Cerita Sex: Pembantu Plus – Plus

No comment 2490 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Namaku Lolita, umurku sekarang 28 tahun, aku sudah menikah dan aku mempunyai seorang anak. Aku menikah pada saat umurku yang masih muda 23 tahun. Waktu itu ekonomi masih sedang-sedang saja, belum sesulit sekarang.

lolit

Sementara suamiku hanya bekerja disebuah bengkel motor yang tak pasti penghasilannya, sementara kebutuhan semakin lama semakin banyak. Dengan penghasilan suamiku yang pas-pas an tentunya sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup kami. Dan aku memutuskan untuk bekerja, tapi mau bekerja apa dengan masih mempunyai tanggungan anak kecil yang tak bisa aku tinggalkan. Setiap malam aku selalu kepikiran dengan hal itu, sampai membuatku tak dapat tidur. Kemudian aku membicarakan masalah ini dengan suamiku dan aku meminta ijin untuk bekerja dan suamiku pun mengijinkannya asalkan anakku tidak terlantar.

Suatu hari saat aku sedang pergi kepasar, aku bertanya pada teman-temanku yang ada dipasar, aku bertanya apakah ada suatu pekerjaan untukku. Dan salah satu temanku langsung berkata kemaren aku ditawari pekerjaan oleh seseorang tapi keliatannya sekarang orangnya tidak sedang disini, biasanya orang itu ada diwarung depan. Namanya mas Farhan, kalau gak salah dia sering dimintai orang-orang mencarikan pembantu, besokkalau orangnya datang kesini aku kasih tau kamu “kata temenku”. Ya gak papa deeh, besok kalau dia kesini kamu cepet hubungi aku ya “kataku”.

Keesokan harinya sekitar jam setengah 10 aku ditelpon temanku mengabarkan kalau mas Farhan sudah ada diwarung dan aku disuruh untuk langsung menuju pasar. Tak memakai lama aku langsung berangkat kepasar, dan tak lama ketika aku sudah sampai aku langsung diantarkan oleh temanku menemui mas Farhan dan “Mas Farhan ini temanku yang sedang mencari pekerjaan” kata temanku. “Oowwhhh iya, nama kamu siapa neng??” tanya mas Farhan. “Lolita mas, ada pekerjaan untuk saya mas??” tanyaku. “begini saja, gak enak kalau ngomong disini, mending ngomong dirumahku saja, kamu bawa motor??” tanya mas Farhan. “Enggak mas, aku naek sepeda soalnya rumahku gak jauh dari sini mas” jawabku. “Yaudah kamu bonceng aku saja, rumahku juga gak terlalu jauh dari sini kok, paling Cuma 15 menit saja” ajak mas Farhan.

Langsung mas Farhan mengambil mengambil motornya dan aku juga langsung memboncengnya, dan kita langsung menuju rumah mas Farhan. Setelah benar 15 menit perjalanan sampailah aku dirumah mas Farhan, terlihat rumahnya lumayan besar, terlihat sangat bagus dekorasinya. Kemudian aku disuruh masuk rumahnya, dan dipersilahkan duduk. “mbak mau minum apa??” tanya mas Farhan. “Apa saja mas, air putih juga gak papa kok mas” jawabku. Mas Farhan kemudian mengambilkan aku segelas air putih dan kami mulai mengobrol. “Emang mas mau menawarkan pekerjaan apa kepadaku mas??” tanyaku. “Kamu mau gak jadi pembantuku, dirumahku ini sudah gak ada pembantu jadi aku agak susah mengurus rumah ini” “ kata mas Farhan. “Jam kerja nya mas??” tanyaku. “Ya biasa saja lah, mulai jam 8 dan kamu bisa pulang jam 5 sore, gimana??” tanya mas Farhan. “Tapi aku boleh bawa anak kan mas, soalnya anakku ini gak bisa ditinggal mas soalnya gak ada yang mengurusnya dirumah” tanyaku.

“Iyha gak papa kok, tapi kalau bisa kalau kamu bekerja ankmu ditidurkan saja biar gak mengganngu kerjamu” jawab mas Farhan. “Lha aku bisa mulai kerja kapan mas??” tanyaku. “besok kamu bisa langsung mulai kerja, kamu juga lihat kan, nie rumah sudah berantakan dan kotor gak ada yang ngurus” jawab mas Farhan. “Iyha bisa mas, lha istri mas dimana??” tanyaku. “Aku sudah bercerai dengan istriku setahun yang lalu dan anakku ikut mamahnya semua, jadi ya aku sendirian dirumah” jawab mas Farhan. “Ooowh begitu mas, maaf mas Lolita gaktau mas” ucapku. “Aaaahhh gak papa kok, santai aja kali” ucap mas Farhan. Akhirnya setelah kita sepakat aku meminta mas Farhan untuk mengantarku kembali kepasar karena sepedaku masih dipasar.

Sampai dirumah aku ngomong sama suamiku dan suamiku pun hanya mengangguk tanda dia menyetujui pekerjaanku. Dan keesokan harinya setelah aku masak untuk sarapan suamiku aku langsung berangkat menuju rumah mas Farhan.sesampai dirumahnya mas Farhan sedang berda diteras rumahnya sambil minum secangkir kopi sambil merokok menyambutku, pagi itu aku berangkat terlalu pagi, setengah 8 aku sudah sampai rumah mas Farhan. Dan “Kok pagi sekali kamu Loli, ini kan juga belum jam 8” sambut mas Farhan. “Iyha gak papa pak, aku juga sudah terbiasa bangun pagi” jawabku. “yaudah sana masuk aja, kerjakanlah apa yang harus kamu kerjakan, pastinyakamu udah mengerti kan dan satu lagi, jangan panggil aku pak, panggil mas saja??” ujar Mas Farhan. “Iyha maaf mas” jawabku.

Kemudian aku langsung masuk rumah mas Farhan dan langsung memulai pekerjaanku. Setelah aku fikir matahari sudah mulai keluar aku melihat mas Farhan masuk rumahnya, saat itu aku sedang ngepel lantai rumahnya dan anakku sudah aku tinggal dikamar belakang karena sudah tidur. Ketika mas Farhan masuk rumah dia menghampiriku “Anakmu sudah tidur ya Loli??” tanyanya. “Iyha mas, aku tidurkan dikamar belakang” jawabku. Setelah mendengar jawabanku mas Farhan pergi meninggalkanku dan aku kembali melanjutkan perkerjaanku. Seminggu aku bekerja sikap mas Farhan masih biasa-biasa saja, seperti apa adanya.

Hari senin waktu itu, ketika suamiku hendak pergi ke bengkel, dia pamit akan pulang larut malam, karena ada motor yang harus dilemburnya karena pemiliknya minta hari itu juga selesai. Dan kemudian setelah pekerjaan rumah selesai aku langsung berangkat kerumah mas Farhan. Saat aku sampai dirumah mas Farhan dan masuk rumahnya aku dikagetkan dengan penglihatanku, aku melihat mas Farhan sedang duduk diruang tamu sedang melihat TV dengan tanpa kaos dan hanya menggunakan celana boxer saja. Terlihat sesuatu gundukan besar berada dibalik boxer mas Farhan, tapi aku membuarkannya saja dan langsung menuju dapur. Aku sempet kepikiran apakah gundukan besar itu mungkin Penis mas Farhan sebesar itu, ucapku dalam hati. Sambil aku mencuci piring dan kepikiran apa yang aku lihat tadi.

Setelah aku selesai mencuci piring aku langsung menuju belaknag rumah untuk mencuci baju-baju mas Farhan. Tak berapa lama saat aku mencuci aku dikagetkan dengan suara “Eheeem…kamu cantik juga ya Loli, beruntung juga laki-laki yang menikahi kamu” kata mas Farhan. “Aaaahhh…. Mas bisa aja” jawabku sambil tersipu. “Beneran kamu cantik dan seksi Loli, anak kamu udah tidur kan??” tanya mas Farhan. “Sssss…uuu….Sudah mas” jawabku singkat karena pas aku jawab dan menengok kebelakang aku melihat tonjolan besar dari boxer mas Farhan. “Kenapa kaget gitu Loli, kamu gak papa kan??” ucap mas Farhan. Sambil terus melihatnya “Enggg…Nnngggak papa kok mas, Lolita baik-baik saja” Jawabku.

Yaudah aku mau mandi dulu ya Loli, nanti kalau aku memerlukanmu aku akan memanggilmu” mas Farhan pamit dan langsung pergi menuju kamar mandi. Aku sejenak tertegun dengan apa yang kulihat tadi, sangat besar sekali, tak sebesar punya suamiku.
Setelah kurang lebih satu jam, sekarang mengepel suma lantai rumah mas Farhan, saat aku mengepel ruang depan rumah mas Farhan, suara tedengar begitu keras memanggilku dari kamar mas Farhan “Loliiiiin…Loliiiii….Loliiinnniiiii” panggil mas Farhan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex :DESAHAN PEMAIN BASKET PUTRI YANG SEMPAT MENJADI PACARKU

Aku dengan segera melepaskan lap pel aku langsung menuju kamar mas Farhan “Iyha mas, ada yang bisa saya bantu mas” tanyaku dari pintu kamar. “Sini masuk, tolong oleskan minyak ini dipinggangku” pinta mas Farhan. Aku segera masuk kamarnya, tercium aroma yang sangat harum sekali dikamarnya dan aku langsung mengambil minyak yang akan aku oleskan. Ketika aku sudah duduk di ranjang mas Farhan, mas Farhan malah berdiri dan “tunggu sebentar ya” mas Farhan beranjak menuju pintu aku kira mau mengambil apa tapi ternyata mas Farhan mengancing pintu kamarnya dan mengambil kuncinya.

“Mas mau ngapain aku, kok kamarnya dikunci begitu”tanyaku dengan sedikit takut
“Gak papa kok Loli, aku Cuma ingin kamu puaskan saja kok, mumpung anakmu tidur” jawab mas Farhan sambil tersenyum penuh nafsu
“Jangan mas, jangan lakukan itu kepadaku mas” pintaku pada mas Farhan
Tanpa menjawab mas Farhan langsung menuju kearahku dan langsung menarik tanganku
“Ayooo Laaah Loliiii, sebentar saja, sudah lama aku tidak dipuaskan oleh wanita Loli” ujar mas Farhan

“Jaaaa…Ngggaaaaan mas” aku terus berontak
Tapi dengan kekuatan mas Farhan mendekapku aku sudah tak bisa bergerak lagi, mas Farhan langsung menciumi bibirku dengan buasnya. Dengan wajahnya yang dipenuhi dengan hawa nafsu mas Farhan langsung meremas payudaraku dan masih dengan menciumiku. Aku masih saja berontak, tapi aku tetap saja tak berdaya melawan kekuatan mas Farhan yang sangat kekar. Dengan liarnya mas Farhan langsung memasukkan tangannya didalam kaosku dan langsung meremas-remas toketku. Aku yang sudah tak berdaya akhirnya hanya menikmati saja perlakuan dari majikanku itu. Setelah mas Farhan mengetahui kalau aku sudah pasarah mas Farhan dengan buasnya langsung membuka kaosku sekalian membuka pengait BH ku dan sekarang aku sudah telanjang dada.

Mas Farhan dengan lahapnya langsung melumat putting coklatku yang sudah membesar “Aaaahhh….Aaaahhh….Maaasss” desahku saat mas Farhan melumat putingku. Mas Farhan menjilati semua badanku dengan lidahnya, sehinga aku sendiri lama-lama menjadi kebawa suasana dan aku juga sudah menjadi birahi. Setelah puas dengan toketku sekarang tangan mas Farhan menuju vaginaku, dielus-elusnya vaginaku dari luar celana dalamku sambil terus menciumiku dan kadang meluat payudaraku. Saat tangannya menyentuh klitorisku “Ouuuhh…Maass” aku mendesah. Mas Farhan menjadi semakin bersemangat sehingga mas Farhan langsung melepas rok dan sekalian mecopot celana dalam yang aku pakai, sehingga telanjanglah sudak aku sekarang.

Mas Farhan langsung turun menuju vaginaku, dan dia langsung menghisap klitorisku dan saat bibirnya menyentuh klitorisku aku pun langsung mengerang “Ooouuugghh….Aaaarrggghhh…Ooouughh…Maaaaasss”. Aku belum pernah mendapatkan perlakuan yang seperti ini dari suamiku. Mas Farhan memainkan lidahnya di klitorisku sambil sesekali lidahnya masuk dalam memekku, dengan polah mas Farhan yang seperti aku tak kuasa menahan desahan serta eranganku yang terus keluar dari mulutku “Ouuuugghh…Maaasss….Geelllliiii…Maaasss….Aaaarrrgghhh”. Tapi tanpa memperdulikan eranganku mas Farhan terus melanjutkan jilatannya, sekarang ditambah jilatan mas Farhan diirngi dengan jari mas Farhan yang masuk dalam memekku, aku semakin tak kuasa menahannya. Dan setelah kurang lebih 15 menit mas Farhan memainkan memekku dengan lidah dan jarinya aku mengerang lagi

“Aaaaggghhh…Maaasss….Loliiiiiii…Maaauuu….Keluaaarrr…” mas Farhan kemudian melepaskan vaginaku dari mulutnya dan sekejap cairan spermaku keluar mengucur dari memekku, aku orgasme utuk yang pertama kalinya.

Aku pun terkulai lemas, tapi mas Farhan gak mau tahu dia langsung mebuka boxer dan celana dalamnyadan keluarlah Penis yang sangat besar sekali dan sangat panjang. Dia langsung mengarahkan Penisnya didepan mulutku dan meminta “Isep sebentar ya Loliii, Gantian” ujar mas Farhan. Mas Farhan langsung memegang kepalaku dan langsung memasukkan penisnya dimulutku. Besar sekali penisnya, sampai memenuhi semua ruang mulutku. Dimaju-mundurkan penisnya dalam mulutku, aku yang tak pernah melakukan itu hanya terdiam dengan mengikuti permainan mas Farhan. Mas Farhan memintaku menjilati kepala penisnya, dan aku pun menurutinya. “Aaaaahhhh….Niiiik..Maaattt….Baaangeeet Loliii…” desah mas Farhan. Aku pun lalu kembali mengulum penisnya sembari sesaat menjilati penis mas Farhan.

Setelah kurang lebih 10 menit aku menjilati Penis mas Farhan, mas Farhan menarik Penisnya dari mulutku dan mecium bibirku dan langsung mengrahkan Penisnya diliang Vaginaku. Mas Farhan menggesek-gesekan kepala penisnya di memekku, geli aku rasa tapi aku menikmatinya. masFarhan dengan pelan-pelan mulai memasukkan Penisnya, terasa sangat besar sekali “Ouuuhhh….” Desahku. Mas Farhan memaju mundurkan kepala Penisnya dalam memkku, semakin lama semakin kedalam dan akhirnya “Bleeeeeesssssss….” Seluruh penis mas Farhan masuk dalam vaginaku dan aku iringi dengan desahanku “Oooouuggghhhh…..”. mas Farhan mulai memaju mundurkan Penisnya dengan pelan-pelan dan saking besarnya Penis mas Farhan aku tak henti terus mendesah kenikmatan.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex Dewasa : Hot Bandung One Night Stand

Semakin lama mas Farhan menyodok memekku semakin kencang, “Oooouuuuhhh….Aaaggghhhh…Ooouuuggghhh…Aaaagghh…” aku semakin mengerang saat sodokan mas Farhan semakin keras. “Ploooookk…Ploook…Ploook….” Suara benturan tubuh kami yang sudah basah karena keringat. Sekitar 15 menit mas Farhan memompaku aku tak kuasa menhannya dan akhirnya “Oooouugghhhh….Maaassss…” aku keluar untuk yang kedua kalinya, tapi dengan kuatnya mas Farhan belum kelihatan akan orgasme.

author