Cerita Sex: Perkosaan Wanita Malang Oleh Kuli

No comment 4569 views

Jagobokep.com Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa – Pengalaman Sex Perkosaan yang dialami oleh wanita malang yang bernama Asti oleh puluhan kuli bangunan. Nasib malang ini dialami Asti yang saat itu baru duduk dibangku kelas 1 SMA. Kisah ini berawal dari Asti yang sedang menunggu Bus didepan proyek yang biasa ditumpanginya.

cewek

Singkat cerita karena bus tidak kunjung datang dan hujan mulai turun, Asti-pun berteduh didalam proyek. Siapa sangka ketika Asti berteduh, dia mendapat nasib sial karena berakhir diperkosa oleh puluhan kuli. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Ini adalah Cerita Sex nyata yang dialami oleh seorang wanita yang terbilang masih belum cukup umur untuk mendapatkan perlakuan sex. Cerita ini berawal ketika kurang lebih sudah 1 1/2 jam seorang wanita bernama Asti sedang menunggu bus yang biasanya ditumpanginya untuk pergi dan pulang sekolah. Kebetulan hanya ada 1 bus umum itu sebagai sarana transportasi Asti untuk pergi ke SMA N favorit tempatnya bersekolah. Ternyata setelah dia menunggu sekian jam, bus yang ditungunya belum datang juga. Sampai-sampai kaki Asti kesemutan karena dia terus menuggu Bus sembari berdiri di depan proyek yang sedang dibangun.

Pada saat itu Asti masih kelas 1 SMA dan baru 2 bulan menjalani sekolahnya. Karena Bus yang ditunggunya tak kunjung datang, maka Asti melihat jam tangannya. Ternyata jam sudah menunjukan Pukul 16.00. Wanita berusia 15 tahun bertubuh sintal, imut dan tampak subur itu nampak semakin gelisah, ditambah lagi cuaca ketika itu sangat mendung diikuti dengan kilat yang nampak dilangit.

Tidak lama kemudian angin-pun bertiup kencang seakan angin itu meniup rambut panjang terurai milik Asti. Hembusan angin itu membuat wanita yang memiliki kulit putih, dan berwajah menggoda itu itu memeluk tas-nya erat-erat karena kedinginan. jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung datang juga.

Sejenak Asti menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut. Tampak puluhan pekerja kuli proyek tengah meneruskan kegiatan, walaupun cuaca telah mendung dan hampir hujan.

Ditengah kegelisahan dan kedinginan Asti, tidak lama hujan-pun turun dengan derasnya. Spontan saja, Asti dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di lainya secara bersamaan berteduh masuk ke lokasi proyek. Kebetulan pintu Proyek memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu dan bahan matrial yang menumpuk. Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko foto copy yang berada di sebelah bangunan proyek itu.

“ Numpang berteduh ya, Pak! ” ucap gadis itu meminta ijin para lelaki dewasa yang berada disitu,

“ Iya silahkan…”, Sahut dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek.

Tapi dalam beberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat. Kini Asti sendirian duduk menggigil kedinginan.

“ Aduh..! ” kaget Asti yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang. Tampak wajah geAstih dan menyesalnya karena melamun.

“ Mau pakai 5C , ya Dik ? ” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiri di sampingnya Asti yang tengah mondar-mandir di depan bangku.

Asti sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali,

“ Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?! ”

“ Tenang saja, jalur 5C-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya! ” ujarnya sambil masuk ke dalam.

Asti hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 5c lewat. Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat. Asti melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedang istirahat. Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Asti. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya.

Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah mendekap mulut dan memiting lehernya. Asti kaget dan berontak. Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Asti untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek.
“ Diam anak manis! Atau kami gorok lehermu ini, hmm! ” ancam salah satu kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati tajam di lehernya.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Selingkuh Sampai Hamil

Sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senang penuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuh Asti yang sintal padat berisi itu. Asti hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana tsayat yang mencekam. Tak berapa lama wanita cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya. Sedangkan tawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka melepaskan pakaiannya masing-masing. Asti melotot melihatnya.

“ Jangan macam-macam kamu, ya. Hih! ” ancamnya lagi sambil membanting tubuh Asti di atas hamparan tenda SMA Nlit oranye yang sengaja digelar untuk Asti.

Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Asti tampak menggigil ketsayatan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat.

“ Tolong… tolong ampuni saya Pak, jangan sakiti saya. Kumohon pak toloong, jangan sakiti saya.. ” Ucap memelas Asti merengek-rengek histeris sambil berlutut didepan mereka.

Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Asti, sedangkan lainnya mulai menyocok-ngocok batang Penis masing-masing.

“ Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat! ” perintah yang berbadan paling kekar dan usia sekitar 32 tahun itu yang tampaknya adalah kepala kulinya sambil mencambuk tubuh Asti dengan ikat pinggang kulitnya.

“ Cetar… ”

“ Aowww…. Aduh… Sakit, Pak.. aoww… ” jerit kesakitan Asti karena punggungnya terkena cambukan sabuk.

Tiga kali lagi kepala kuli itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh minta ampun. Asti menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan.

“ Cepat lakukan perintahku, dasar anak manja… ” ucap kepala kuli, sembari melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Asti.

“ Iii… i… iya pak… tolong, jangan dicambuki.. sakiit.. huuu… uuu…uuu.. ” ucap Asti yang telah basah wajahnya dengan air mata,

Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka.

“ Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya. ”

“ Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananya ya? ”

Perlahan Asti beranjak berdiri dengan isak tangisnya,

“ Sambil menari, ayo cepat.. atau kucambuk lagi? ” gertak kepala kuli.

Asti hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang buah zakar mereka telah ereksi semua dengan kencangnya. Asti perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMA N-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi. Riuh tapi berirama dangdut.

Sorak-sorai mewarnai jatuhnya baju Asti yang di ikuti kian pucat. Kini wanita itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Asti tinggal hanya memakai bra dan celana dalam serta sepatu. Sepatu dilepas, ketika itu Asti lama sekali tidak segera melepas bra dan celana dalam-nya. Dengan galak, kepala kuli mencabuk punggungnya.

“ Cetar….. !!!! ”

“ Aowww… ouhhh… Sakit… ” jerit Asti melepas Bra dan celana dalam-nya dengan terburu-buru.

Tentu saja dia melakukannya dengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Asti belum memiliki rambut kemaluan. Masih halus mulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus. Tidak lama kemudian, rambut Asti dijambak untuk dipaksa berlutut di depan kepala kuli. Asti nurut saja.

“ Ayo dikulum, dilumat-lumat di disedoot, kencang sekali, lakukan! ” perintahnya menyodorkan batang Penis ke arah mulut Asti.

Asti dengan muka memelas dan jijik melakukan perintah yang dilakukan dengan paksa,

“ Asyik.. terus, lebih kuat dan kencang..! ” perintahnya mengajari Asti untuk mengocok-ngocok batang Penis kepala kuli.

Asti dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang Penis kepala kuli yang sangat keasyikan. Seketika buah zakar itu memang kian ereksi tegangnya. Bahkan kepala kuli menyodok-nyodokkan batang Penis ke dalam mulut Asti hingga wanita itu nyaris muntah-muntah.

Buah zakar itu hampir masuk sampai ke kerongkongannya, sedangkan di belakang Asti dua kuli menSMA Nat sambil jongkok dan masing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Asti sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu.

“ Ouhhh….. Sssss… ahhhh… ” desahan Asti sembari mulut Asti mengkulum dan menyedot buah zakar kepala kuli.

Tak berapa lama air maninya muncrat di dalam mulut Asti.

“ Croot… Croot… Croot… ”

“ Telan semua air maninya, bersihkan buah zakarku sampai tak tersisa! ” perintah kepala kuli sambil menjambak rambut Asti.

Wanita itu menurut pasrah. Air mani ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung buah zakar kepala kuli sampai bersih. Kepala kuli mundur. Kini Asti kembali melakukan oral seks terhadap buah zakar kuli kedua. Dalam sejam Asti telah menelan air mani 15 kuli. Tampak sekali Asti yang kekenyangkan air mani itu muntah-muntah sejadinya.

Tapi dengan galak kepala kuli kembali mencambuknya. Tubuh bugil Asti berguling-guling di atas SMA Nlit sambil dicambuki okepala kuli. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan buah zakarnya ke dalam Memek sempit Asti. Wanita itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Aku Dirampok dan Diperkosa

Air Mani berlepotan di Memek dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang air maninya di sekujur tubuhnya Asti. Asti benar-benar tak tahan lagi. Tiga jam kemudian wanita itu pingsan. Dasar kuli rsayas, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak 2 kali. Darah-pun mengucur deras dari Memek wanita malang bernama Asti itu. Selesai.

author