Cerita Sex : Pesta Seks Cewek-Cewek Sexy Anggota Pub Di Sebuah Cafe

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Sejak sore tadi hujan menggericik tak deras. Lisa berbaring di ranjangnya berselimut tebal. Pintu kamarnya terkunci rapat. Lisa mendehem-dehem nikmat, matanya sayu tapi nafasnya memburu. Sesekali kain selimut tersingkap sehingga beberapa bagian tubuhnya yang tak berbusana nampak dari luar.

1cac4044d4c252404d966bc53f54b2f1

“Ahh.. ehg.. emhh..” Gadis itu terduduk dan menyingkap selimut tebalnya. Keringat dingin membasahi tubuhnya yang memang bugil sama sekali. Kepalanya mendongak-dongak menahan ilusinya ketika sebatang dildo bergoyang-goyang di liang vaginanya.

Buah dadanya yang berukuran 36 lengkap dengan putingnya yang kenyal membengkak menggairahkan. Lendir kawinnya sudah menggenang di sprei kasur. Tepat diatas lendir itu pussy Lisa yang besar berbulu tipis merekah disodok batang dildo ukuran L. “Uahh..” Orgasme telah diraihnya. Lisa terlentang lemas.

Batang dildo itu masih menancap di pussy-nya. Enggan rupanya Lisa mencabutnya. Matanya terpejam, nafasnya masih terengah-engah. Tiba-tiba dering telpon mengganggunya. “Kring.. kring..” “Hallo..” Lisa menerima telpon sambil menjilati ujung dildo yang barusan bersarang di pussy nya. “Lisa, hujan-hujan gini enaknya ngapain?” tanya suara di seberang.

“Enaknya dikelonin kamu,” jawab Lisa sekenanya. “Hi.. hi.. kalau gitu, kamu saya undang deh. Sekarang ke Star Pub deh, kita tunggu. Jangan lupa be a sexy girl, okey?” “Klik..” Lisa segera meletakkan gagang telepon di induknya. ***** Lisa masuk ke dalam cafe kecil itu. Pintu masuk cafe nampak tertulis “CLOSE”, tapi tidak bagi anggota pub.

Suasana di cafe sepi, tapi sayup-sayup Lisa mendengar gemuruh tawa di lantai atas. Lisa segera menuju ruang atas. Begitu Lisa masuk beberapa anggota lain segera menyambutnya. “Hai Lisa,” sapa Sidney yang hanya memakai CD transparan sedangkan susunya yang sekal bergelantungan dengan bebas. “Hai, makin motok saja susumu,” balas Lisa sambil meremas susu kiri Sidney.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Ngentot dengan Adik Temanku yang Masih Perawan di Kamar Asrama

“Saya baru main sama Leo,” ujar Sidney menunjuk pria tegap telanjang yang duduk jongkok di sudut ruangan. Pistolnya mengayun-ayun tegang sejak tadi. “Hai Lisa, kita sudah nunggu kamu dari tadi loh,” sapa Sari yang memakai CD merah dan BH hitam, kontras banget tapi seksi banget. Kemudian mereka saling berciuman beberapa menit.

Sembari berciuman, tangan Lisa sudah nakal menyusup ke CD Sari. “Kamu baru aja cukur ya?” tanya Lisa ketika jemarinya merasakan bulu-bulu pussy Sari. Sari tersenyum malu. “Nggak pa-pa lagi, rasanya malah geli-geli nikmat. Hi.. hi..,” Sari tertawa cekikikan lalu berlalu. Mata Lisa memedar berbinar-binar ke seluruh ruangan. Ada dua belas orang di ruangan itu. Kesemuanya saling bersaing memperlihatkan keseksian tubuhnya.

Wita memakai bikini putih tipis sehingga puting susunya nampak menyembul menggoda. Lia cantik banget malam itu, rambut panjangnya meriap-riap seksi. Apalagi Lia memakai CD putih berenda dan BH putih yang kelihatan puting susunya karena dilubangi pada bagian putingnya, Lisa bener-bener pingin melumat susunya. Maka Lisapun segera mendekati Lia “Li, kamu cantik sekali malam ini.”

Sapa Lisa si anggota pub sambil mempermainkan puting susu Lia yang sengaja disembulkan itu. “Inikan maksud kamu? Kalau kamu mau, isep aja.” Bagai gayung tersambut. “Ntar kamu main sama aku yah?” Lia mengangguk lalu pergi menghampiri Si ganteng Ricko yang pakai CD pink, sejak tadi pistolnya tegang terus melihat pemandangan yang merangsang itu.

Jude memakai BH yang ketat banget hingga susu “Pamela Anderson” nya bagai berebut ingin keluar kain tipis itu, sedang pussynya dibiarkan saja dipelototin sama Tino yang sejak tadi penny nya pingin menerobos jaring tipisnya. Ayu yang pakai daster pendek transparan tanpa CD dan BH memamerkan pahanya di atas meja. Hanya orang nggak waras saja yang nggak berminat sama paha mulusnya.

Cindylah yang paling sexy, doski hanya mengenakan stocking hitam sebatas paha dan duduk dengan santainya sambil memamerkan pussynya yang berambut tipis. Pengen banget Lisa si anggota pub melumat klitoris mungil Cindy. Lisa sendiri memakai CD tipis bertali dan BH bertali yang hanya menutup nipplesnya saja. Sedang Mbak Sarah sang ketua party yang polos los sedang sibuk menjilati dildo barunya.

Begitu melihat Lisa datang Mbak Sarah segera menepuk tangannya bertanda party akan segera dimulai. Semuanya segera berkumpul di tengah ruangan. “Nah, gimana nih? Siapa yang pengin main duluan?” ujar Mbak Sarah membuka acara. “Saya!” Ayu menunjuk jari. “Kebetulan Ayu, sudah lama kita nggak liat lagi tarian pecut asmaramu itu.” Sambut si Ricko.

“Okey, Cin, nyalakan tapenya!” kata Ayu. Cindy segera menyalakan tape recorder kecil. Lalu terdengar suara music yang memancarkan suasana erotic bagi siapa saja yang mendengarnya. Ayu segera berdiri di tengah lalu menari mengikuti suara tape recorder. Tarian gemulai itu semakin memancing hasrat, Ayu memang bekas penari latar yang piawai. Lisa yang sudah sejak tadi menahan birahinya tanpa sadar meremas-remas susunya sendiri.

Apalagi kemudian Ayu meminta Ricko melucuti onderdil nya. Maka seperti diberi aba-aba yang lain segera melucuti pakaian milik pasangan yang dipilihnya. Dengan segera Ricko mendorong Ayu untuk berbaring lalu Ricko segera melumat bibir kenyal Ayu penuh nafsu sedang tangannya meremas-remas penisnya sendiri.

Jude yang sudah terbakar segera ikut melumat susu kiri Ayu disusul oleh Cindy yang kebagian susu kanannya. Lisa si anggota pub sendiri segera menyusup ke selakangan Ayu yang terbuka. Lalu dengan semangat Lisa mengerjain pussy Ayu. Dijilatinya pussy Ayu yang sudah penuh dengan lelehan lendir kawinnya.

Lalu diobok-oboknya liang vagina Ayu dengan jarinya. “Aaghh..,” erang Ayu dan Lisa bersamaan karena saat itu Ricko sudah menyodokkan pistolnya ke pussy Lisa dari belakang. Posisi Lisa yang menungging membuat Ricko semakin mudah menancapkan senjata pamungkasnya. Sedang posisi Ricko sebelumnya sudah digantikan oleh Mbak Sarah yang menyekokkan nipplesnya ke mulut mungil Ayu.

Di sudut lain, Tino yang setengah menungging sedang mengerang-erang keenakan ketika diserbu dari dua arah. Sidney yang mengganyang pistolnya dari depan dan Leo yang menyodomi pantatnya. Sedangkan di sisi lain Lia, Wita dan Sari bergumul sendiri. Lia dan Wita saling memagut susu lawan mainnya sedang Sari menyerang pussy Lia yang posisinya terlentang.

Beberapa kali dildo masuk keluar pussy Lia dengan mudah lalu bergoyang-goyang membuat Lia bergelinjangan keenakan. “Agh.. enak.. terus Sar..,” erang Lia. Ricko masih memainkan pistolnya di pussy Lisa. Pantat Lisa bergoyang-goyang naik turun mengikuti gerakan penis Ricko. Berulang kali Lisa mencapai puncak asmaranya, berulang kali pula mani Ricko muncrat ke liang vaginanya. Tapi mereka masih ingin mengulangi dan mengulanginya lagi.

“Rick, saya mau keluar lagi Rick.. oh.. enghh..,” rintih Lisa. “Kita keluar sama-sama yah, yang..” Kemudian Ricko semakin memperkuat tekanan batang penisnya keliang vagina Lisa, sehingga tidak lama setelah itu muncratlah air mani Ricko ke dalam vagina Lisa bersamaan dengan keluarnya cairan kawin Lisa.

“Engg.. ah..,” jerit Ricko dan Lisa bebarengan. Lisa tergeletak di atas karpet. Wajahnya sudah nampak kepayahan, tapi birahinya belum terpuaskan. Ricko sudah meninggalkannya untuk mencari petualangan lain. Mata Lisa memandang sayu kepada Lia yang berdiri di atasnya.

Susu Lia yang sudah sangat bengkak membuat Lisa ingin sekali mengunyah nipplesnya yang tegang kecoklat-coklatan. Pussy Lia yang berbulu agak lebat nampak mengkilap basah oleh lendir kawinnya. Lia tahu betul kalau Lisa menginginkannya. Dia segera merunduk dan menyerahkan susunya untuk dilumat oleh Lisa. Lisa melumat susu dan bibir Lia secara bergantian.

Tangannya pun agresif menyusuri lorong goa vagina Lia, memelintir klitoris Lia berkali-kali. Lalu masuk dalam dan semakin dalam membuat Lia makin terlena. “Kamu.. enak banget.. egh..,” rintih Lia. Lisa mendesis-desis, nafasnya menghembus di bukit montok Lia membuat Lia semakin terbakar. Tapi Lisa juga kembali terbakar ketika Sari datang dan menghisap puting susu Lisa.

Lia juga berebut mencaplok susu kanan Lisa. Lisa merem melek manahan semua rasa syur yang tercipta. Semakin syur ketika Leo menjejalkan penisnya yang besar dan tegang banget ke mulutnya. “Isep sayang.. ayo..” Lisa menghisap penis Tino. Menggigit-gigit nakal membuat Tino melenguh-lenguh keasyikan. Tino menekan pistolnya dan maninya muncrat ke dalam mulut Lisa. Lisa menelan lendir itu hingga tandas.

Segala keindahan terasa ketika entah lidah siapa lagi yang menggerayangi pussy Lisa. Hingga ia merasa tubuhnya dijunjung ke atas dan.., “Augh..” Sebatang daging tegang kembali bersarang di pussy Lisa. Kembali dialaminya orgasme yang dialaminya bersamaan dengan si pemilik pistol. “Ehg.. kau hebat banget Lisa, hebat! Makasih ya..” Itu suara Leo. “Bajingan! Mau nyodok nggak bilang-bilang!” umpat Lisa dalam hati. Lalu semua yang tadi ngerjain Lisa pergi ngerjain yang lain.

Lisa tidak lagi memperhatikan orang-orang disekelilingnya. Rasa capeknya telah membawanya terlelap. Dua jam pun berlalu, suasana hening. Party itu sudah selesai, pemain-pemainnya sudah terlelap tidur. Lisa yang terbangun paling awal. Dipandangi sekelilingnya dengan senyum simpul. Semua dalam keadaan telanjang bulat, termasuk dirinya.

Berbagai CD dan BH berserakan berserakan dimana-mana Pantat Sari merah bengkak begitu juga puting susu Ayu. Lisa tersenyum sendiri melihat ujung susu si bule Jude yang masih dikenyot Ricko. Pantat Sidney juga memerah, mungkin karena di kerjain sama temen-temen yang lain. Dalam party itu tidak hanya cowok saja yang disodomi, cewek juga bisa disodomi. Yang paling suka menyodomi cewek, ya.. si Tino itu. Lisa berpaling kepada Mbak Sarah.

Wajah Mbak Sarah penuh dengan mani dan lendir vagina yang mulai mengering. Ruangan itu menebarkan aroma mani dan lendir vagina yang khas. Mata Lisa tertuju pada Cindy. Gadis itu masih terlelap. Kadangkala mengigau sambil senyum-senyum sendiri. Wajah gadis itu cantik. Tubuhnya kecil tapi susunya montok bener. Vaginanya polos tanpa bulu, warnanya putih kemerahan seperti pipi gadis yang sedang malu. Klitorisnya mungil menyembul.

Gairah Lisa si anggota pub kembali bangkit. Lisa berjongkok di depan Cindy kemudian memainkan jemarinya di atas vagina yang merekah itu. Dengan penuh nafsu segera dilumatnya klistoris yang sejak awal tadi membuatnya ngiler itu. Cindy menggeliat-geliat, tapi Lisa tak perduli. Bibir Lisa melumat gundukan vagina Cindy sedang kedua tangannya menggapai meremas-remas daging kenyal nan montok di dada Cindy.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Perawan Gadis Kota

Antara sadar dan tidak Cindy menjamak-jaMbak rambut Lisa dan menjepit kepalanya dengan kedua pahanya. “Ah.. uh.. ah.. uh..,” suara Cindy mendesis lirih. Nafas keduanya kembali memburu. Lisa menumpahkan segala birahi yang tersisa di kepalanya. Seakan-akan Cindy itu hanya miliknya sendiri. Cindy dipaksa untuk bangun dari lelapnya. Matanya memicing merasakan surga yang kembali datang untuknya.

Tapi Cindy sudah tak punya daya untuk membalas. Ia pasrah saja ketika Lisa si anggota pub menjejalkan sebatang dildo masuk ke dalam liang vaginanya. “Sruup..” Tanpa banyak perlawanan pistol mainan itupun amblas ke dalam liang kenikmatan Cindy. Cindi sempat terpekik beberapa kali, tapi lemah, rupanya dia sudah tak punya daya kecuali menikmati permainan Lisa. Lisa menarik si dildo maju mundur beberapa kali. Pantat Cindy bergoyang mengikuti iramanya.

Makin lama dildo itu bergerak makin cepat. “Sruup.. sruup..” Suaranya menyibak lendir-lendir kental yang keluar dari vagina Cindy. Mata Lisa berbinar memandangi vagina bermandikan lendir itu. Langsung ia merunduk dan “Sruup..” Dihisapnya si lendir dari pussy Cindy hingga tandas. “Ah, puasnya..,” kata Lisa dalam hati. Dikecupnya kening Cindy yang tak sadarkan diri.

Kemudian dia segera pergi dari tempat itu dengan senyum penuh kepuasan..

author