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Hilda yg mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yg telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yg sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.
Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yg panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Hilda yg telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yg terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Hilda.
“Takuut..” erang Hilda.
“Tdk apa-apa.. sakitnya hanya sebentar”, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Hilda.
“Tapi aku takut tdk muaat.. nanti kemaluanku robeek..” kata Hilda sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yg benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.
“Kamu harus mencobanya Hill..” pelan-pelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Hilda yg telah terbuka sedikit akibat jari-jari Chal yg terus membelai belahan kemaluan Hilda.
Rupanya Hilda benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yg ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yg agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.
“Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau..” kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Hilda.
Hilda yg keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Hilda melihat batang kemaluan Chal yg besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Hilda yg telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Hilda sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Hilda, Hilda merasa dengan posisi yg aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.
“Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh..” erang Hilda.
“Uuuff..” desah Chal keenakan.
“Yaa enakk Hil..” kata Chal.
“Teruss digeseek dan ditekan Chal..” pinta Hilda.
“Ya sayang..” kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Hilda.
Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tdk.
“Tekan teruuss Chal..” erang Hilda yg makin lama semakin keenakan.
“Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk..” desah Hilda dengan suara yg telah parau.
Posisi kaki Hilda telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Hilda. Kulihat kemaluan Hilda telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yg terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Hilda, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yg menggeser belahan bibir kemaluan Hilda dengan sedikit tekanan yg terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Hilda yg telah terbuka.
“Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh”, desah Hilda sementara tangan Hilda telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Hilda membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yg terus berusaha mendobrak klitoris Hilda.
“Emh.. uff..” erang Chal menahan sesuatu.
Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Hilda tapi kerena Hilda tdk mengatakannya dia berusaha menahan keinHildannya yg telah di kepalanya.
“Chal.. Chal.. eeng..” Hilda bergumam, aku tahu kalau Hilda telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu.
Terlihat tangan Hilda gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Hilda. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Hilda mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Hilda yg terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Hilda sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang,
“Ahhkk.. sakiitt.. ahh..” Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yg telah terbenam di dalam kemaluan Hilda.
Dia melihat Hilda dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.
“Hildaii.. Hildaiii.. akhh”, desah Chal meminta kepastian kesiapan Hilda apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Hilda.
Tapi Hilda sudah tdk dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.
“Ekhh.. akkhh.. oohkk”, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya.
Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Hilda dengan kepala batang kemaluannya yg besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Hilda mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yg mengerang kesakitan.
“Uuff.. uff.. uuff..” desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya.
Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Hilda berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan.
“Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg..” Hilda mencengkeram pantat Chal kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan,
“Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak..” erang Hilda kelonjotan dan bergetar seluruh badan Hilda di dalam pelukan Chal.
Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Hilda yg terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.
“Kamuu.. keluar Hilll.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh..” desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
“Eeennakk.. oohh akuu.. puaass”, Hilda terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya.
Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yg dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Hilda dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Hilda terus menerus.
“Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh..” Hilda tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya.
Chal melihat Hilda tersenyum dan ikut tersenyum puas.
“Kamu puass.. Hill.. enak.. kan.”. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
“Biar kamuu.. puaas hilll..” kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Hilda.
Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Hilda terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yg terjepit di lubang kemaluan Hilda.
“Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Hill.. untuk masuk..” Chal penasaran sekali dengan kemaluan Hilda yg terlalu sempit.
Gila memang, batang kemaluan Chal yg besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Hilda, posisi Hilda sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.
Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yg besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Hilda, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Hilda terus mengeluarkan cairan yg membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Hilda.
“Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayg.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot..” Hilda kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Hilda.
Tangan Hilda terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.
“Kamuu kuat.. Hildai.. kemaluan kamu masih sempit.. sayg.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak..” Chal tersenyum melihat Hilda merem-melek keenakan.
Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Hilda setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.
Gila, Hilda sudah tdk sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan.
Sementara nafasnya terdengar tdk beraturan yg ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.
Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Hilda yg tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Hilda, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Hilda yg sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Hilda tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.
“Kamuu berbalik Hilda..” desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Hilda mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yg disukai bule dan tentunya kami juga.
Melihat bibir kemaluan Hilda dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Hilda yg telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya.
Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Hilda setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Hilda dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Hilda dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Hilda yg berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Hilda dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Hilda.
“Aahh.. ennaak.. Chal..” desah Hilda terpejam.
“Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal..” setelah delapan gesekan naik turun Hilda mendesah.
“Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yg enak.. aahhk”, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Hilda.
Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Hilda.
“Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak!” Chal terlihat mengeram dengan nafas yg memburu begitu juga Hilda.
“Ookk.. yak.. yak..” Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Hilda untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yg menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Hilda.
“Hee.. aakhh.. okh.”. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Hilda terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Hilda.
“Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus..” erang Hilda.
Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.
“Hildaiii.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Hill.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh..” Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Hilda.
Sementara Hilda hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.
“Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak..” erang Hilda terpejam.
Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Hilda, keringatnya telah menetes ke punggung Hilda. Sementara punggung Hilda telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Hilda dua di leher belakang Hilda. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Hilda dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Hilda benar-benar sudah lemas dan tdk bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.
“Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal..” pinta Hilda memelas.
“Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Hill.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Hill..” Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Hilda dengan paha Hilda dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Hilda yg mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.
“Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak..” Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Hilda dan mulutnya mencium bibir Hilda yg telah terkulai lemas di jok mobilku.
Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Hilda dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Hilda terlihat masih berada di dalam kemaluan Hilda, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.
***
Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Ngentot, Sex Nyata “Cerita Sex Si Hilda Keenakan Ngentot”, Foto Sex tante,abg,bispak,stw,pelajar hot Terbaru 2016

author