Cerita Sex Mbak Irma Semakin Liar

No comment 1912 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Cerita sex ini benar-benar cerita nyataku. Awal cerita ini, saat aq berkunjung ke tempat kakak iparku bersama anak istriku, karena libur panjang jadi kami sekeluarga pergi ke rumahnya Mbak Irma, perlu diketahui mbak Isma adalah kakak kandung dari istriku.

Mbak irma merupakan kakak ipar yg sangat ku sayangi. Mbak irma adalah anak tertua di keluarga istriku, sedangkan istriku adalah anak ke dua. Sudah dua tahun yg lalu mbak irma berpisah dengan mas hendra (nama samaran), suaminya. karina MASALAH EKONOMI. Dan kini mbak irma harus berjuang merawat dan membesarkan doni anak satu-satunya seorang diri.

Hari ini kami sekeluarga berniat mengadakan acara makan siang di rumah mbak irma. rina(nama samaran) istriku, sudah sejak pagi dia sibuk berbelanja kebutuhan untuk makan siang bersama dirumah mbak irma.

Singkat cerita, kami sekeluarga sudah sampai di rumah mbak irma. Seperti biasa, sifat ramah ketamahan mbak irma membuat kami betah berlama-lama di rumahnya. Dia merupakan sosok yg kuat, mandiri dan baik hati. Acara makan siang pun telah kami lewatkan.

Aq,istriku dan mbak irma mengobrol di ruang tamu, sedangkan anak-anakku bermain di halaman belakang bersama dengan anak mbak irma. Manis wajahnya dan kebaikan hatinya membuat banyak pria ingin meminangnya. Tapi, mbak irma selalu menolak dengan cara halus. Entah apa alasan dia menolak setiap pinangan pria mapan, aq tak terlalu ambil pusing karina itu urusannya.

Namaku jendri (nama samaran), seorang akuntan disebuah perusahaan di jakarta. Sedangkan rina istriku adalah seorang dokter disebuah rumah sakit di Jakarta Barat. Rumah tanggaku begitu harmonis. Sejauh ini tak pernah ada masalah berat yg menimpa keluarga kami. Aq sangat beruntung juga bangga mempunyai istri yg cantik dan berprofesi sebagai dokter. Sedangkan mbak irma adalah seorang karyawan swasta disebuah perusahaan ekspor impor di Jakarta.

Kala kami sedang asik mengobrol, tiba-tiba Hp milik istriku berdering…

“Iya halo…kan hari ini saya lagi libur, lagi nggak jaga…terus? oohh iya baik… iya 15 menit lagi saya sampai!”. Kira-kira begitu penggalan pembicaraan istriku dengan seseorang yg menelponnya.

Aq jadi penasaran karina seketika itu wajah istriku jadi panik.

“Yah, ini tadi ada panggilan mendadak dari rumah sakit. Tolong anterin aq ke rumah sakit yuk” pinta istriku.
“Bukankan hari ini kamu libur? Terus dokter jaganya kemana kog harus kamu yg ke rumah sakit? tanyaku.
“Dokter jaga baru dapet musibah mertuanya meninggal dunia, ayo Yah anterin aq sebentar!”
“Lha terus anak-anak gimana ini? mereka masih pada betah main”
“Ayah anterin aq sebentar ke rumah sakit, biar anak-anak disini dulu, biar dijaga mbak irma”
“Iya tinggal saja disini dulu biar aq jaga mereka” sambung mbak irma.

Aq pun lantas mengantar istriku. Tak sampai setengah jam kami sudah tiba di rumah sakit.
“Ayah langsung jemput anak-anak aja ya” kata istriku dengan tergesa-gesa membuka pintu mobil.
“Iya Bun, nanti kalau sudah selesai langsung telpon aq ya biar aq jemput kamu” lanjutku.
“Iya Yah, kamu hati-hatiya nyetirnya gak usah ngebut” istriku meninggalkanku.

Kupacu mobilku menuju rumah mbak irma. Sesampainya disana, mbak irma sedang membereskan piring kotor bekas makan siang kami tadi. Anak-anak pun masih asik bermain di halaman belakang.

“rina pulang jam berapa nanti?” tanya mbak irma padaku.
“kurang tahu mbak, nanti dia akan menelponku kalau sudah selesai” jawabku.
“Kamu mau makan lagi jen?”
“Gak mbak masih kenyg nih… sini mbak aq bantuin” aq menawarkan diri untuk membantu mbak irma mencuci piring.
“Udah gak usah, nanti kamu capek, mending kamu temenin anak-anak main gih”
“Gak kog mbak” lalu aq mengambil sebuah piring untuk kucuci.

Tak banyak kata disaat aq mencuci piring, hanya obrolan kecil biasa saja.

Dan tiba-tiba “Kompriiiaaaang” aq menjatuhkan sebuah piring besar. Karina terlalu licin jadi tanganku tak kuat memegangnya. Pecahan piring berhamburan di lantai. Kubereskan serpihan pecahan piring dibantu oleh mbak irma. Tanpa sengaja kaki mbak irma menginjak serpihan piring yg pecah. telapak kakinyapun terluka.Dia meringis kesakitan. Segera kuambil kotak obat yg berada di atas kulkas. Kucoba mengobati luka mbak irma dengan memberi obat merah dan menambalnya dengan hansaplast. Lukanya cukup besar dan dalam. Lalu kubantu mbak irma berjalan menuju ruang tengah.

“Pelan-pelan aja mbak jalannya. Maafin aq mbak, gara-gara aq mbak irma jadi luka gini”
“Gak papa jen namanya juga musibah”
“Bener nih mbak mau istirahat di ruang tengah?”
“Emangnya kenapa sih jen, mbak mau nemenin kamu ngobrol dulu” tanyanya.
“Gak istirahat di kamar aja mbak, mbak irma kelihatan capek banget dan butuh istirahat”
“Iya sih jen, memang aq agak kelelahan, kerjaan di kantor numpuk, belum lagi ada masalah keuangan”
“Mbak irma harus jaga kondisi, jangan terlalu ngoyo mbak. Wajah mbak irma kelihat pucat sekali”
“Yaudah kalau gitu anter mbak ke kamar aja jen”

Kupapah mbak irma menuju kamarnya. Kamarnya cukup besar dengan ranjang yg besar pula. Terlihat nyaman bila ditiduri. Ada juga sebuah lemari baju yg cukup besar, serta meja rias dengan cermin yg lebar. Kamarnya tertata rapi serta wangi. Cat kontras dengan warna cream. Kutuntun mbak irma ke atas ranjangnya, agak kurang sopan sih sebenarnya, Tapi aq sangat peduli dengan kakak iparku yg satu ini. Kubantu menaikan kakiknya yg luka ke atas ranjang, lalu dia berbaring.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Kisah Panas Pemerkosaan Brutal

“jen, kamu disini dulu aja nemenin aq” rengek mbak irma sambil menarik tanganku ketika aq hendak keluar kamarnya.
“Aduh, gak enak donk mbak kalau aq nemenin disini, nanti apa kata tetangga kalau lihat kita berdua di dalam kamar”
“Kamu tenang saja, disini mereka semua orang cuek-cuek, temenin mbak disini dulu ya” rengaknya lagi.
“Beneran gakpapa mbak?” tanyaku meyakinkan.
“Iya gakpapa. Lagian kita gak ngelakuian apa-apa kan?”
“Ohya, gimana sekolahnya si doni? lancar?” aq mencoba memulai obrolan.
“Alhamdulillah lancar, kemarin dia dapet juara pas lomba puisi”
“Waah bagus donk. Terus kerjaan mbak irma sendiri juga lancar?”
“Stop deh jangan ngomongin pekerjaan dulu. mbak lagi males nih. mbak butuh ketenangan”
“Ooo… butuh refreshing ya mbak?”
“He-eh jen, pusing banget deh kalau mikir kerjaan, butuh banget yg namanya refreshing”
“Gimana kalau minggu depan ikut acara di kantorku aja mbak? Mau ngadain jalan-jalan ke Anyer” tanyaku semangat.

Kemudian mbak irma mendekatiku. Tangannya mengelus-elus pahaku. Aq mencoba menepis tanganya. Tingkah mbak irma jadi aneh. Tangan mbak irma terus mengelus-elus pahaku. Aq jadi salah tingkah

“Mbak irma, jangan begini dong mbak” kembali aq menepis tangan mbak irma

Namun mbak irma semakin liar. Tangan mbak irma terus mengelus-elus. Kali ini mbak irma sudah berani mengelus pangkal pahaku. Dengan sedikit kasar. Namun mbak irma makin membuatku terhenyak. Mbak irma memelukku erat dan menangis.

“Mbak sudah nggak sanggup jen. mbak mau mati aja rasanya” mbak irma menangis sambil memelukku erat.
“Sabar mbak sabar.. mungkin ini cobaan dari tuhan” jawabku menenangkanya.
“Mbak mending mati aja jen…”
“Mbak, jangan ngomong gitu ah! semua ini pasti ada hikmahnya mbak”
“Aq mohon jen. tolongin mbak”
“iya mbak pasti aq tolongin. tolong untuk apa sih mbak?”

Mbak irma melepasakan pelukanya. Pipi mbak irma basah oleh air mata. Semburat kecantikan mbak irma terlihat jelas. Aq sungguh menyaygi kakak iparku ini. Terlihat di matanya masih meneteskan air mata. Ia masih menangis. Kemudian ia mengecup bibirku. Aq sungguh terkejut. Aq melepaskan kecupan mbak irma

“Sudah mbak, jangan begini mbak”
“tolong mbak jen..”
“Iya mbak, tapi tolong apa?” tanyaku bingung.

Kemudian mbak irma kembali mencium bibirku, tanganya melingkar di pinggulku dan mencengkram kuat pinggangku. Mbak irma melumat bibirku dengan buas. Aq hanya diam tak membalas. Aq melepaskan lumatan mbak irma

“Mbak ingat mbak, aq ini adik iparmu. jangan begini mbak”

Mbak irma tak mengeluarkan sepatah kata pun. Mbak irma hanya diam, kemudian kembali mencium bibirku. jari-jari tangan mbak irma memainkan puting susuku. Aq mulai terangsang. Batang kemaluanku tegang seketika. Aq bingung harus berbuat apa. Mbak irma pun semakin buas. jari tangan kanannya memainkan puting susuku, dan yg kiri merayapi pangkal pahaku. Aq kali ini benar-benar terangsang olehnya. Otakku mencerna kemauan mbak irma. IA BUTUH BELAIAN SEORANG LAKI-LAKI. batinku berkecamuk, antara nafsu dan statusku sebagai istri adik kandungnya. namun tangan mbak irma benar-benar lihay meraba-raba titik hasrat sexsualku. Aq pun membalas ciuman mbak irma.

Tak lama kami berciuman. Tangan mbak irma sudah membuka kancing celanaku. merogoh isinya. lalu aq direbahkan di tempat tidurnya. Pintu kamar sudah tertutup rapat. Aq tak berani untuk menatap wajah mbak irma yg cantik. Aq akui, mbak irma sangat cantik. Batang kemaluanku tegang mengeras. Mbak irma melontarkan senyum. Dengan ceoat ia menyepong batang kemaluanku.

Nakal.. binal.. liar.. lidahnya sungguh lincah, mulutnya nakal. Dan tangannya aktif menggengam batang kemaluanku. Kini aq sudah dalam keadaan bugil.

Aq masih terlentang dengan batang kemaluan tegak mengeras. Mbak irma dihadapanku, memamerkan lekuk tubuh indahnya. Mbak irma telah melupakan rasa sakit dikakinya akibat tergores pecahan piring. Dengan perlahan mbak irma melepas bajunya.

Melepas BH. Dan dua tonjolan toket yg masih padat dengan puting kecoklatan yg sangat mengairahkan. Toket bulat padat, dengan ukuran yg tdk terlalu besar membuat hasratku melambuh tinggi. Lalu, dengan perlahan ia membuka kancing dan melepas rok ia kenakan. Kali ini Mbak irma berdiri di hadapanku. Tubuhnya sangat indah walaupun tdk terlalu tinggi, namun kemolekan tubuhnya sangat menggoda. lekukan pinggulnya yg eksotis

Kulitnya yg putih mulus bak bintang bokep jepang. Aq benar-benar berhasrat. Bulu halus dan sedikit menghiasi daerah kemaluannya

Mbak irma kembali menunduk menyepong batang kemaluanku. Aq merasakan nikmat luar biasa. Dua biji pelerku pun di lumatnya. Tubuhku bergetar kenikmatan. Lidah mbak irma sungguh lihay memainkan kemaluanku. Hingga kemaluanku benar-benar basah oleh ludahnya. Aq tak tahan dengan godaan toket Mbak irma.

Aq bangkit dan langsung menindih tubuh mbak irma. Mbak irma hanya terseyum binal. Ku kulum puting susu mbak irma. Meremas-remas toketnya. Matanya terpejam, dan mengeluarkan desahan. Lidahku pun tak kalah lihay memainkan puting susu mbak irma.

Mbak irma terlihat begitu bernafsu. Lidahku perlahan menuju kemaluannya. Dengan jilatan lembut, sedikit demi sedikit menurun. Hingga samapi di itilnya. Rambut kemaluanya tak lebat. Kujilat lembut itilnya, ia mendesah. Kini sudah kulumat kemaluanya. Dan desahannya makin sering.

Tak sabar ingin kumasukkan batang kemlaunaku ke dalam lubang kemaluan mbak irma. Mbak irma mengangkangkan lebar kedua kakinya. Kemaluanya melambai memanggil batang kemaluanku. Senyuman binal kembali terlontar dari bibirnya. Aq sudah tak malu lagi.

Kini nafsu menguasai diriku. Mbak irma terlentang dengan kaki mengangkang lebar. Batang kemaluanku sudah siap menghujam lubang kemalauannya. Dengan sedikit gesekkan-gesekkan di bibir kemaluannya. Kemudian dengan pelan tapi pasti kutusukkan batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan mbak irma.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Pembantu Bikin Ketagihan Ngesex

Matanya terpejam, merintih, bibirnya digigit. Tanganya mencengkram sprei. Sedikit demi sedikit batang kemaluanku sudah masuk ke dalam lubang kemaluan mbak irma. sungguh hangat.

Dengan tempo beraturan kumainkan batang kemaluanku. keluar masuk. Menari di dalam lubang kemaluan mbak irma. mulanya ia hanya merintih, namun kali ini desahan dan erangan yg keluar dari mulut mbak irma.

Dengan tempo yg cukup santai aq benar-benar menikmati perstubuhanku dengan mbak irma. Wajahnya binal. Senyumnya nakal dan desahanya membuatku makin berhasrat. Tanganku meremas-remas toketnya. Jariku memilin-milin puting susunya.

Benar-benar nikmat kemaluan mbak irma. Mbak irma ini sangat pintar merawat kemaluannya. Tubuhku penuh dengan peluh. Hembusan udara sejuk AC pun sudah tak terasa.

Tempo permainan kupercepat. Gerakan pinggulku makin kencang. Batng kemaluanku keluar masuk menghujam lubang kemaluan mbak irma. Suara yg di timbulkan dari hentakan membuat suasana makin hot. Remasan-remasanku makin kuat pada toketnya. Sesekali tak kulewatkan menjilati puting susunya. Menghisap puting susunya dan mengigit pelan puting susunya. Mbak irma hanya mendesah dan mengerang kenikmatan. Peluh juga membasahi dahi mbak irma.

“Mbak irma aq mau ke..keluarr”
“Keluarin pejuhmu di dalam aja jen.. nggak papa kok”

Dengan bebearapa hentakan kencang, batang kemaluanku menyemprtokan lendir kenikmatan di dalam lubang kemaluan mbak irma. Satu teriakan tak kuat keluar dari mulutnya.

Kemaluan mbak irma banjir oleh lendir kenikmatanku. Rasanya benar-benar nikmat. Tak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Terus ku pompa lendir kenikmatanku, kumuntahkan semua lendir kenikmatanku di dalam lubang kemaluan mbak irma. rasanya sungguh nikmat luar biasa.

Setelah itu, kami berdua mandi bersama. Kembali bersetubuh di kamar mandi. Aq tak memikirkan keluargaku. Aq hanya ingin bersetubuh dengan mbak irma.

Setelah kejadian itu, kini mbak irma tak segan mengundangku untuk berkunjung ke rumahnya. Tentu saja tujuanya hanya satu “berhungan intim. Kami sepakat bahwa hubungan kami hanya sebatas pelepasan hasrat sex semata, tak lebih. Sampai saat ini pun istriku tak mengetahui hubungan kami, biar kisah ini kusimpan dalam-dalam. hanyak aq dan mbak irma yg tau.

author