Cerita Sex: Pesta Ngesex Bersama Dosenku

No comment 1202 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita –Susi baru saja selesai mandi pagi, tubuhnya kini terasa segar. Senin pagi ini ia harus menemui pak Erwin ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Dia berusaha memakai pakaian serapih mungkin, diluar kebiasaanya setiap ke kampus yang selalu memakai pakaian casual.

cerita-sex-pesta-ngesex-bersama-dosenku

Susi sdh menduga cepat atau lambat ia akan dipanggil oleh pihak kampus berkaitan dgn gambar gambarnya yang dimuat di subuah majalah khusus pria.

biaya kuliah saat ini sangat mahal, apalagi usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran uang pun tersendat.-cerita sex mahasiswi- Beruntung seorang kawan menawarinya pekerjaan menjadi model di sebuah majalah khusus pria dewasa, syaratnya tentu saja harus berani tampil hot.

Susi menerima tawaran itu dan gambarnya pun kerap muncul di majalah-majalah pria dewasa, uang yang diterima nya pun cukup lumayan. Namun meski begitu, tetap saja penghasilannya belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan kuliahnya , oleh karena itu di waktu luang ia juga menjadi “escort”.

Susi bercermin untuk terakhir kalinya, mengagumi tubuhnya sendiri, rambut panjang , body ideal dan buah dada yang membanggakan. Susi tak pernah memakai make up berlebih , ia mempunyai kecantikan alami , kecantikan yang banyak membuat mata para lelaki terbelalak. hari ini Susi sengaja memakairok hitam diatas lutut dan blouse putih yang ketat mencetak buah dadanya.

DIa tiba di ruang ketua jurusan sedikit terlambat akibat macet. Susi mengetuk pintu dan masuk , ia sedikit terkejut karena selain pak Erwin , disana ada pak lukas pembantu rektor, dan pak Toni dosen di fak hukum.

di meja kerja pak Erwin tergeletak majalah dewasa yang memuat gambar gambar panas Susi yang semi nude.

Susi sedikit panik, karena ia tak menyangka harus bertemu tiga orang itu, tadinya ia akan sedikit “merayu” ketua jurusan seandainya ia akan kena sanksi ..tp sekarang..?

“silakan duduk ” kata pak Erwin
“pagi pak…” jawab Susi dan duduk
“Susi…kamu dipanggil kemari sehubungan dgn gambar kamu yang dimuat di majalah ini , kamu tahu ini bisa mencoreng nama baik kampus ini..” kata pak Erwin.
“tp pak…gambar ini punya estetika seninya , bukan gambar tabloid murahan..apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus…” Susi membela diri
“meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini , ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu.” kata pak lukas

Susi menyadari bahwa percuma ia berdebat , ia pasti kalah. namun ia tetap mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari masalah ini. Susi berusaha menarik simpati mereka.

“maaf pak…sekarang ekonomi keluarga saya sedang bermasalah, sementara kebutuhan saya banyak terutama untuk membayar uang kuliah pak…” kata Susi sedikit memelas.
“tp kan kamu bisa bilang…atau setdknya mengajukan permohonan beasiswa…” kata pak Toni
“maaf Susi, namun demi nama baik kampus kita ..kamu bisa saja kami keluarkan ” kata pak Erwin kemudian.

Susi sedikit panik , ia sdh setngah jalan di fakultas hukum, ia tak mau jika harus berhenti di tengah jalan, dan menyia nyiakan tahun tahunnya.

“aduh…pak…tolong..saya mohon kebijaksanaannya……saya siap melakukan apa saja pak…” kata Susi

ruangan itu mendadak sunyi. Susi kemudian menyesali ucapannya , ia bisa merasakan ketiga mata lelaki itu memandanginya dgn penuh minat, keringat dingin keluar dari dahi Susi.

“kita bisa mempertimbangkannya kembali kok Susi..tp tentu saja sesuai kata kata kamu…kamu harus melakukan sesuatu”
“maksud bapak…?” Susi mulai meduga apa yang ada di balik otak dosennya itu
“kamu terlihat sangat berbakat di majalah ini..sekarang….seberapa jauh kamu bisa memanfaatkan “bakat” kamu itu untuk menolong kuliah kamu….” kata pak Erwin sambil tersenyum nakal

Susi mengerti maksud perkataan itu , ia memang tak punya banyak pilihan , namun ia juga sedikit enggan harus melayani ketiga dosen bejadnya ini.

“saya mengerti pak..tp saya juga punya syarat..semuanya hanya dilakukan hari ini , di tempat ini dan tdk berlanjut ke hari atau waktu lain..” kata Susi

ketiga orang itu terlihat ragu , mereka saling memandang. Susi tahu ia harus memanfaatkan keraguan mereka. Susi pun berpindah tempat duduk ke sofa, disana ia sengaja memamerkan pahanya yang mulus, membuat ketiga pria ia itu menelan ludah.

“bagaimana pak setuju…..?” kata Susi sambil membuka dua kancing blousenya dan menyibakan rambutnya ke belakang.

Pak Erwin org pertama yang menghampiri Susi, celananya terlihat menggembung. Pak Erwin kemudian berlutut diantara kaki Susi. Susi menyambutnya dgn melebarkan kakinya , ia membiarkan tangan pak Erwin menyusuri kaki dan pahanya sampai ke pangkal paha.

Pak lukas menyusul mendekati Susi, dgn sedikit kasar ia meremas buah dada Susi dan mencubit putingnya. sementara pak Erwin melepaskan rok mini dan Cd Susi, ia terpana melihat keindahan vagina Susi yang tertutup sedikit rambut halus. Pak Erwin mendorong Susi agar berbaring di sofa untuk kemudian ia menjilati vagina Susi penuh nafsu dgn jilatan yang hangat dan basah

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Gadis Bokingan Yg Menawan

“kamu cantik sekali Susi….” kata pak lukas sambil melepas blouse Susi dan branya
“dan ingat kamu .harus melakukan apa saja hari ini sesuai perintah kami..” kata pak lukas kemudian

Susi kembali berkeringat dingin , kata kata pak lukas membuatnya berpikir , apakah ada yang lebih buruk dripada harus melayani nafsu bejad ketiga dosennya ini..?

“tp…aahh..” Susi tak dapat melanjutkan kata katanya, ketika pak lukas menyedot buah dadanay dgn kasar, sementara buah dada satunya jadi mainan pak Toni.

serangan bersamaan pada tubuhnya menimbulkan efek yang luar biasa bagi Susi, ini pertama kalinya ia harus melayani tiga pria sekaligus. Susi merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yang siap meledak.

sementara bagai kelaparan pak Erwin masih menjilati vagina Susi , tak lama kemudian Susi merasakan sesuatu yang hangat dan basah mengalir diantara kakinya, dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga

rasa geli dan nikmat muncul ketika pak lukas menjilati seluruh tubuh Susi, dari leher sampai perut, tangannya tak lepas dari buah dada Susi. Susi mencoba menikmati dan meresapi semua rangsangan yang ia dapatkan dari tiga org ini.

perlahan tp pasti jilatan jilatan pak Erwin membuat Susi mencapai kembali orgasme,

“aahh..ahhhh…pak…aauhhhh….” rintih Susi tubuhnya kembali melemas

belum sempat Susi mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak Erwin bekata

“yahh..belum apa apa udah lemes…..sekarang kan baru kita mau mulai…”

Susi terkejut melihat penis pak Erwin saat ia melepas celananya. besar dan panjang menegang, ia khawatir tak snggup menghadapinya, ia menggeleng dan sedikit protes..

“nanti dulu pak…bentar..saya masih lemas……bentar lagi…”

‘hehehe..ingat perjanjiannya kan…..? apalgi kamu bilang harus hari ini dan saat ini juga..hehehe…siap atau enggak ya harus mau… hehehe..” kata pak Erwin tak mempedulikan perotes Susi, lalu memasukan penisnya ke vagina Susi, setiap inchi penis pak Erwin masuk sebuah kesakitan dirasakan Susi, yang walau bukan virgin namun vaginanya masih sempit.

Susi mengerang saat kepala penis menerobos masuk, namun ia sedikit tertolong oleh cairan yang keluar akibat rangsangan sebelumnya. Setelah beberapa lama . penis pak Erwin terlihat terbenam di dalam vagina Susi, ia menggeram puas, ia kemudian mengatur posisi untuk siap menggenjot tubuh Susi

Susi menangis kesakitan saat gigi pak Toni menggigit buah dadanya sampai lecet, namun belum juga penderitaannya berakhir pak lukas ikut ikutan menggigit buah dada Susi yang satunya, hingga kedua buah dadanya menjadi lecet

“awww..sakit…jangan..kasar kasar..pak…tolong…..” ucap Susi kesakitan

mereka berdua malah menjilati dan menyedot buah dada Susi tepat dilkukanya, membuat Susi menangis kesakitan.

menahan sakit Susi menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia menyesali perkataanya tadi . ia tak sengaja bicara seperti itu, bahwa ia siap melakukan apa saja. sedikit kesadaran membuatnya ia tiba tiba berontak.

Dgn penis yang masih menancap di vagina Susi, Erwin berkata

‘eeitt..mo kemana sayang….ingat kamu berjanji memberikan bakat kamu ke kita bertiga hehehehe…”

Susi lemas tak berdaya, ia hanya bisa pasrah sekarang, ia tak menyangka akan menjadi begini.
Penderitaan Susi makin bertambah saat tiba tiba pak Erwin mempercepat genjotannya, vagina Susi terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya.

menit demi menit berlalu , menit menit penuh kesakitan bagi Susi.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Semalam Bersama Lizah

diantara rasa sakit Susi merasakan cairan hangat mengalir diantara kakinya, sebentar lagi akan mencapai orgasme, pak lukas dan pak Toni sdh melepaskan mulutnya dari buah dada Susi, namun mereka masih tetap meremas remas buah dada Susi yang terlihat sdh memar dan lecet.

tiba tiba, pak Erwin mencabut penisnya dari vagina Susi, sambil tiba tiba membalikan tubuh Susi.
tanpa basa basi lagi ia menusukan penisnya ke anus Susi.

Susi tak sempat menjerit karena, mulutnya telah disumpal oleh penis pak lukas

dgn menahan sakit ia juga harus mengocok penis pak lukas dgn mulutnya, akhirnya karena tak tahan kesakitan Susi akhirnya tak sadarkan diri.

entah berapa lama Susi pingsan namun ketika sadarkan diri , rasa sakit itu belum hilang , bahkan penis pak Toni kini sedang menancap di vaginanya, di buah dadanya terasa cairan putih kental juga di mulutnya.

“hehehe…..sdh bangun sayang……tenang sebntar lagi bapak selesai kok..” kata pak Toni.

Susi agak sedikit lega sampai tiba tiba pak lukas berkata,

“setelah ini kamu harus melayani kita bertiga sekaligus…..kalo sampe pingsan…kita akan panggil engkus satpam kampus untuk menikmati tubuh kamu juga ..hahahahah…”

Susi terdiam lemas , lelah tak berdaya berharap hari ini cepat berlalu.

author