Cerita Sex Hot: Terhanyut Dosa

No comment 9776 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita–  Ilham adalah anak tunggal. Keluarga Ilham adalah keluarga yg kaya untuk ukuran kampung. Keluarga mereka mempunyai berhektar-hektar tanah, puluhan sapi, ratusan kambing dan ayam. Hanya 2 keluarga di desa itu yg memiliki truk dan mobil pick up, itulah keluarga Ilham dan keluarga Pak Haji Rudi. Namun keluarga Joko masih lebih kaya dari pada keluarga Pak Haji Rudi. Inilah alasan mengapa Bapaknya Joko yg bernama Toni adalah lurah di desanya. Juga karena itulah Ibunya, Asih, yg dulu bekas kembang desa mau menikah dgn Bapaknya Ilham, sedangkan Bapaknya Ilham adalah lelaki pendek gemuk dan wajahnya tdklah ganteng.

cerita-sex-hot-terhanyut-dosa

Dikarenakan keluarga Joko adalah keluarga yg kaya, maka sedari kecil Joko mendapatkan segala macam fasilitas yg tdk dimiliki orang lain di kampung, seperti video player VHS. Bahkan keluarga Pak Haji hanya memiliki video player Betamax yg gambarnya tak sebagus VHS. Suatu kali setelah pulang bertamasya dari Jakarta, Bapaknya Joko membeli video bokep. Berhubung Joko anak kreatif dan nakal, maka suatu ketika didapatkannya video itu di lemari penyimpanan uang Bapaknya. Biasanya Joko suka mengambil uang dari situ sedikit-sedikit, namun kali ini ia tertarik dgn video itu. Maka, jadilah Joko dewasa sebelum waktunya ketika menonton film biru itu.

Joko adalah anak yg banyak ingin tahunya. Lama-kelamaan, hanya menonton video saja tdk cukup, maka ia memberanikan diri mengintip kamar orangtuanya ketika malam tiba. Joko masih ingat ketika pertama kali melihat siaran langsung persetubuhan orangtuanya. Kedua orang tuanya tdk memakai baju sehelaipun. Bapaknya yg pendek itu sedang menindih ibunya yg langsing dan lebih tinggi. Kedua tubuh mereka berkeringat.

Bapaknya memeluk erat ibunya sehingga tubuh ibunya tdk terlihat dgn jelas. Kepala Bapaknya rapat sekali menempel di dada ibunya. Tampaknya Bapaknya Joko sedang nenen. Pantat Bapaknya bergerak naik turun, kontol Bapaknya yg tdk terlalu besar tampak menumbuki liang senggama ibunya.

“Tempikmu legit tenan, Jeng…. Wuenak, Jeung……. Kamu enak tdk, Jeung?”
“Ya enak tho, Pak…. Teruskan saja….. enak, pak…..”

Joko dapat mendengar suara mereka dari tempatnya mengintip. Bapaknya terdengar sangat antusias dan penuh nafsu. Namun, suara ibunya hampir terasa datar di telinga Joko. Jauh sekali dari apa yg ditontonnya di video. Di video bokep yg ditontonnya, suara wanita yg disenggamai jauh lebih bernafsu, jauh lebih manja dan jauh lebih antusias. Namun, Joko berfikir bahwa mungkin saja memang watak ibunya begitu. Toh, selama ini memang ibunya terkesan pendiam dan tdk banyak tingkah. Anggun, kata orang-orang mengenai ibunya itu.

Tak lama Bapaknya mengejang dan menghentikkan hujamannya yg bertubi-tubi, pantatnya ditekan keras kebawah. Bapaknya Joko melenguh. Akhirnya setelah itu Bapaknya membalikkan badannya untuk rebah di samping isterinya.

Kali ini Joko dapat melihat tubuh ibunya. Ibunya yg langsing itu memiliki payudara yg bulat dan mancung. Bulatannya hampir sebesar buah lontar, dgn puting susu berdiameter sebesar tutup spidol kecil dan panjangnya tiga perempat tutup spidol kecil itu. Kedua payudara itu terletak dgn manisnya di atas tubuh ibunya yg ramping dan langsing.

Walaupun tdk memiliki otot perut seperti bintang film bokep yg terlihat keras karena latihan sit-up, perut ibunya itu menunjukkan perut tanpa lemak yg dihiasi oleh pusar yg terlihat hanya sebagai lubang kecil gelap. Sementara, selangkangan ibunya dihiasi bulu-bulu keriting yg dicukur rapi berbentuk segitiga, menghiasi bibir kemaluan ibunya yg tampak sedikit saja merekah karena habis dientot. Sperma Bapak dapat dilihat mengalir perlahan keluar dari lubang memek ibunya itu.

Saat itulah Joko mendapati dirinya terobsesi dgn tubuh ibunya. Joko ingin sekali dapat merasakan kenikmatan menggauli ibunya yg seksi itu. Semenjak saat itu, ibunya menjadi objek fantasi seksual Joko.

BAB SATU

Joko MELIHAT Chandra BERAKSI

Joko memiliki teman karib bernama Chandra. Anak petani bernama Riki. Chandra adalah salah satu murid pintar di kelasnya, yg karenanya menjadi alasan pertemanan mereka. Baik Joko maupun Chandra adalah dua murid teratas di kelas mereka. Berhubung Chandra hanya anak petani biasa dan tdk memiliki banyak akses ke buku-buku maupun tv dan lain-lain, maka Joko selalu menjadi ranking satu dan ranking duanya adalah Chandra.

Chandra tiap hari berkunjung ke rumah Joko. Banyak sekali yg dapat mereka lakukan bersama. Mulai dari berbincang-bincang, berdebat, belajar bahkan juga untuk nonton video bokep di kamar Joko. Joko pulalah yg mengajarkan Chandra untuk masturbasi. Dan menjadi kebiasaan mereka setelah itu adalah ngeloco sambil membayangkan ibu mereka masing-masing.

Obsesi pada ibu kandung adalah obsesi mereka berdua. Ini menyebabkan pertemanan mereka semakin erat. Minat mereka kebanyakan sama. Mereka tdk lagi canggung membuka rahasia hati mereka kepada satu sama lain.

Tp akhir-akhir ini Chandra jarang bermain ke rumah Joko. Joko menjadi penasaran. Apakah ini berarti Chandra sdh tdk mau lagi bergaul denganya? Apakah Chandra sdh punya teman baru yg lebih baik? Joko telah menanyakan hal ini kepada Chandra, namun Chandra hanya menjawab bahwa kini ia membantu ibunya di rumah, karena kasihan ibunya capek.

Sdh tiga bulan Chandra tdk main ke rumah Joko. Maka, Joko memutuskan untuk melihat apakah benar Chandra membantu ibunya, atau malah bermain dgn temannya yg lain. Maka setelah pulang sekolah dan sampai rumah, Joko bergegas ganti baju dan pergi ke rumah Chandra.

Rumah Chandra sepi sekali. Pagar depannya ditutup. Namun, karena ini adalah desa yg damai maka pagar tdk pernah dikunci. Joko lalu memasuki pekarangan rumah Chandra. Joko menimbang-nimbang apakah ia akan mengetuk pintu atau tdk. Pikir punya pikir, Joko memutuskan untuk mengendap-endap dan mengitari rumah Chandra dan melihat situasi. Bila Chandra tdk ada, toh pasti ada ibunya Chandra yg cantik dan bohai itu. Bolehlah Joko mengintip sedikit.

Dgn hati berdebar-debar Joko mengitari rumah. Ada jalan kecil dari pekarangan antara rumah dan pagar, bukan berupa jalan rata, tp hanya rumput yg rapi dipotong. Di belakang rumah adalah tempat sumur pompa dan kamar mandi. Mungkin ibunya Chandra sedang mencuci piring. Berhubung sering juga Joko bermain ke situ, maka ia tahu biasanya ibunya Chandra memakai kain yg dilibat, kadang terlihat ia memakai kutang, kadang tdk, tp pakai atau tdk, belahan dada ibunya Chandra pasti terlihat.

Terdengar suara Chandra dan ibunya yg sedang berbicara sambil tertawa-tawa. Rupanya Chandra tdk bohong, batin Joko. Apalagi terdengar dentingan suara barang pecah-belah. Tampaknya sedang ada yg cuci piring. Akhirnya, Joko sampai di ujung rumah yg untungnya memiliki pohon jambu yg rimbun dan dihiasi oleh batu kali dan semak yg membuat Joko tdk terlihat dan juga dari situ ia dapat melihat baik sisi kamar mandi maupun belakang rumah dan sumur pompa di tengah keduanya, dari situ ia melihat Chandra dan ibunya sedang cuci piring sambil tertawa dan bercanda.

Chandra bertugas mencuci dgn sabut sementara ibunya bertugas membilas piring lalu menaruhnya di baskom besar yg kering.

“Jangan buru-buru begitu dong, anakku….” Kata Tutik, ibu Chandra yg membuat Joko heran, karena suara ibunya Chandra itu terdengar bermanja-manja.
“Ibu kayak enggak tahu aja. Udah ga sabar nih…”

Sementara Chandra mencuci piring terakhir cepat-cepat lalu memberikannya kepada ibunya. Ibunya tertawa genit sambil mencubit lengan Chandra dan berkata,
“Dasar lelaki….. “

Joko menjadi bingung. Kok mesra amat si Chandra dgn ibunya. Joko menjadi iri. Andaikan saja ibunya seperti ini, begitu dekat bagai teman sebaya. Pasti keadaan rumah menjadi lebih cerah dan Bahagia.

Saat itu matahari masih terik menyinari bumi. Mereka cuci piring di depan kamar mandi. Cuaca hari itu panas sekali. Chandra dan ibunya sdh mandi keringat, begitu pula Joko. Joko tiba-tiba saja horny melihat Tutik yg berbalut kain tanpa kutang itu menunjukkan kulit putih yg mengkilat karena air keringat. Bau tubuh ibunya Chandra itu kayak apa, ya? Pasti wangi, pikir Joko.

Ibunya Chandra menaruh piring terakhir di baskom kering lalu berjalan menuju dipan di dekat situ persis menempel di tembok kayu dinding rumah, lalu duduk di dipan dgn bersandar di tembok kayu itu. Dipan itu agak panjang sehingga kalau untuk duduk dapatlah tiga atau empat orang duduk di sana.

Chandra mencuci tangannya lalu duduk di sebelah ibunya, kalau dari posisi Joko maka ibu Chandra lebih dekat ke Joko, namun karena posisi Joko di belakang pohon dan batu itu ada di tengah-tengah, maka posisi Chandra di sebelah kiri Joko, sekitar jam 10, kalau mau menggunakan istilah tentara. Ibunya Chandra kemudian mengusap dahinya yg berkeringat dgn punggung tangan kirinnya sehingga memperlihatkan ketek putih yg berbulu halus. Tiba-tiba saja Joko kaget melihat Chandra menyodorkan kepalanya dan menempelkan hidungnya ke ketek ibunya itu. Astaga! Apa-apaan ini?

Joko menygka ibunya Chandra akan memarahi anak itu, namun yg mengherankan Joko, Tutik malah tersenyum saja dan membiarkan anaknya itu.

“Harumnya ketek ibu…..”

Chandra menggunakan tangan kirinya melingkari perut ibunya dan memeluk perempuan itu. Tutik mendesah yg membuat Joko menelan ludahnya. Ada permainan gila di sini! Chandra memang semprul! Tentu saja Chandra tdk mau ke rumah Joko, di rumah Chandra ada yg lebih seru, rupanya!

Joko hanya dapat meneguk ludah berkali-kali ketika melihat Chandra mulai beraksi. Chandra mulai menjilati ketek ibunya dgn lahap. Tutik hanya mendesah-desah saja sambil terkadang tertawa kecil. Tiba-tiba tangan kiri Chandra menarik kain ibunya dgn keras sehingga kain itu terjatuh. Ternyata Tutik telanjang bulat di balik kain itu!
Tubuh semok Tutik yg putih kini menjadi pemandangan indah bagi Joko. Tubuh ibu Chandra memang tak seramping ibu Joko, namun walaupun agak gemuk, namun gemuknya Tutik sungguh menawan hati. Kedua payudaranya yg besar walaupun sedikit turun tetap memberikan setrum syahwat ke kontol Joko. Joko terpaksa melorotkan celananya dan mulai mengusap-usap kontolnya sendiri.

Sementara secara cepat kain Tutik telah dilempar Chandra ke dipan di sampingnya sehingga kini Joko dapat melihat perut Tutik yg sedikit buncit dan juga selangkangan Tutik yg penuh jembut. Tangan kiri Chandra mulai meremasi payudara kanan ibu kandungnya itu, sementara lidah Chandra berkali-kali menyapu ketiak ibunya membasahi bulu ketek halus yg menjaga ketiak itu.

Tak lama Chandra berdiri lalu melepaskan celana pendeknya sehingga kini Chandra pun bugil. Sementara itu Tutik merebahkan diri di dipan menunggu serangan lanjutan. Chandra tak mau hilang tempo dan bergegas menindih ibunya tanpa memasukkan dulu kontolnya. Rupanya masih mau foreplay.

Joko makin mempercepat tangannya yg sedang meloco zakarnya sendiri namun matanya tdk terpejam dan memelototi terus gerakan ibu dan anak itu.

Chandra menindih ibunya. Mereka berdua kini berpelukan dan mulai berciuman dgn hot. Tak dipercayainya ibunya Chandra yg terlihat lugu dan pemalu selama ini menunjukkan cara berciuman yg sangat panas. Lidah Tutik dan anaknya beradu berkali-kali saling menjilat dan terkadang meminum ludah campuran mereka berdua. Campuran ludah itu semakin banyak karena mereka berciuman seperti hewan buas yg penuh nafsu liar. Ada juice ludah yg mengalir perlahan keluar dari pinggir mulut Tutik dan turun ke lehernya.

Chandra mengangkat kepalanya, mulutnya berkomat-kamit mengumpulkan ludah lalu perlahan dikeluarkannya ludahnya yg sdh banyak itu ke atas mulut ibunya yg kini sedang terbuka dgn lidah menjulur ke luar. Ludah Chandra yg pekat perlahan menetes ke lidah ibunya yg terjulur. Joko dapat melihat busa dan cairan ludah Chandra perlahan jatuh ke lidah ibunya. Setelah ludah di mulut Chandra habis, Tutik menarik lidahnya lalu menelan ludah anaknya itu. Mereka berciuman lagi. Kali ini lebih hot.

“Jun haus. Mau minum teh tawar.”

Chandra bangkit, ibunya bangkit pula. Ibunya dgn telanjang bulat masuk ke dalam rumah sementara Chandra yg kontolnya telah tegang gantian tidur di dipan itu. Tak lama ibunya datang membawa teko teh dan gelas. Ia menuang teh itu ke dalam gelas. Lalu teko dan gelas itu di taruh di meja di samping dipan, di bagian atas kepala Chandra.

“ibu udah gosok gigi?”
“Belum. Mandi juga belum.”
“gitu baru istriku..”

Joko tersentak kaget. Chandra memanggil ibu kandungnya sebagai isteri? Hebat juga….

Tutik bersimpuh di atas tubuh Chandra. Sebelumnya, kontol Chandra di tarik dulu ke atas sehingga sejajar dgn perut Chandra. Tutik lalu duduk lalu menindih Chandra. Kedua dada mereka menempel. Tutik mengambil gelas teh itu lalu meminumnya namun tdk ditelan. Tutik kumur-kumur cukup lama. Sambil memegang gelas, Tutik mengarahkan mulutnya ke mulut Chandra.

Chandra membuka mulutnya. Perlahan Tutik memuntahkan teh itu kedalam mulut Chandra hingga habis sementara Chandra meminumnya dgn antusias. Proses itu terus diulang hingga akhirnya gelas itu habis. Selalu Tutik berkumur air teh sebelum menyuapinya ke anaknya.

“lagi, anakku?”
“lagi, ibuku yg melahirkanku….”

Maka Tutik kembali menyuapi air teh dari mulutnya ke dalam mulut anaknya berkali-kali. Tehnya tampak panas karena ada uap yg keluar walau tdk tebal, menjadikan kedua insan itu kini bertambah gerah dan keringat mengucur begitu deras di kedua tubuh mereka yg telanjang. Kedua tangan Chandra sepanjang proses minum ini mengelus punggung dan pantat ibunya dari atas ke bawah ke atas ke bawah lagi dan seterusnya.

Akhirnya teh itu habis. Namun kini Tutik yg berusaha mengeluarkan ludah dari tenggorokannya dan akhirnya mulai mengalirkan ludahnya ke dalam mulut anaknya. Chandra meminum ludah ibunya lalu mereka mulai berciuman lagi, kali ini ganas sekali . bibir mereka berpagutan liar, kepala mereka bergoyang ke kanan ke kiri berusaha mencapai tiap jengkal bibir lawan mereka. Lidah mereka saling menjilati dan memasuki rongga mulut satu sama lain. Ludah mereka kadang beruntai menyatu bagaikan kalung liur yg menyatukan lidah mereka. Mereka saling meludahi lidah dan menelan liur lawan mainnya. Bibir mereka sdh basah oleh cairan ludah masing-masing.

Tutik tiba-tiba mengangkat tubuhnya sehingga duduk, mengarahkan kontol anaknya ke liang senggamanya sehingga kepala kontol Chandra tepat di depan lubang kehormatannya, lalu secepat kilat menduduki kontol itu sehingga kontol besar Chandra ambles ke dalam liang senggamanya.

Mereka berciuman lagi, namun kali ini kedua pantat mereka bergoyang-goyang mengikuti irama persetubuhan terlarang. Joko melihat persetubuhan ini menjadi gelap mata dan mengocoki kontolnya dgn liar. Tubuh seksi ibu Chandra yg putih, sekal dan basah oleh keringat itu sungguh idaman lelaki normal. Bunyi benturan selangkangan bagaikan music erotis yg sangat indah di kuping Joko. Samar-samar Joko mencium bau yg aneh. Rupanya ini bau memek ibunya Chandra. Sungguh menggairahkan. Joko jadi penasaran bau tubuh ibunya sendiri bagaimana, ya?

Tutik menyodorkan buah dadanya kepada anaknya. Chandra secara lahap mengenyoti payudara kanan ibunya sementara tangan kirinya asyik meremasi payudara yg sebelah kiri. Tutik mulai berteriak-teriak karena nikmat persetubuhan. Suaranya begitu syahdu, bagaikan teriakan bintang bokep membuat Joko bertambah nafsu menyaksikannya. Kocokan Joko pada burungnya sekarang semakin seirama dgn gerakan Chandra dan ibunya yg sedang menari tarian seksual itu.

Kedua pantat ibu dan anak itu semakin cepat saling menumbuk dan menarik, hanyut dalam sensasi nikmat bersenggama. Mereka berdua terbuai nikmatnya rasa dua kelamin berlainan jenis yg bersatu dan bergesekkan. Perasaan nikmat itu terus menerus bertambah seiring semakin cepatnya kontol Chandra menggosoki liang senggama milik ibunya, yg menyebabkan Joko juga menyesuaikan kecepatan kocokan kontolnya, seakan-akan Jokolah yg sedang bersetubuh dgn Tutik.

Bau kelamin Tutik yg basah begitu kuatnya, apalagi Tutik belum mandi. Joko begitu mabuk akan bau ini sehingga ingin sekali ia nimbrung kegiatan tabu ibu dan anak itu, namun Joko merasa cukup hanya dgn meloco sambil mengintipi persenggamaan Joko dan ibunya. Sehingga ia berusaha menekan keinginannya itu dan melampiaskan pada kocokannya di kontolnya sendiri.

Sementara itu, kedua selangkangan ibu dan anak itu sekarang berbenturan keras sekali sehingga bunyinya sangat jelas terdengar, kedua pantat ibu dan anak itu bergerak pada kecepatan penuh dan seirama. Sungguh indahnya persenggamaan ini sehingga membuat Joko sangat iri. Joko melihat kedua tubuh insan sedarah itu yg kini sdh penuh keringat, tampak mengkilat terkena cahaya matahari dan kedua tubuh itu bergerak seirama bagaikan dua penari yg sdh melatih tarian mereka berkali-kali dan sdh hafal dgn gerakan-gerakan yg harus dilakukan.

Tiba-tiba saja Tutik melenguh dan melengkungkan punggungnya sambil berteriak, Chandra pun berteriak tanda sdh mengalami orgasme. Keduanya tampak menekankan selangkangan mereka satu sama lain serentak dan penuh dgn tenaga. Akhirnya keduanya terkulai di dipan itu menyebabkan Joko akhirnya ejakulasi dan menyemproti batu di samping pohon besar itu dgn spermanya. Tak lama Chandra dan ibunya masuk rumah dan Joko segera bergegas pergi setelah memakai celananya lagi.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: SANG PEMIKAT

BAB DUA

Joko MENCARI CARA

Semenjak saat itu, Joko menjadi terobsesi dgn perhubungan terlarang sedarah. Joko memang sangat bernafsu melihat Chandra dan ibunya, tetapi bukan berarti Joko ingin menyetubuhi ibunya Chandra, melainkan ia ingin merasakan persetubuhan dgn ibunya sendiri. Bukankah sebenarnya ide ini adalah idenya sendiri? Chandra pasti mendapatkan ide dari Joko ketika mereka bareng-bareng meloco di kamar Joko. Ternyata Chandra yg terlebih dahulu mewujudkannya. Dasar anak bandel yg beruntung!

Apalagi, di mata Joko, ibunya memiliki tubuh yg jauh lebih seksi dibanding ibunya Chandra. Tubuh ibunya Joko lebih ramping. Tentu saja, buah dada ibunya Chandra lebih besar, namun di mata Joko, Tutik ibu Chandra itu, sedikit agak gemuk. Di lain pihak, ibu Joko memiliki badan bak model di majalah saja. Tentu saja ini karena ibunya Joko tiap hari senam. Di rumahnya, ibunya punya video senam dari luar negeri, sehingga memang latihan yg ibunya lakukan sesuai dgn teori dan ilmu kesehatan dari Amerika.

Joko sempat berfikir untuk menanyakan kepada Chandra mengenai cara untuk membuat ibu kandungnya mau untuk tidur denganya. Namun, setelah difikir lebih jauh, ini berarti mengakui bahwa Joko pernah melihat Chandra dan ibunya bersenggama. Selain itu, Joko juga merasa gengsi. Bukankah selama ini Joko lebih pintar dari Chandra? Bukankah Joko yg selalu jadi juara satu di sekolah? Maka, bila Chandra berhasil mendapatkan tubuh ibu kandung sendiri, tentunya Joko yg jauh lebih pintar mampu juga melakukannya. Selain itu, Joko merasa bahwa ia akan lebih puas untuk mencapai tujuannya dgn tanpa bantuan orang lain.

Joko akhirnya memutuskan untuk menggali potensi dirinya sendiri. Nilai apakah yg ia punyai yg tdk dipunyai orang lain? Bahkan tdk dipunyai si Chandra? Mengenai kecerdasan, Joko yakin dgn dirinya sendiri. Namun, ada lagi sesuatu yg hanya ia ketahui yg orang lain tdk tahu. Joko memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Joko pernah membaca buku mengenai kemampuan ini, dan menurut buku itu, kemampuan Joko adalah kemampuan untuk mensugesti orang lain agar mengikuti keinginan Pribadi. Kemampuan ini, dapat dikembangkan menjadi hipnotis bahkan semacam cuci otak.

Selama ini Joko dapat memperoleh apapun yg ia inginkan dari kedua orangtuanya. Kamarnya penuh barang elektronika, mulai dari video player, audio sound system, bahkan motorpun diberikan ayahnya kepadanya. Pada mulanya, Joko menganggap bahwa karena ia anak tunggal maka segala permintaannya dipenuhi oleh kedua orangtuanya. Namun, seiring waktu berjalan, Joko mengalami berbagai hal yg membuat ia yakin akan kemampuannya untuk membujuk orang lain.

Joko adalah anak yg pintar. Anak yg pintar pastilah kreatif, dan anak kreatif pastilah bandel. Dan Joko adalah anak yg bandel sekali. Pernah satu kali ketika ia masih kelas empat SD, Joko dan Chandra nyolong rambutan di tanahnya Pak Haji Rudi. Pak Haji Rudi dan ayah Joko bisa dibilang adalah saingan di desa mereka. Ada ketegangan di antara dua orang itu, dan Pak Haji tdk sungkan-sungkan memperlihatkan ketdk senangannya kepada ayah Joko.

Nah, saat Joko dan Chandra mencuri rambutan itu, Pak Haji Rudi datang dan memergoki mereka. Pak Haji mengambil tongkat dan mengejar ke pohon rambutan itu. Chandra yg memiliki fisik lebih baik dari Joko berhasil kabur sementara Joko tertangkap basah. Pak Haji saat itu ingin menghajar Joko, namun Joko yg menangis segera memohon Pak Haji agar tdk menghukumnya. Joko hanya ingat saat itu kepalanya serasa ringan dan tiba-tiba saja Pak Haji menyuruh Joko pulang.

Pernah juga, ketika Joko masih kelas enam SD, ia dan Chandra dan teman-temannya bermain ke desa tetangga. Mereka di sana ‘ngadu’ bola. Mereka menang. Namun pihak tuan rumah tdk terima dan mulai menyerang mereka. Joko merasa ketakutan, namun Ia merasakan lagi sensasi kepala yg serasa ringan, lalu entah dgn keberanian dari mana, ia pasang badan lalu berteriak dan minta semuanya tenang dan jangan berkelahi. Anehnya, semua orang yg tadinya sedang kalap jadi terdiam dan perkelahian pun terhindarkan.

Ada lagi kejadian yg baru-baru ini. Joko suatu ketika belajar kelompok di rumah temannya yg bernama Adi di desa tetangga. Ayah Adi adalah Kepala Kodim yg bertubuh tinggi besar dan berpengaruh bukan saja di desanya sendiri, tetapi juga di desa sekelilingnya, berhubung jabatannya. Ayah Adi tinggi besar dan hitam, namun memiliki isteri yg cantik bernama Ibu Ambar. Joko, Adi dan teman-teman belajar kelompok hingga sore. Selesai belajar mereka sepakat bermain petak umpet. Maklum, anak satu SMP.

Kebetulan Adi jaga, lalu Joko dan yg lain berpencar. Tdk terasa, Joko tiba di halaman belakang dan berjalan ke samping rumah. Di samping rumah ada pohon jambu besar. Joko mendapat ide untuk naik ke sana. Akhirnya Ia sampai di cabang yg besar yg menempel di dinding rumah. Ternyata cabang itu menempel di dinding yg sebelahnya ada jendela yg tdk berkaca. Otomatis Adi melihat jendela itu. Tak disangka, ternyata itu adalah jendela kamar mandi. Dan lebih tak disangka lagi, Ibunya Adi sedang mandi di dalam situ!

Joko terkejut mulanya, namun akhirnya menyadari bahwa ia mendapatkan suguhan menarik dari dalam kamar mandi itu. Ibunya Adi adalah perempuan Jawa berkulit kuning langsat. Tubuhnya kecil imut setinggi 155 cm, dgn pinggul agak lebar namun dadanya begitu mancung dan kokoh dihiasi pentil dan areola kecoklatan. Jembutnya lebat namun dicukur rapi sehingga tdk berantakan. Badannya bersinar karena basah dan diterangi lampu neon kamar mandi. Serta merta Joko konak.

Joko begitu menikmati ketelanjangan ibunya Adi sehingga tak disadarinya bahwa Pak Bambang sdh di bawah pohon. Ketika Pak Bambang menegur Joko setengah berteriak, Joko menjadi begitu kaget sehingga hampir jatuh. Ibunya Adi berseru kaget dari dalam kamar mandi, sementara Pak Bambang mulai marah-marah dan menyuruh Joko turun.

Joko ketakutan dan gemetar, namun kepalanya serasa ringan lagi dan kali itu Joko mengetahui bahwa ia harus membujuk Pak Bambang agar tdk marah. Dgn terbata-bata Joko menenangkan Pak Bambang dan minta untuk melupakan kejadian ini. Beberapa saat kemudian Pak Bambang pergi begitu saja. Joko menoleh ke kamar mandi dan tampak Ibu Ambar sedang melilitkan handuknya sambil menatap jendela dgn sinar kemarahan.

Joko yg kepalanya masih terasa ringan segera mendekati jendela dan berkata,

“Bu Ambar mandi saja. Ga apa-apa kok. Anggap aja Joko ga ada.”

Tiba-tiba saja tatapan Ibu Ambar seakan kosong sejenak. Kemudian perempuan itu membuka handuknya dan melanjutkan untuk mandi. Joko kembali konak. Ingin rasanya ia masuk kekamar mandi, namun ia masih merasa takut dan deg-degan sehingga akhirnya ia merasa cukup puas dgn hanya menonton perempuan itu mandi sambil ngeloco hingga akhirnya ia menyemprotkan maninya di dinding rumah.

Ya, Joko merasa bahwa ia memiliki bakat untuk mempengaruhi orang lain. Ia harus berusaha mengasah ketrampilan ini. Ada dua pilihan bagi Joko. Satu, adalah belajar secara otodidak dan kedua, adalah untuk mencari guru. Pilihan pertama tentu akan menjadi sulit, karena belajar macam ini membutuhkan percobaan-percobaan dan pastinya banyak kegagalan. Pilihan kedua tentu menjadi mudah, namun masalahnya, kepada siapakah ia harus berguru?

Akhirnya selama seminggu Joko terus putar otak untuk melatih ketrampilannya ini. Dicobanya di rumah untuk mempengaruhi pembantu-pembantu atau bahkan orang tuanya untuk memenuhi keinginannya yg sepele seperti memijitinya, mengambilkan minum dan lain-lain, namun Joko tdk mengalami sensasi kepala yg berasa ringan sehingga ia tdk berhasil dalam percobaannya. Tdk ada kelinci percobaannya yg mengalami tatapan kosong seperti ibu Ambar sehingga ia berkesimpulan bahwa kekuatannya muncul bilamana ia sedang dalam keadaan ketakutan.

Namun, untuk mencapai situasi di mana dirinya sampai ketakutan sangatlah riskan. Bisa saja ia coba untuk menjadi bandel, tp tdk ada kepastian bahwa nanti kekuatannya muncul di saat dibutuhkan. Bila ia ada di situasi yg berbahaya dan kekuatannya tdk timbul, tentunya segala sesuatunya akan menjadi rumit dan mengancam keselamatannya sendiri. Joko menjadi semakin pusing mencari akal untuk mengasah ketrampilannya ini.

Namun, akhirnya solusinya itu datang sendiri. Suatu hari, waktu itu malam minggu, Joko dan lima orang temannya bermain ke desa tetangga. Saat itu Chandra tdk ikut, dan Joko juga memakluminya. Bila Joko memiliki nasib yg sama dgn Chandra, yaitu memperoleh ibu kandung sebagai obyek seks, maka dipastikan Jokopun akan emoh bermain keluar. Lebih baik di dalam rumah saja dan menggarap ladang ibunya.

Desa tetangga sedang ada layar tancap. Banyak sekali orang, baik muda maupun tua yg datang kesana. Bukan hanya dari desa itu sendiri, melainkan dari berbagai desa sekitar daerah itu. Layar tancap diadakan di sebuah tempat luas di sebuah bukit tak jauh dari desa itu. Berbagai pedagang musiman muncul di situ. Tukang makanan, minuman, pakaian bahkan Bandar judi koprok juga memeriahkan layar tancap itu.

Joko senang sekali pergi ke layar tancap. Banyak sekali perempuan baik yg masih gadis ataupun yg sdh menikah, tua maupun muda, kurus maupun gemuk bahkan bau maupun harum datang ke situ. Apalagi banyak juga perempuan bisyar maupun bispak yg datang memeriahkan suasana malam minggu.

Malam itu, Joko berencana untuk merasakan perempuan untuk pertama kalinya. Bila Chandra sdh tdk perjaka, tentunya Joko juga harus melepas keperjakaannya. Teman-teman Joko pun ditraktir untuk segalanya malam itu, maka mereka merencanakan untuk mencari bispak atau paling tdk bisyar dan untuk menggarap mereka di tempat sepi bergantian. Ada yg jaga, dan ada yg eksekusi, sehingga nantinya segala sesuatunya terkendali dan aman.

Joko yg ditemani tiga orang teman sekelas, yaitu Hambali, Azhari dan Moko, juga dgn dua orang kakak kelas bernama Dhimas dan Robi, akhirnya berkenalan dgn enam orang gadis muda yg seusia SMU. Sebenarnya, pada mulanya enam orang gadis itu tdk memandang sebelah mata kepada mereka yg hanyalah anak SMP, namun setelah Joko dgn royalnya mentraktir semua dgn makanan dan minuman, maka enam orang gadis itu menjadi tertarik.

Ketika mereka baru saja mengakrabkan diri, segerembolan pemuda SMU, – yg dari gelagatnya kenal dgn enam orang gadis itu-, mendatangi mereka dan mulai mencari masalah. Singkat kata, tiba-tiba saja terjadi perkelahian yg tdk seimbang antara sekitar sepuluh anak SMU melawan enam orang anak SMP. Joko yg terkena beberapa kali hajaran mulai merasakan kepalanya mengalami sensasi ringan, segera berlari ke tengah lalu berteriak,

“BERHENTIIIII!!!!”

Secara mendadak perkelahian berhenti begitu saja. Semua yg terlibat memandang Joko dgn tatapan kosong, sementara orang-orang yg menyaksikan perkelahian tersebut juga melongo dgn penuh tanda Tanya mengenai apa yg terjadi.

“Kalian pergi dari sini!!!” Kata Joko kepada gerombolan anak SMU itu.

Gerombolan anak SMU itu akhirnya pergi dgn terdiam seribu bahasa, diikuti oleh pandangan semua orang yg ada di situ. Orang-orang yg menyaksikan semua ini kemudian mengalihkan pandangan mereka kearah Joko, kini dgn pandangan yg sedikit kagum bercampur heran.

Sementara itu, Joko yg menyadari kini adalah kesempatan baik, segera memanggil dua orang gadis tercantik dari kumpulan enam orang gadis yg baru ia kenal itu. Lisa dan Novi. Dgn menggandeng kedua gadis itu, Joko lalu mengajak teman-temannya dan teman-teman gadis itu untuk meninggalkan tempat itu.

Setelah berjalan beberapa lama, mereka sampai di sebuah padang rumput yg dikelilingi pohon-pohon rindang. Disebut padang sebenarnya tdk bisa juga, karena hanya seluas kolam renang mini Olympic. Tp tempat itu bagus sekali karena tertutup pepohonan di sekelilingnya.

Joko bertekad untuk pulang sebagai lelaki dewasa yg bukan perjaka lagi. Dan mungkin karena tekadnya itulah yg membuat ia merasakan sensasi ringan di kepalanya itu tdklah hilang melainkan terus ada, bahkan kini kepalanya sedikit terasa mendengung.

Setelah menyuruh teman-temannya berjaga di sekeliling padang rumput itu di bawah bayang-bayang pohon, tentu masing-masing merekapun ditemani seorang gadis, maka Joko menarik Lisa dan Novi yg pasrah saja dituntun ke tengah padang rumput kecil itu. Sinar rembulan yg Purnama di langit yg cerah berbintang yg menerangi padang rumput itu, membuat kedua gadis itu terlihat jelas oleh Joko.

“Buka baju kalian sampai telanjang,” perintah Joko dgn suara yg tercekat karena perasaannya sungguh bercampur aduk saat itu.

Tegang, senang, sedikit takut dan nafsu berkecamuk dalam dadanya sehingga membuat Joko seakan susah bernafas karena dikuasi oleh perasaan-perasaan gado-gadonya itu.

Lisa dan Novi kemudian perlahan membuka pakaiannya hingga telanjang. Lisa lebih tinggi dari Joko dan memiliki tubuh yg ramping dan dada yg kecil namun padat. Sekitar 34 A. kedua pentilnya yg merah kecoklatan tdk menonjol melainkan tampak bagaikan menyatu dgn daerah areola di sekitarnya. Selangkangan Lisa dihiasi oleh jembut yg masih jarang dan tampak halus keriting. Kulit Lisa putih sekali, mirip sekali dgn kulit Ibunya Joko. Dgn rambut panjang ikal hampir sepinggul dan hidung yg lumayan mancung, sungguh seakan Lisa adalah gadis sampul majalah remaja.

Novi adalah gadis imut yg setinggi Joko dan walaupun tdk gemuk, namun karena tubuhnya imut maka tampak seperti lebih berisi disbanding Lisa. Rambut Novi sebahu dgn muka yg agak chubby dihiasi lesung pipit. Kulit Novi coklat muda dgn buah dada yg lebih besar dari Lisa, sekitar 34B namun dgn pentil yg coklat agak tua menyembul sedikit saja dari daerah areolanya. Pinggul Novi lebih lebar dari Lisa pertanda berbakat memiliki anak yg banyak. Namun selangkangannya memiliki bulu yg walaupun juga masih jarang, namun sedikit lebih banyak daripada Lisa.

Burung Joko sdh tegak. Dgn bergegas ia membuka bajunya hingga telanjang. Joko membawa tikar yg tadi di pegang oleh Hambali. Kini ia mengambil tikar itu lalu membukanya di tengah padang rumput kecil itu. Joko menyuruh kedua gadis itu tiduran di tikar bersebelahan satu dgn yg lainnya. Lisa dan Novi mengikuti perintah Joko. Kini kedua gadis yg telanjang bulat itu tidur di hadapan Joko.

Joko kemudian menindih Lisa lalu menciumi bibirnya. Lisa hanya terdiam saja sementara Joko melumat bibir gadis itu.

“Mbak Lisa balas dong,” perintah Joko.

Lisa lalu membalas ciuman Joko dan juga memeluk kepala Joko. Joko menikmati ciuman pertamanya. Bibir Lisa yg basah dan hangat mengirimkan sinyal-sinyal erotis di seluruh tubuh Joko yg masih perjaka. Bau parfum Lisa yg lembut menambah sensasi birahi yg perlahan bertambah tinggi yg berakibat kontol Joko mengeluarkan sedikit cairan sebagai pelumas menandakan bahwa Joko siap bertempur sampai kecrotan terakhir.

Joko mulai melancarkan ciuman ke dada Lisa yg kini tampak hampir rata dgn dada perempuan itu karena akibat gravitasi bumi. Kulit putih Lisa begitu lembut di bibir Joko. Disedotnya pentil kanan gadis itu yg membuat Lisa mulai merasakan birahi juga walaupun dalam keadaan bagaikan terhipnotis. Lisa mulai meremasi kepala Joko yg saat ini sedang menggarap bukit sebelah kanannya.

Joko kemudian mengalihkan serangan ke payudara kiri Lisa. Payudara yg masih belum terlalu besar itu ia jilati, ciumi dan sedoti dgn penuh nafsu. Kedua payudara gadis muda itu kini mulai muncul bekas-bekas cupangan dan juga tampak basah terkena air liur Joko yg tak dapat dikontrol. Joko kemudian mengarahkan ciumannya turun ke perut Lisa. Lisa mendesah-desah dan desahan itu semakin keras seiring semakin dekatnya mulut Joko ke mulut bagian bawah Lisa.

Lidah Joko menjadi liar ketika bersentuhan dgn bulu kemaluan Lisa. Joko dapat mencium bau tubuh gadis itu semakin jelas ketika kepalanya makin dekat dgn organ intim si gadis. Bau tubuh yg tercium begitu natural dan lembut.

Lisa ingin berteriak. Ingin sebenarnya gadis itu menolak perbuatan lelaki muda yg baru dikenalnya itu. Namun entah kekuatan apa yg membuatnya takluk kepada lelaki muda ini. Sementara, ciuman Joko makin lama membuat kemaluannya basah karena perlahan Lisa mulai merasakan nafsu birahi menguasai tubuhnya. Lidah Joko yg menari-nari di atas tubuhnya bagaikan menyengat kulit mulusnya yg putih itu dan mengirimkan pesan-pesan birahi yg dinikmati oleh otaknya.

Akhirnya lidah itu menyusuri bibir memek Lisa. Lisa mendengus keras merasakan lidah yg hangat dan basah itu menyapu bibir memeknya yg basah. Jauh di lubuk hatinya, Lisa tdk mau menyerahkan mahkotanya kepada remaja yg lebih muda darinya, namun tubuhnya tdk bisa menolak kemauan anak itu. Dua butir air mata mengalir jatuh dari kedua mata Lisa. Lisa menangis tanpa suara melainkan hanya desahan birahi ketika lidah itu mulai menyelip di antara bibir memeknya dan menjelajahi area yg belum pernah disentuh oleh lelaki manapun.

Joko merasakan bibir memek Lisa yg basah dan hangat di ujung lidahnya. Hidung Chandra mencium bau tubuh Lisa dgn sangat jelas menguar dari dalam lubang kemaluan gadis muda itu. Chandra menggunakan dua jarinya membuka memek yg basah itu dan melihat ada selaput putih di dalam lubang itu. Astaga! Gadis ini masih perawan. Tadinya dikira Joko Lisa dan kawan-kawannya adalah bispak karena para gadis itu datang dgn baju yg ketat dan seksi, ternyata ia salah. Tampaknya para gadis ini adalah gadis yg baik-baik.

Joko menjadi tak tahan lagi melihat ini. Ia segera membuka lebar kedua kaki gadis itu lalu mengarahkan kontolnya yg sdh tegang dari tadi, dan menaruhnya tepat di lubang kencing Lisa. Joko mendorong pantatnya ke depan. Namun k0ntolnya yg sebesar 14 cm itu tdk berhasil masuk. Berkali-kali ia mendorong pantatnya namun tdk berhasil sementara Lisa mulai meringis kesakitan ketika dirasakannya benda tumpul berusaha memasuki liang persenggamaannya yg masih perawan itu. Joko menyentakkan pantatnya kuat-kuat dan tiba-tiba kepala k0ntolnya masuk kedalam lubang sempit milik Lisa itu.

“Aaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuwwwww..” teriak Lisa kesakitan.

Joko berusaha mendorong k0ntolnya untuk masuk lebih jauh, tp seakan ada perlawanan dari dalam lubang sempit itu. Mungkin harus dipaksa lebih keras, pikir Joko.

Joko kini merebahkan badannya di atas Lisa, kedua tangannya diselipkan sehingga kini memegang kedua pantat Lisa kuat-kuat. Dgn segenap kekuatannya Joko mendorong pantatnya kedepan sambil menggunakan kedua tangannya untuk menarik kedua pantat Lisa.

Dalam satu gerakan cepat, kontol Joko kini ambles masuk ke dalam lubang memek Lisa, merobek selaput keperawanan gadis itu. Rasa sakit yg hebat itu seakan menyadarkan Lisa sehingga Lisa tiba-tiba teriak sambil berontak,

“Aduuuuuh!! Lepasin!”

Dalam kenikmatannya Joko tdk menyadari bahwa sensasi perasaan ringan di kepalanya tadi hilang sehingga ia tdk dapat mengkontrol Lisa. Kini ia menyadari bahwa Lisa sedang berusaha berontak dan ia agak kesulitan menahan gerakan gadis yg memang lebih tinggi darinya itu. Di lain pihak, Novi tampak baru sadar dan dgn tatapan bingung sedang berusaha menutupi auratnya sambil mencari pakaiannya.

Begitu takutnya Joko sehingga kini sensasi kepala ringannya kembali.

“Semua diam!!” bentak Joko.

Lisa dan Novi kini memandang kosong kembali. Joko menyuruh Novi tidur lagi di sebelah mereka. Sementara dilihatnya Lisa yg tadi menangis kini terdiam pula. Airmata telah membasahi mata dan pipi gadis itu. Namun tubuh gadis itu menjadi santai sekarang. Dirasakannya kontolnya dicengkeram lubang silinder yg sempit dan basah lagi hangat sekali.

Joko mulai mengocoki kemaluan Lisa itu perlahan-lahan sambil menikmati tiap detiknya. Perasaan ngilu dan nikmat ia alami ketika batang kontolnya menggesek dinding kemaluan Lisa tiap kali ia mengocoki memek yg baru saja ia perawani itu. Namun tubuh Lisa tetap terdiam dan tak bereaksi, walaupun Lisa saat ini mulai mendesah, dan juga memek gadis itupun sdh basah kuyup oleh cairan kewanitaan dan juga darah keperawanan.

“Lisa. Mulai saat ini kamu adalah milik aku. Kamu harus membalas entotanku juga. Kamu harus mengimbangi aku dan menikmati hubungan badan dgnku.”

Lisa kini menatap Joko dan berkata lirih,

“Aku adalah milik kamu…”

Lalu gadis itu merangkul kepala Joko dgn kedua tangannya dan dgn kedua kakinya ia merangkul kedua kaki pemuda yg baru memerawinannya itu.

Joko adalah anak pintar, ia takut bila nantinya akan kejadian kekuatannya hilang lagi, maka ia berpaling ke arah Novi dan berkata,

“Kamu juga milikku. Apapun yg terjadi, kamu tdk boleh pergi sampai aku beritahu. Kamu harus tunggu perintahku dulu.”

Novi menatap Joko dgn pandangan kosong. Namun Novi mengangguk tanda mengerti, sehingga Joko menjadi lebih nyaman. Lalu Joko mulai mengkonsentrasikan pikirannya kepada persetubuhannya dgn Lisa.

Lisa dan Joko berdua mulai saling mengentot. Lisa berdesah-desah kenikmatan sementara Chandra mendengus-dengus sambil mengenyoti dua buah payudara Lisa dgn rakus. Selangkangan mereka beradu berkali-kali menimbulkan bunyi tamparan yg keras. Joko merasakan memek Lisa yg sempit, licin dan hangat itu mencengkram batang kontolnya terus menerus.

Mereka bersatu dalam birahi. Kedua tubuh yg kini penuh keringat saling berpacu dalam petualangan cinta, bau alat kelamin tercium jelas di udara. Mereka tenggelam dalam nikmatnya dunia. Tarian cinta mereka makin lama makin cepat karena semakin mendekati tujuannya pula.

Tiba-tiba saja Lisa berteriak keras dan merangkul Joko erat-erat.

“Aduuuuuuuh…….. enaaaaakkk Mas!”

Joko merasakan rangkulan Lisa begitu eratnya sehingga sedikit membuatnya sesak, sementara selangkangan gadis itu bergetar bagaikan kejang yg membuat memeknya juga membuka menutup secara cepat seakan menyedoti kontol Joko yg sedang berada di dalamnya.

Joko akhirnya tak kuat juga. Ia balas memeluk gadis itu rapat-rapat dan mulai membenamkan kontolnya dalam-dalam di liang surgawi milik Lisa. Kontolnya berkali-kali memuntahkan pejunya di dalam lubang memek Lisa. Akhirnya mereka berdua terdiam kelelahan beberapa saat.

Ketika terbangun dari nikmatnya orgasme di dalam memek perempuan, Chandra menyadari bahwa kepalanya sdh tdk mengalami sensasi ringan lagi. Dgn cepat ia melihat ke arah Novi. Namun Novi masih terdiam di sana sedang memandanginya yg menindih Lisa. Joko melihat bahwa dalam diam Novi menangis karena air matanya telah membasahi pipinya dan juga dada gadis itu sesunggukan.

Joko melepaskan diri dari Lisa untuk duduk. Kontolnya yg mengecil telah keluar dari sarang kenikmatan. Sedikit demi sedikit keluarlah peju Joko dari dalam lubang memek Lisa. Sementara, Lisapun menangis tanpa suara, namun tdk melakukan apa-apa.

Joko memandangi wajah Novi yg cantik itu. Ada sinar ketakutan dalam mata gadis itu. Joko sangat mensyukuri bahwa ia adalah anak yg pintar. Buktinya, perintah yg ia sampaikan kepada Novi tetap dilaksanakan walaupun ia sdh tdk mengalami sensasi di kepalanya.

Joko kemudian menindih Novi yg kini sesunggukan tanpa suara. Joko ingin melihat bila tanpa menggunakan kekuatannya apakah ia bisa menggauli gadis ini. Apakah bisa, hanya dgn perintah yg tadi ia lakukan Novi mengijinkan ia menggarap tubuh gadis itu?

“Sekarang aku akan meniduri kamu, Mbak Novi.”

Lalu Joko mulai menciumi gadis ini. Dilahapnya wajah cantik Novi dgn rakus. Lidah Joko dapat merasakan asinnya air mata gadis itu yg ada di pipinya. Novi sesunggukan dan terdiam sementara Joko asyik melumati wajah gadis itu dgn air liurnya.

“Peluk aku, Mbak. Ayo….”

Joko ingin melihat reaksi gadis ini. Apakah gadis ini akan mengikuti perintahnya atau tdk. Tadi Joko memerintahkan bahwa gadis itu adalah miliknya, bila perintah ini tetap lekat pada gadis ini, maka mau tdk mau gadis ini harus mengikuti apapun kemauannya.

Walaupun tetap menangis tanpa suara, Novi memeluk Joko yg sedang menindihnya. Joko gembira sekali. Rupanya bila sekali saja orang sdh dipengaruhi olehnya, maka orang itu tetap akan mematuhinya terus.

“Sekarang kita ciuman dan Mbak harus mencium aku dgn penuh nafsu.”

Joko mencium bibir Novi yg langsung saja membalas dgn hot. Novi mengecup dan menjilati bibir Joko bagaikan sdh biasa berciuman. Singkat waktu, mereka berdua sdh saling bertukaran lidah dan menjilati satu sama lain. Joko yg tadi keringatan mulai keringatan lagi. Novi pun kini keringatan. Kedua bibir mereka saling berpagutan sementara Novi mengelus kepala Joko dgn bernafsu.

Bau tubuh Novi tercium agak kuat. Berbeda dgn Lisa yg memiliki bau badan yg lembut dan seakan perlahan menyerang hidung, bau badan Novi tercium jelas dan serta-merta menusuk hidung Joko. Bukan bau yg memuakkan, namun termasuk bau yg menggiurkan.

Joko mengangkat tangan kanan Novi dan melihat ketiak yg mulai ditumbuhii bulu halus. Bau badan gadis ini begitu kuat menyerang hidungnya membuat kontolnya kini sdh tegak lagi dimabuk birahi. Joko membenamkan wajahnya di ketiak gadis ini. Bulu-bulu halus menggelitik hidung Joko. Kepala Joko menjadi seakan mabuk kepayg dan pusing tujuh keliling akibat nafsu yg seakan tak terkontrol.

Dari sini ia tahu, bahwa ia lebih menyukai Novi dibanding Lisa. Baru baunya saja sdh membuatnya begini, apalagi yg lain yg lebih enak.

Joko mulai mengulum-ngulum bulu ketek Novi yg masih jarang dan halus itu. Sementara Novi kini telah berhenti menangis karena sedang menggeliat kegelian. Sambil mengenyoti ketiak gadis itu, Joko melihat mata gadis ini. Mata itu sdh tdk memperlihatkan sinar ketakutan melainkan mulai menyinarkan pandangan sayu seakan minta dientot.

Joko lalu mulai meremasi kedua payudara Novi yg besar itu. Pentil gadis ini yg tadinya hanya menyembul sedikit, kini menyembul dan panjangnya kurang lebih sama dgn pantat bolpoin. Masih lebih kecil di banding pentil ibunya Joko, namun setdknya bila dibandingkan dgn pentil Lisa yg amat kecil maka pentil ini lebih nikmat dikulum dalam mulutnya.

Sambil meremasi kedua tetek Novi, Joko asyik menjilati ketiak gadis ini. Bulu halus ketiak Novi sdh rebah karena basah oleh keringat sendiri dan juga air liur Joko. Bau tubuh gadis ini sekarang seakan memenuhi udara. Baik dari ketek maupun kemaluannya, bau tubuh Novi keluar bagaikan angin topan menerjang bumi.

Kemudian Joko mulai menciumi tetek kanan Novi. Ia cupang dan sedoti payudara itu sehingga meninggalkan bekas cupang di sana-sini. Lalu dikulumnya pentil tetek kanan Novi. Ia suka sekali sensasi memegang pentil di dalam mulut. Dijilatinya secara berputar yg membuat Novi mulai mendesah lebih keras dan terkadang mengerang. Lalu disedotnya pentil itu kuat-kuat karena gemas. Novi meremas kepala Joko dgn keras.

Setelah dada kanan Novi sdh mulai bau mulut Joko sendiri, dirambahnya bukit yg sebelah kiri menggunakan lidah dan mulutnya. Kembali dada itu menjadi berhiaskan bekas cupang di sana-sini. Begitu bernafsunya Joko sehingga hampir tiap jengkal gundukan payudara Novi dicupanginya, seakan ingin menunjukkan bahwa daerah itu adalah daerah kekuasaannya.

Setelah puas menjelajahi dada Novi, Joko lalu membuka paha Novi lebar-lebar dan mulai menjilati jembut Novi yg memiliki bulu lebih banyak dari Lisa. Bau tubuh gadis ini tercium santer di daerah selangkangannya menyebabkan Joko tak bisa menahan diri untuk mulai menjilati kemaluan gadis itu. Dgn dua jarinya ia buka bibir memek Novi lalu mulai menjilat dan menghisapi memek yg sdh basah kuyup itu.

Cairan memek Novi memiliki rasa yg sedikit tajam dgn campuran masam dan getir ditambah bau yg menusuk hidung. Namun semuanya ini malah membuat Joko lebih bersemangat menjilati kemaluan Novi. Tak bosan-bosannya lidahnya memasuki lubang memek gadis itu, terkadang menyedoti klitorisnya ataupun terkadang menjilati bagian dalam bibir luar memek itu.

Hanya lima menit Joko melahap memek Novi, Novi sdh orgasme untuk pertama kali. Memeknya dibanjiri cairan bening hangat yg membasahi selangkangannya maupun mulut dan dagu Joko. Joko berusaha menjilati dan mengecap semua cairan Novi karena begitu nikmatnya cairan itu di mulutnya.

Setelah Novi sdh santai lagi, maka Joko memposisikan kontolnya di liang senggama Novi, lalu menindih gadis itu dan menyelipkan kedua tangannya di kedua pantat Novi. Novi pun mengengkangkan kakinya lebar-lebar dan dgn kedua tangannya memegang kedua pantat Joko.

“Satu….. dua……. Tigaaaaaaaaaa……….” Kata Joko memberikan aba-aba.

Pada hitungan ketiga, Joko menghujamkan kontolnya kuat-kuat sambil menarik pantat Novi, di lain pihak Novi juga menarik pantat Joko. Novi merasakan batang yg keras itu dalam satu gerakan telah menggagahinya. Bahkan selaput daranya pun robek dalam hitungan sepersekian detik saja. Rasa sakit melanda memeknya sementara ngilu rasanya ada benda keras membelah memeknya dan memenuhi lubang kencingnya itu.

Novi memeluk Joko rapat-rapat sambil berteriak,

“Adddaaaauuuuuuww…. Sakit, Mas…………….”

Untuk beberapa saat mereka berpelukan tanpa bergerak. Berhubung Novi setinggi Joko, maka Joko kini dapat mencium bibir gadis itu sambil ngentot. Mereka berciuman beberapa saat. Novi dapat mencium bau memeknya di mulut Joko, namun Novi tdk peduli. Sambil merangkul dan meremas kepala Joko ia saling mencium dan menjilat dgn Joko.
Kedua tubuh mereka kini basah kuyup oleh keringat campuran antara keringat mereka berdua. Sementara kedua bibir mereka sdh basah selain karena keringat juga oleh ludah mereka yg saling bertukaran. Udara malam memang dingin, namun panas tubuh yg mereka berdua hasilkan bagaikan udara di sauna saja.

Joko merasakan pinggul besar Novi mulai bergoyang-goyang sehingga kontolnya kini mulai dikocok oleh memek Novi. Joko membalas entotan itu. Mula-mula mereka bergoyang tdk seirama dan perlu beberapa saat agar gerakan pantat mereka dapat sinkron. Akhirnya mereka mengentot dalam suatu irama yg sama.

Sambil terus berpagutan, Joko asyik mengentoti tubuh Novi yg sekal dan padat itu. Nikmat sekali bergumul dgn gadis ini karena seakan tubuh gadis ini diciptakan pas untuk Joko. Saat mereka bergaul ini, bibir bertemu bibir, dada bertemu dada dan kelamin saling bersatu. Sungguh pas rasanya. Dada Novi yg besar itu tergencet dada Joko. Joko dapat merasakan pentil dan gundukan payudara Novi seakan berusaha melawan tindihannya.

“Aku cinta kamu, Mbak……” kata Joko disela-sela cumbuannya terhadap pasangannya itu.
“Mbak juga cinta kamu, Mas…. Mbak milik kamu, kan?”

Mereka bercumbu lagi dgn buas. Lebih hot dari sebelumnya karena mereka berdua sdh mengutarakan perasaan masing-masing. Lidah mereka saling bersilat dan berusaha menjilat, bibir mereka asyik saling memagut bagaikan ular yg berusaha mencaplok mulut lawannya. Mereka berangkulan erat seakan tak ingin dipisahkan. Sementara kedua kelamin mereka saling mengocok satu sama lain dgn nafsu liar.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Rudi Si Anak Desa Yang Tangguh

Memek Novi lebih rapat dari Lisa. Mungkin karena tubuh Novi yg lebih kecil. Begitu kencangnya kontolnya digenggam otot memek Novi sehingga Joko merasa bahwa ia tak lama lagi akan keluar. Dipercepatnya hujaman kontolnya dalam memek Novi sementara kini bibirnya telah mencaplok leher kiri Novi dan mencupangnya sekuat mungkin. Novi melenguh penuh kenikmatan.

Novi merasa geli dan nikmat ketika mulut Joko menggarap lehernya dgn penuh birahi. Lidah Joko menggelitik lehernya dan bahkan cupangan Joko menyebabkan rasa ngilu yg nikmat yg menjalar dari memek sampai ke otak yg membuat pertahanannya jebol.

“Maaaasssss……….. enaaaaaaaaakkkk bangeeettttttttttt…………..!”

Joko merasa Novi dgn tubuh sekalnya merangkulnya sangat kuat dan selangkangan gadis itu berkedut-kedut kelojotan dan memeknya mencengkram kontolnya begitu keras dan seakan menyedoti kontolnya dgn cepat dan keras dan memek yg sdh basah kuyup itu mengeluarkan cairan hangat yg lebih banyak lagi yg membanjiri lubang memek dan mengguyur kontolnya yg tegang.

Sambil mencupang keras-keras, Joko balas merangkul Novi sekuat tenaga lalu membenamkan kontolnya sejauh mungkin di dalam lubang peranakan gadis itu, lalu menyemburkan sperma yg sedari tadi minta dilepaskan ke dalam rahim gadis itu. Joko merasakan kontolnya berkedut-kedut berkali-kali, bahkan kayaknya lebih banyak dibanding sebelumnya.
Ketika badai orgasme reda, Joko tdk melepaskan dirinya dari Novi melainkan tetap menindih gadis itu lalu mengecupnya di bibir sekali. Novi tersenyum dan menatap Joko yg baru saja mengecupnya lalu mengecup balik. Akhirnya mereka berciuman lagi selama beberapa saat.

Tiba-tiba terdengar gelak tawa seorang lelaki tua. Tahu-tahu di samping mereka berdiri seorang lelaki paruh baya ubanan berusia sekitar 50 tahunan dan rambutnya kelabu karena rambut hitamnya banyak terhias uban di sana-sini. Lelaki itu sedang bertolak pinggang sedang tertawa melihat mereka berdua. Wajah lelaki ini tegas dan kokoh walaupun tdk terlalu ganteng, namun dgn jenggot kelabunya dan pancaran sinar matanya yg kuat, memberikan kesan penuh kekuatan dan kewibawaan.

Joko melihat berkeliling untuk mengechek kenapa temannya tdk mencegah orang ini masuk, namun lelaki itu berkata,

“Koncomu wis ta’ sirep kabeh! Tdk ada gunanya minta bantuan.”

Joko ketakutan dan merasakan kepalanya ringan lagi. Maka ia berkata,

“Pergi!”

Lelaki itu tiba-tiba terdiam. Joko merasa sdh berhasil menghalau lelaki itu. Namun Joko kaget ketika lelaki itu tertawa lagi. Kata lelaki itu,

“Bagus! Bakat kamu lebih besar dariku, bahkan aku sempat dibuat kaget sebentar….. mmmm… anak muda. Aku adalah Ki Sumanto. Siapakah gurumu?”
“Guru? Maksud Ki Asmoro?”
“Yg mengajarimu ilmu sirep yg membuat kamu bisa mendapatkan dua gadis cantik ini.”
“Aku tdk punya guru.”

Ki Sumanto menatap Joko lekat-lekat. Lalu ia mengangguk pelan.

“Bakat yg tdk ada bandingannya…… Baiklah, semenjak saat ini, aku angkat kau jadi muridku.”
Joko adalah anak pintar. Dia melihat bahwa seluruh temannya disirep hingga tidur oleh lelaki ini. Sementara, Joko belum menguasai kekuatannya, ia perlu guru. Dan akhirnya, guru itu datang sendiri kepadanya. Maka mulai saat itu, Joko menjadi murid Ki Sumanto.

BAB TIGA

Joko BELAJAR ILMU SIREP

Ki Sumanto rumahnya agak jauh. Di sebuah desa yg berada hampir di puncak gunung. Sementara desa tempat tinggal Joko ada di daerah lembah gunung tersebut. Perjalanan ke atas sana memakan waktu hampir empat jam yg melelahkan.
Sebenarnya Joko sering mendengar nama Ki Sumanto. Namun kebanyakan orang memanggil gurunya sebagai Ki Manto saja. Konon, orang ini sangat sakti dan tdk ada orang di daerah gunung ini yg mampu mengalahkan kedigdayaannya. Banyak sekali orang yg berkunjung ke rumah Ki Sumanto. Bahkan orang-orang dari Jakarta banyak yg datang minta bantuannya.

Rumah Ki Sumanto sangat besar dan memiliki kamar yg banyak. Rumah ini bahkan lebih besar disbanding rumah ayah Joko. Rumah inipun memiliki corak tradisional Jawa yg sangat kental, pintu yg diukir dgn gaya Jepara, tempat lampu tradisional, dinding bata merah dan lain sebagainya. Kalo diperkirakan, maka rumah ini pasti lebih mahal dibanding rumah ayah Joko.

Ki Sumanto memiliki banyak kendaraan. Berbagai motor, sebuah mobil sedan, tiga buah mobil van dan juga dua buah Truk. Harta Ki Sumanto memang banyak. Dapat hampir dipastikan bahwa kekayaan Ki Sumanto lebih banyak dibanding Joko.

Namun, yg mengagumkan dari Ki Sumanto bukanlah harta kekayaan material yg ia punyai. Melainkan, Ki Sumanto punya banyak isteri. Ada 7 perempuan yg diakui oleh Ki Sumanto sebagai isterinya. Usia isteri-isterinya beragam. Yg paling tua berusia hampir sama dgn Ki Sumanto dan yg paling muda berusia 17 tahun. Semua isterinya cantik-cantik. Bukan sekedar cantik yg membuat lelaki menoleh dua kali, tetapi cantik yg membuat para lelaki tdk ingin melepaskan pandangan sekali sdh melihat.

Joko merasa beruntung sekali mempunyai guru seperti ini. Joko sangat ingin masa depannya akan sama seperti gurunya, dikelilingi oleh wanita-wanita super cantik.

Melihat bakat Joko adalah menyirep orang, maka Ki Sumanto mengajarkan Joko dgn porsi ilmu sirep lebih banyak dibandingkan ilmu-ilmu lain yg dimilikinya. Namun, bukan berarti ilmu-ilmu lain itu tdk diturunkan, hanya saja Ki Sumanto ingin agar anak itu antusias belajar kepadanya. Sangat jarang ditemui anak berbakat dan Joko sangatlah berbakat. Ki Sumanto yg tdk memiliki anak lelaki, sangat ingin meneruskan segala ilmu yg didapatnya susah payah kepada anak itu.

Dari 7 isterinya ia mempunyai 14 anak perempuan dan 3 anak lelaki. Sayangnya ketiga anak lelakinya itu meninggal di usia yg masih bayi. Sdh 5 tahun ini isteri-isteri Ki Sumanto tdk melahirkan anak lagi. Bahkan, Siti, isteri yg paling muda dan yg paling akhir dikawininya tdk pernah hamil. Ada seorang lagi isterinya yg tdk punya anak, Hanifah yg berusia 32 tahun yg ia nikahi 25 tahun yg lalu. Dulu Ki Sumanto berpikir bahwa isterinya itu mandul, namun kini Ki Sumanto bahkan mulai berpikir lain. Mungkin ia sendiri yg sdh mandul.

Ilmu yg diturunkan Ki Sumanto, selain ilmu sirep adalah ilmu santet, ilmu pelet atau pengasih dan ilmu beladiri. Joko pergi ke rumah Ki Sumanto tiga kali dalam seminggu, yaitu selasa, kamis dan sabtu. Setiap sabtu, Joko akan menginap sampai minggu siang.

Ki Sumanto berpesan, karena ilmu sirep sangatlah kompleks dan sulit, maka untuk setahun ilmu ini belum boleh dipraktikan, dan Joko harus sabar mendalami ilmu ini dulu. Untung saja Joko sdh mempunyai dua orang kekasih, yaitu Lisa dan Novi. Sehingga tiap hari minggu, salah satu dari mereka akan datang ke rumah Ki Sumanto untuk melayani Joko. Ki Asmoro membolehkan Joko “bertamasya seksual” dari jam 7 pagi sampai jam 9 pagi. Salah satu trik Ki Asmoro agar muridnya betah belajar darinya. Dan ilmu sirep itu bisa dilatih oleh Joko dgn mencoba mempraktikan ilmunya kepada kedua gadisnya itu.

Joko sangat menyukai semua pelajaran-pelajaran dari Ki Sumanto, walaupun ilmu sirep menjadi kecintaan Joko. Ternyata, ilmu ini dibagi berbagai tingkatan. Tingkatan pertama adalah sirep tidur, yg membuat orang tertidur. Tingkatan ke dua adalah perbawa, yaitu mempengaruhi orang lain agar mengikuti kemauan si pemilik ilmu. Tingkatan terakhir adalah cuci otak, di mana seseorang akan dibuat berubah 180 derajat sehingga akan memiliki Pribadi yg berbeda.

Sirep beda dgn ilmu pelet, karena ilmu sirep adalah ilmu yg digunakan untuk kepentingan sendiri, sementara ilmu pelet adalah ilmu yg dapat dipakai agar orang lain yg dapat menikmati. Ilmu sirep memerlukan kehadiran sang pemilik ilmu dihadapan korban, sedangkan pelet dapat dikirim dari jarak jauh, seperti halnya santet. Walaupun hasil akhirnya sama, yaitu membuat seseorang terpengaruhi oleh ilmu tersebut.

Joko belajar dgn giat sekali selama setahun. Ilmu sirep hampir ia kuasai 80 persen dalam setahun, sesuatu yg tdk pernah disangka baik Joko sendiri maupun gurunya. Ini dikarenakan bakat Joko yg memang tiada duanya dibidang sirep selain itu, ia mempunyai dua orang gadis yg dapat dijadikan kelinci percobaan.

Lisa dan Novi sebenarnya menyesal telah memberikan keperawanan kepada seorang bocah yg lebih muda daripada mereka. Namun mereka berdua adalah gadis pedesaan. Mereka mau tdk mau harus nrimo bahwa kegadisan mereka sdh hilang. Mereka sedikit bersyukur bahwa bocah ini adalah anak lurah yg kaya. Selain itu, bocah ini juga bukan playboy yg sekali hisap sari madu langsung dibuang. Joko mendatangi kedua gadis ini dan minta mereka tiap minggu mendatangi rumah gurunya bergantian untuk berkasih-kasihan di sana.

Lisa dan Novi menanyakan masa depan mereka kepada Joko dan Joko meyakinkan bahwa ia kan menikahi kedua gadis itu bila usia mereka bertiga telah dewasa dan boleh menikah. Kedua gadis ini sedikit terhibur akan janji si bocah. Namun Lisa yg bercita-cita ingin ke Jakarta dan menjadi artis, di lain pihak merasakan bahwa mimpinya itu sdh sirna karena telah diperawani oleh Joko. Oleh karena itu, Lisa merasakan sedikit perasaan getir terhadap Joko.

Setiap kali giliran Lisa yg menemani Joko, gadis ini melayani Joko dgn tdk bersemangat, sehingga tiap kali Joko harus menggunakan kekuatannya agar gadis ini mau melayani permainan seksnya dgn antusias. Berbeda dgn Novi, yg makin lama makin pasrah atas kemauan Joko. Novi selalu membalas setiap aksi Joko dgn sepadan.

Setiap kali disetubuhi, tanpa disuruh oleh Joko, Novi selalu mengerang-erang penuh kenikmatan, selalu ikut menggoyangkan pantatnya, ikut meremas-remas dan membalas ciuman dan jilatan Joko. Sementara, Lisa tdk pernah melakukan semuanya tanpa disuruh. Pernah Joko tdk menggunakan kekuatannya ketika bersetubuh dgn Lisa, Joko malah mendapati bahwa seakan ia sedang mengentoti boneka perempuan yg diam saja. Paling banter Lisa hanya memeluk Joko dan mengerang-erang ketika orgasme. Tp tak pernah Lisa menciumi Joko dgn penuh nafsu. Gadis itu hanya pasrah membuka pahanya lebar-lebar dan diam saja ketika kontol Joko merojok-rojok kemaluannya.

Hal ini agak membingungkan Joko sehingga ia bertanya pada gurunya. Dan Ki Sumanto berkata,

“Nang (singkatan Lanang). Manusia itu berbeda-beda tabiat dasarnya. Ada orang yg nrimo, ada orang yg sedikit nrimo namun dapat berubah menolak dan ada orang yg pada dasarnya berwatak kuat dan menganggap hidup ini adalah perjuangan. Nah, gadismu yg bernama Lisa ini adalah orang memiliki sedikit sifat nrimo namun masih ada jiwa penolakan yg cukup kuat dari dalam dirinya.

“Untuk dapat membedakan tiga sifat ini, maka kita dapat melihat gaya mereka ketika kita sirep. Gadis yg pada dasarnya nrimo, setelah kita sirep lalu digagahi, sehabis itu dia akan menerima kelakukan kita sebagai hal yg lumrah. Kamu ingat Novi? Setelah kamu gagahi kalian berciuman. Ini tanda dia terima kamu. Gadis yg memiliki watak cukup kuat walaupun ada rasa nrimo di dalam dirinya, setelah digagahi akan menunjukkan penyesalan yg dalam. Kamu ingat Lisa? Dia menangis ketika selesai kamu gagahi. Namun sepanjang persetubuhan kalian dia tdk banyak melawan.

“Nah, untuk tipe ketiga. Ini yg agak-agak sulit dan bahaya. Walaupun kamu berhasil menyirep perempuan ini dan kamu gagahi, sepanjang persetubuhan kalian, dia tetap berusaha menolak dgn perkataannya, walaupun tubuhnya tdk dapat menolak kekuatan sirep. Setelah selesai digagahi, maka orang ini akan merasakan duka yg dalam, sehingga kemungkinan waktu orang ini ditinggal sendiri, maka ia akan bunuh diri…”

Joko mendengarkan perkataan gurunya dgn perlahan. Kata Joko,

“Guru, kalau demikian, berarti gadis yg memiliki watak yg kuat tdk boleh disirep dan digagahi?”

Gurunya tertawa keras. Katanya,

“Bukan begitu. Bisa saja jadi milik kamu, tetapi tdk bisa dgn langsung sirep untuk menguasai. Kamu harus menyirep dgn perlahan. Sedikit demi sedikit kamu sirep sambil kamu rayu, namun jangan pernah menggagahi sebelum orang itu benar-benar takluk padamu. Memang, untuk mendapatkan gadis semacam ini menjadi milikmu adalah sesuatu yg susah, namun bila kamu berhasil, maka gadis macam inilah yg akan menjadi milikmu yg paling berharga.”

Mendengar ini Joko menjadi lebih bersemangat belajar ilmu sirep dan ilmu lainnya. Ilmu beladiri pun disukai Joko.

Perawakan Joko yg dulunya sedikit gempal, kini setelah setahun belajar berubah menjadi kekar. Apalagi Joko dalam kurun waktu setahun itu juga bertambah tinggi. Sehingga Joko perlahan menjadi seorang anak muda yg ganteng dan bertubuh atletis. Hanya saja dalam kurun waktu itu, ada sedikit kesedihan dari Joko ketika Chandra, kawan karibnya pindah ke Kalimantan untuk menikah. Namun, kesibukannya di tempat Ki Sumanto dapat mengobati hatinya yg lara.

Selain itu, Joko berusaha untuk mengambil hati Lisa perlahan. Ia sering membeli benda-benda untuk perempuan kepada kedua gadisnya. Baju dalam, bando, buku novel dan lain-lain. Khusus untuk Lisa, ia berusaha mengurangi waktu persetubuhan yg hanya dua jam itu menjadi satu jam. Satu jam selebihnya ia berusaha berbincang-bincang untuk mengenal lebih jauh, terkadang ia menyelipkan pujian atas kecantikan perempuan itu dan juga kepintaran gadis itu. Karena memang dibanding Novi, Lisa memiliki IQ yg lebih tinggi. Banyak pembicaraan mengenai politik dan social yg Joko dan Lisa bicarakan.

Lama-kelamaan sedikit senyum menghiasi wajah Lisa ketika gadis itu mengunjungi Joko. Bahkan Lisa mulai memandang wajah Joko ketika bocah itu menggagahinya. Namun selebihnya, Lisa masih tdk banyak menimpali aksi Joko dalam persetubuhan.

Perkembangannya yg perlahan dgn Lisa selalu dilaporkan kepada gurunya. Gurunya memberikan masukan,

“Kamu lebih mementingkan pendekatan seperti pacaran. Ini bukannya salah, namun memang menjadi agak lama. Seperti yg dulu aku ajarkan, kamu harus coba sedikit juga menyirep gadis ini. Contohnya, ketika kamu bicara dgn dia mengenai masalah sehari-hari, kamu dalam hati coba katakan ‘kamu tertarik pada pembicaraanku karena kamu tertarik padaku’. Karena, seperti ceritamu, kalian sangat antusias ketika saling berbicara. Kalian berdua nyambung. Ini adalah ketertarikan yg satu sama lain rasakan.

“Dgn memberikan sedikit sugesti bahwa ketertarikan itu bukan hanya karena minat yg sama dalam pembicaraan, melainkan karena ketertarikan kepada lawan jenis, maka sedikit demi sedikit, alam bawah sadar perempuan ini dapat kamu bengkokkan menuju kamu secara lebih cepat lagi dibanding hanya dgn pendekatan biasa.”

Mendengar ini, Joko lalu mencoba saran gurunya itu ketika giliran Lisa untuk menyambanginya tiba. Sambil keduanya berbicara mengenai politik dan korupsi di kamar yg khusus disediakan bagi Joko, Joko menggunakan kekuatannya untuk menanamkan sugesti kepada alam bawah sadar Lisa. Setelah sejam mereka berbicara, dan sepanjang itu pula Joko mensugestikan ketertarikan Lisa, Joko mulai menarik badan Lisa dan merangkulnya. Dikecupnya bibir gadis itu, dan saat itu Joko merasakan bahwa Lisa mengecup balik.

Joko kaget lalu melepaskan bibirnya untuk menatap mata Lisa. Lisa menundukkan kepalanya sementara wajah putihnya merah padam. Wah, benar juga kata guru, pikir Joko. Joko tersenyum lebar sambil memegang dagu Lisa. Ditariknya keatas dagu itu sehingga wajah Lisa kini sejajar dgn wajahnya.

“Kamu cantik sekali, Tutikku…”

Lisa menatap mata Joko dgn malu-malu. Joko mengecup bibirnya lagi. Lisa membalas ciuman itu perlahan. Mereka berciuman cukup lama. Akhirnya Joko melucuti pakaian Lisa hingga bugil. Setelah Joko juga telanjang, ia mulai menciumi payudara gadis itu. Lisa mendekap kepala Joko dgn satu tangan, sementara mata gadis itu terpejam. Nafas gadis itu mulai memburu.

Joko mencumbui payudara Lisa cukup lama. Setelah itu, ia menyelomoti memek gadis itu yg sdh becek dan mengeluarkan bau sedap kelamin gadis muda. Kini kedua tangan Lisa mendekap kepalanya.

Setelah merasa cukup, Joko memasukkan burungnya ke dalam sangkar kehormatan Lisa, lalu menindih gadis itu. Lisa memeluk Joko dgn kaki dan tangannya. Desahan Lisa terdengar. Lebih keras daripada waktu mereka bersetubuh sebelumnya. Joko menarik kepala Lisa ke kepalanya karena Lisa saat itu masih lebih tinggi darinya, untuk mencium bibir gadis itu.

Lisa membalas kecupan Joko, namun saat lidah Joko masuk ke mulut wangi gadis itu, Lisa tdk balas dgn lidahnya, melainkan hanya balas membuka menutup mulutnya jadi seakan mengenyot lidah Joko.

Sampai lama mereka ngentot, akhirnya Lisa memeluk Joko kuat-kuat sambil mengerang setengah berteriak ketika ia orgasme. Memek Lisa yg berkedut-kedut membuat Joko tak kuat, apalagi kini, Lisa sdh sedikit membalas cumbuannya, maka Joko ejakulasi di dalam lubang memek Lisa.

Joko senang sekali dgn kemajuan ini. Walaupun Lisa belum penuh nafsu melayaninya, namun ada perubahan yg terasa pada sikap Lisa. Apalagi di seluruh sesi ini Joko tdk menggunakan kekuatannya pada Lisa untuk melayaninya. Maka mulai hari itu, tdk perlulah ia menyirep kedua gadisnya dalam berhubungan seks.

Joko terus-menerus mengirimkan sugesti kepada Lisa ketika mereka berbincang-bincang sebelum melakukan hubungan suami isteri. Sementara, dgn Novi, Joko sdh sangat nyaman tanpa melakukan apa-apa lagi. Joko berbincang-bincang dgn Novi paling banter lima belas menit. Ini juga karena ia penasaran seperti apa hobi Novi, kesukaan Novi, keluarga Novi dan lain-lain. Namun setelah lima belas menit, Joko akan memeluk Novi dan Novi akan meledak nafsunya dan seringkali menyerang Joko duluan dgn ciuman-ciuman penuh nafsu.

Novi lebih aktif juga dalam menanyakan keinginan Joko. Novi selalu bertanya pertanyaan seperti apakah Joko suka kalau Novi potong rambut, potong bulu-bulu tubuh, suka posisi ini atau itu dan lain-lain. Juga Novi tdk malu mengatakan bahwa gadis itu lebih suka posisi ini atau itu.

Perkembangan Lisa tdk lagi terlalu lambat. Tp tdk bisa dibilang cepat juga. Pada bulan kelima Joko berguru pada Ki Sumanto, Lisa sdh mencium sambil memainkan lidah dan juga sdh menggoyang pantatnya ketika dientot. Namun belum ada nafsu liar bagaikan Novi di dalam diri Lisa. Belum pernah Lisa menyerang duluan.

Namun dilain pihak, Joko lebih menyukai Lisa dalam hal berbincang-bincang. Bahkan, Joko kadang curhat mengenai hal-hal di rumah, seperti ayahnya yg dingin dan jarang di rumah, ataupun ibu Joko yg tampak sedih selalu. Juga, Lisa lebih concern mengenai pola makan Joko, atau bila Joko mendapatkan luka di tubuh akibat latihan bela diri yg keras dari Ki Sumanto. Sedangkan Novi tampaknya lebih suka menjadi budak seks Joko dan bersedia bersebadan dalam posisi apapun yg disukai Joko tanpa banyak rayuan dan bujukan.

Setelah setahun lewat, Joko menanyakan kepada gurunya apakah ilmu sirepnya sdh boleh ia gunakan kepada orang lain. Kata Ki Sumanto,

“Nang (lanang), kini ilmu sirep kamu hanya aku yg dapat mengalahkan. Ini juga dikarenakan kamu belum sempurna menguasainya. 3 tahun lagi bahkan akupun akan tunduk oleh ilmu sirep kamu. Oleh karena itu, kamu boleh menggunakan ilmu itu. Namun ingat, berhubungan dgn perempuan, ilmu ini harus kamu hati-hati menggunakannya. Jangan sampai satu desa kamu gagahi semua perempuannya. Bila terjadi, kamu sendiri yg akan celaka.

“Jangan kamu sia-siakan perempuan yg sdh kamu gagahi. Nanti kamu akan kualat sendiri. Itu mengapa isteriku hanya tujuh dan semuanya kunikahi. Hati-hati sama orang yg baik hati dan rajin beribadah, jangan kamu isengi. Ilmu kamu belum sempurna dan masih dapat terlihat kekurangannya di mata orang-orang pintar. Hati-hatilah.

Selain itu, ilmu-ilmu lainnya belum kamu kuasai juga. Bahkan ilmu santet kamu juga belum berarti apa-apa. Seperti yg aku katakan, ilmu yg paling dalam sebagai penjagamu adalah ilmu santet. Maka kamu harus latih terus. mulai sekarang, tiap kali kamu ke sini, latihan ilmu sirep kamu akan dikurangi, dan waktu belajar ilmu santet akan diperbanyak.”
Joko meninggalkan rumah gurunya dgn hati berbunga-bunga. Dgn penuh kebahagian, ia mulai merencanakan untuk dapat menggauli Asih, ibu kandungnya itu.

BAB EMPAT

Joko MENCOBA ILMUNYA

Kini kekuatan sirep Joko sdh dapat dikendalikan sepenuhnya. Sehingga tak perlu rasa takut lagi yg memicu keluarnya kekuatan ini. Ki Sumanto telah mengajarkannya bagaimana untuk selalu menjaga agar kekuatan itu selalu siap. Sekarang, setiap saat dirasakan Joko ada perasaan ringan di kepalanya. Oleh karena itu, Joko harus selalu menjaga perkataannya agar tdk sering memberikan kata-kata perintah agar tdk mencurigakan orang. Kata-kata seperti “ke laut aja loh” tdk bisa dikatakan oleh Joko, karena kemungkinan besar orang yg dibecandai olehnya akan benar-benar pergi ke laut.

Melatih kekuatan pikiran dgn suatu kesadaran bahwa mulutnya harus dijaga adalah sesuatu yg sangat sulit. Dgn susah payah, akhirnya Joko dapat menguasai kecenderungan ngomong asal njeplak. Kemampuan Joko menjaga omongannya ini berimbas ke hal lain. Guru-guru sekolah memuji Joko bahwa Joko sdh tampak lebih dewasa dan bertanggung jawab, orangtuanya memuji Joko sebagai anak penurut dan teman-temannya, bahkan yg lebih tua, merasakan ada wibawa tersendiri dari Joko yg seakan memancar dari dalam dirinya.

Joko sampai di rumah jam 7 malam. Hari itu hari Minggu. Tadi baru saja ia pulang dari rumah Ki Sumanto dan ijin untuk menggunakan ilmu sirep sdh diberikan. Dgn senyum nakal dan sedikit jahil, ia masuk ke rumah dan mulai menebarkan ilmunya.

Joko makan malam bersama kedua orang tuanya dilayani oleh pembantu mereka yg bernama Ijah, seorang perempuan berusia 40 tahun. Ketika makanan sdh habis, Joko mulai menggunakan kekuatan pikirannya untuk mensugesti seisi rumah agar mengantuk. Tiba-tiba saja bapak dan ibu Joko menguap yg disusul oleh Ijah. Joko tertawa dalam hati dan mengundurkan diri ke kamar.

Lima menit kemudian Joko mengirimkan sugesti ke seisi rumah agar tertidur sampai pagi tanpa peduli dgn apa yg terjadi di sekelilingnya. Perlahan Joko pergi ke kamar orangtuanya. Dgn hati dag dig dug, Joko membuka pintu kamar orangtuanya lalu masuk kedalam kamar. Joko menyalakan lampu kamar. Dilihatnya ayahnya dan ibunya tertidur bersebelahan dalam selimut. Suara dengkur ayahnya terdengar mengisi ruangan.

Joko membuka selimut sehingga seluruh tubuh ibunya terlihat. Ibunya sedang memakai daster bunga-bunga. Joko berkutat dalam pilihan antara ngentot ibunya saat itu atau tdk. Dipandangnya wajah putih dan cantik milik ibunya itu. Hidung yg mancung dgn rahang yg tinggi seperti yg dimiliki peragawati Ratih Sanggarwati, namun bibirnya begitu sensual seperti miliknya Soimah sementara mata lentiknya bila terbuka suka terkejap-kejap bagaikan mata gadis genit.

Dibelainya pipi ibunya. Begitu halus wajah ibunya. Bahkan lebih halus daripada wajahnya Lisa. Memang ibunya lebih banyak merawat tubuh, sehingga mana ada gadis desa yg dapat mengalahkan keindahan tubuh ibunya itu. Dikecupnya bibir ibunya. Bibir ibunya basah dan hangat. Bau nafas ibunya yg bersih dan hangat terasa di hidung Joko. Disedotinya bibir ibunya itu sambil dikecupnya sesekali. Bunyi bibir Joko yg mencipoki bibir ibunya terdengar jelas dibarengi suara dengkur ayahnya yg berada di sebelah mereka berdua.

Tak terasa, Joko telah beringsut sehingga kini menindih ibunya. Joko menikmati cumbuan sepihak ini. Kedua tangannya memegang pinggir kepala ibunya, sementara bibir ibunya dgn rakus ia jilati, sedoti dan kecupi. Kadang-kadang ia menjepit bibir bawah ibunya dgn kedua bibirnya sambil mengenyoti bibir bawah itu.

Joko menjadi makin bernafsu. Ia mulai menjilati seluruh wajah cantik ibu kandungnya itu. Bagaikan anjing haus, kedua pipi ibunya asyik digesek-gesek lidahnya, begitu juga dgn mata, jidat, dagu bahkan rambut hitam ibunya yg memancarkan bau shampoo.

Setelah wajah ibunya basah oleh air liur Joko, Joko mulai menarik tali kanan daster ibunya hingga melewati pundak. Tetek kanan ibunya yg tdk memakai BH terlihat separuh, dgn puting payudara yg tiba-tiba tegak telanjang. Joko semakin buas dan segera memasukkan pentil itu ke dalam mulutnya. Disedotinya pentil itu sambil tangan kanannya meremasi tetek kiri ibunya yg masih tertutup daster. Sungguh kenyal dan empuk ditangan. Kulit ibunya begitu harum. Wangi melati sedikit tercium.

Joko sdh tdk tahan lagi. Ia berdiri di samping tempat tidur, kemudian menarik daster ibunya ke atas. Agak susah karena ibunya sedang tidur. Dgn agak kasar ia memiringkan ibunya sehingga bagian belakang daster dapat tertarik ke atas. Setelah beberapa menit yg melelahkan, kini daster ibunya sdh menggerombol di atas dada, sehingga bagian payudara ke bawah terbuka. Tubuh putih dan seksi ibunya itu kini tampak jelas diterangi lampu kamar. Selangkangan ibunya ditutupi oleh celana dalam putih. Bibir memeknya terlihat. Joko menarik CD itu cepat-cepat hingga sampai pergelangan kaki. Lalu kaki kanan ibunya ia angkat sehingga celana dalam ibunya tergantung hanya di pergelangan kaki yg kiri.

Joko mendorong kedua paha ibunya lebar-lebar sehingga ibunya ngangkang. Kaki kiri ibunya menindih kaki kanan ayahnya yg sedang asyik tertidur. Kini Joko dapat melihat Jembut ibunya tampak rapi dalam bentuk segitiga kecil yg tak terlihat bila pakai celana dalam, karena dipotong sehingga bulu kemaluan itu tdk akan menyembul di pinggiran celana dalam. Joko lalu terjun ke selangkangan ibunya untuk mulai menciumi daerah intim ibunya itu.

Memek ibunya begitu harum. Tampaknya ibunya meraw at bagian intim itu. Entah ibunya pakai parfum untuk memek ataukah rajin minum jamu khusus wanita. Dgn nikmatnya Joko mulai menjilati kemaluan ibu kandungnya itu. Lidahnya membelah bibir luar memek ibunya sehingga menyelip ke dalam merasakan hangatnya memek perempuan. Joko mengorek-ngorek bagian dalam memek ibunya dgn lidahnya. Dirasakannya memek ibunya lembab dan hangat. Lidah Joko menemukan klitoris ibunya. Disapukannya lidahnya ke itil ibunya itu berkali-kali. Lama kelamaan liang surgawi ibunya mulai lembab dan semakin hangat.

Suatu saat Joko merasakan memek ibunya itu kini sdh basah oleh cairan yg bening dan membawa bau yg berbeda. Joko sdh berpengalaman, ia tahu bahwa bau badan perempuan akan tercium lebih jelas dari memek yg basah oleh cairan intim. Tahulah Joko kini bau badan ibunya yg sesungguhnya. Selama ini, ibunya selalu memakai parfum mahal sehingga tak pernah ia tahu bau tubuh ibunya itu. Apalagi ibunya hanya berolahraga ketika latihan aerobic, yg mana dilakukan di dalam kamar sendiri, sehingga Joko tak pernah tahu.

Bau tubuh ibunya berbeda dari bau tubuh Lisa atau Novi. Lisa dan Novi sendiri memilik bau badan yg berbeda. Hanya saja, ada sedikit kesamaan dalam aroma mereka yg tak dapat Joko beberkan dgn kata-kata. Nah, bau itulah yg tdk ada dalam bau tubuh ibunya. Bila ingin digambarkan, bau tubuh ibunya itu lembut namun keras, tdk menyerang tiba-tiba, namun perlahan tp setelah itu menguasai tiap relung indera penciumannya. Sungguh bau yg sangat enak dan anggun.

Joko menggeleng-geleng karena kontolnya sdh berdenyut tdk karuan. Ia segera merapatkan selangkangannya ke selangkangan ibunya, ditaruhnya kontolnya di lubang memek ibunya, lalu dgn satu gerakan cepat ia menindih tubuh ibu kandungnya sambil mendorong pantatnya maju ke depan.

“sleeeeeb……”

Sensasi kontolnya yg perlahan memasuki memek ibunya dan sepanjang jalan menggeseki dinding memek ibunya sungguh tak dapat dilukiskan dgn kata-kata. Lubang itu begitu hangat dan licin karena basah oleh cairan kewanitaan ibu apalagi sempit rasanya, hampir seperti peretnya dinding Novi waktu pertama kali ia setubuhi. Joko ingat ketika ia melihat ibu dan ayahnya bersenggama, ayahnya memiliki kontol yg berukuran kecil. Mungkin ini sebabnya liang senggama ibunya begitu sempit.

Joko menarik kontolnya lalu menusukkan lagi di dalam memek ibunya. Kembali dirasakannya memek ibunya mencengkram erat kontolnya. Sebelum setengah kontolnya masuk, Joko mencabut kontolnya. Joko jadi penasaran, Joko mencari senter dan ternyata ada di meja rias. Diambilnya senter itu lalu disorotnya lubang memek ibunya dgn satu tangan dan tangan lain membuka bibir memek ibunya. Dgn susah payah, Joko melihat di pertengahan liang senggama ibunya, liang surgawi ibunya memang tampak kecil, berbeda dgn liang senggama Novi maupun Lisa, yg setelah berkali-kali disetubuhi Joko, menjadi lebar.

Joko pernah dengar bahwa tiap wanita punya memek yg berbeda ukuran maupun bentuknya, ternyata ukuran lubang pun berbeda, terutama karena benda apakah yg pernah melewati lubang itu. Dilihatnya perut ibunya dan ada luka memanjang disana yg sdh lama sembuh. Rupanya ibunya dioperasi Caesar ketika melahirkan Joko. Masuk akallah bila ibunya masih memiliki liang yg sempit.

Joko menjadi bersemangat. Aku harus merasakan liang surgawi ini! Namun apakah sekarang, ataukah nanti ketika Joko berhasil membuat ibunya takluk? Bila ia menyetubuhi ibunya ketika ibunya sedang disirep, maka lama kelamaan lubang itupun akan longgar, Joko merasa bahwa bila ingin menaklukkan ibunya, seperti si Chandra menaklukan ibunya, salah satu point penting adalah menunjukkan kelebihan dirinya dibanding ayahnya. Ya, saat pertama kali menghujam memek ibunya, harus pada saat ibunya sadar, agar ibunya dapat merasakan besarnya kontol Joko.

Akhirnya Joko memutuskan untuk nanti saja. Maka kini ia mencolokkan lagi kontolnya di dalam lubang kencing ibunya yg masih basah, namun kontolnya ditaruhnya melintang di belahan bibir kemaluan ibunya lalu mulai menggeseki bibir memek itu tanpa penetrasi. Walaupun hanya menggesek saja, Joko merasakan nikmat juga. Apalagi fakta bahwa ibunya masih memiliki liang yg begitu sempit menambah nafsu Joko.

Ditindihnya tubuh ibunya yg sedang tertidur lelap itu. Berhubung ia lebih pendek dari ibunya, maka dgn mudah mulutnya menemukan pentil tetek ibunya hanya dgn menekuk kepalanya ke bawah. Sambil menyedoti tetek ibunya itu, Joko mulai menggowesi memek ibunya dgn batang kontolnya. Mulutnya bergantian mencucupi dada kiri dan kanan ibunya. Diselomotinya kedua payudara ibunya yg mancung itu dgn lahap. Dgn hati-hati, Joko menahan diri untuk tdk mencupangi kedua buah dada yg indah itu melainkan hanya menjilat, mencium saja, sementara sedotan khusus ia lakukan dipucuk puting ibunya saja.

Perlahan ibunya mulai mendesah dalam tidurnya. Kemaluan ibunya kini sdh basah karena lendir pelumas dari dalam memeknya sendiri dan membasahi batang kontol Joko yg keras dan penuh vitalitas lelaki muda. Walaupun ibunya tertidur lelap akibat sirep, namun bukan berarti ibunya tdk bereaksi terhadap serangan Joko, ibu Joko memeluk kepala anaknya itu dgn kedua tangannya sementara kedua kakinya melingkari kedua kaki anaknya dari luar sementara dalam desahannya, perempuan itu menggumamkan sesuatu yg tak jelas terdengar, namun dari nada yg dikeluarkan, Joko berpikiran bahwa tentu ibunya sedang mimpi basah.

Libido Joko sdh semakin meninggi, pantatnya bergoyang cepat sekali dan tekanannya menjadi lebih kuat, membuat kontolnya menggeseki memek ibunya dgn keras. Tubuh ibunya dan tubuhnya berkeringat karena aktivitas ini. Pelukan ibunya pun makin erat, sementara dapat Joko rasakan pinggul dan pantat ibunya kini bergerak-gerak seirama dgn pinggul dan pantat Joko. Joko kini mabuk birahi sehingga mulutnya kini terpaku dalam menyedoti puting ibunya yg sebelah kanan saja.

Akhirnya Joko sdh sampai puncaknya. Ia segera berdiri mencabut kontolnya lalu memuntahkan sperma di atas perut ibunya.

Setelah itu, Joko mengusapi perut ibunya dgn tissue yg diambil dari meja rias sehingga perut itu bersih. Dgn perasaan sumringah, Joko meninggalkan kamar itu.

PERKEMBANGAN BARU

Hari berganti. Segalanya berjalan seperti biasanya. Joko berangkat ke sekolah pada pagi harinya setelah sarapan dgn ayah dan ibunya tanpa ada kejanggalan apapun. Aksi Joko semalam tdk seorangpun yg tahu kecuali Joko sendiri. Ibu Joko masih tampak seperti biasanya, berbincang-bincang sopan baik dgn ayahnya maupun dgn Joko. Ibunya masih menunjukkan wajah yg sedikit sendu. Sayang sekali wajah yg cantik itu jarang menunjukkan kebahagiaan, pikir Joko.

Di sekolah Joko sedikit tdk bersemangat mengikuti pelajaran-pelajaran. Baru pada pelajaran terakhir yaitu Bahasa Indonesia, sedikit semangat Joko tergugah. Guru Bahasa Indonesia adalah seorang perempuan berusia 35 tahun bernama Bu Maya. Joko selalu suka mengikuti pelajaran ini.

Bu Maya adalah wanita yg cantik dan pintar. Bu Maya selalu memakai jilbab coklat yg senada dgn seragam gurunya. Walaupun pakaiannya tertutup rapat, namun dada yg terlihat menyembul di balik pakaian seragam itu sedikitnya menyiratkan betapa ranumnya payudara Bu Maya. Kulit muka dan tangan Bu Maya tdklah putih. Malah cenderung agak gelap kecoklatan. Namun tampak kulit wajah dan tangan itu sangat halus dan seakan ada kilau yg memancar dari kulit coklat itu.

Wajah Bu Maya sendiri sangatlah menarik. Hidungnya tdk pesek, namun tdk juga mancung seperti hidung orang Eropa. Hidung itu tampak simetris di tengah wajah yg oval, dipagari oleh tulang pipi yg tinggi. Mulutnya tipis namun tdk kecil, matanya sedikit sayu. Raut mukanya begitu indah dilihat. Tinggi badannya agak lebih pendek dari ibunya, hampir sepantaran Joko. Sungguh, perempuan yg cantik khas sekali Indonesia.

Tdk jarang Joko membayangkan bagaimana bentuk tubuh gurunya itu kalau tanpa ditutupi pakaian. Terkadang pula ketika ia menyetubuhi kedua gundiknya, ia membayangkan sedang bersetubuh dgn gurunya ini. Walaupun seringkali, terutama ketika menyetubuhi Lisa, Joko juga membayangkan bersetubuh dgn ibunya sendiri.

Joko memperhLisaan Bu Maya lekat-lekat tanpa mendengarkan seksama apa yg perempuan itu katakan. Ingin sekali ia mengetahui Bu Maya lebih jauh, apa yg sedang dipikirkan perempuan itu. Apakah ia sedang memikirkan seseorang yg khusus yg telah mengisi hatinya.

Bu Maya adalah janda. Suaminya dahulu adalah kepala sekolah ini. Namun, dua tahun lalu ada skandal perselingkuhan lelaki itu dgn guru wanita baru. Guru muda cantik berkulit putih bernama Lani. Walaupun sebenarnya bagi Joko, Bu Maya jauh lebih cantik daripada guru muda itu. Akibat skandal itu, Bu Maya menceraikan suaminya, sementara suaminya mengundurkan diri dan pindah ke kota lain dgn Bu Lani yg akhirnya dinikahinya. Dari mantan suaminya itu, Bu Maya mempunyai seorang anak gadis yg kini berusia 15 tahun bernama Yessi, kakak kelas Joko yg sekarang duduk di kelas 3 SMP.

Saat itu adalah waktu untuk membaca, kelas tinggal lima belas menit lagi. Teman kelas Joko mendapat giliran untuk membaca dari buku cetak. Suasana kelas hening. Joko memperhLisaan bahwa Bu Maya sedang tampak melamun. Joko memperhLisaan perempuan cantik itu lekat-lekat. Seluruh konsentrasinya ditujukan pada perempuan itu.

Tiba-tiba saja didengarnya Bu Maya berkata,

“Aaaah…… boseeen………. Mau mati rasanya di sini………..”

Joko lebih terkejut lagi ketika menyadari bahwa mulut Bu Maya tdk bergerak. Tiba-tiba saja suara itu hilang. Joko yg cerdas segera mengerti bahwa entah bagaimana ia dapat mendengarkan pikiran gurunya. Mungkin karena konsentrasi yg penuh yg ia berikan. Patutlah ini dicoba lagi, pikir Joko.

Ki Sumanto pernah berkata bahwa pikiran orang lain dapat didengar oleh seorang ahli sirep yg memiliki latihan puluhan tahun, namun terkadang ada orang juga yg memiliki bakat bawaan. Mungkin ini yg Joko miliki. Bakat.

Bukankah ia sebelumnya juga punya bakat menyirep bawaan tanpa latihan? Mungkin sekali. Joko berpendapat bahwa ia sebenarnya memiliki bakat laten yg terpendam dalam membaca pikiran. Sangatlah masuk akal, bahwa latihan kebatinannya selama ini akhirnya memunculkan bakat itu ke permukaan. Joko menjadi Bahagia sekali. Bakat ini yg nantinya pasti akan menjadikan salah satu kepandaian yg berguna sekali.

Dgn khusuk dan penuh konsentrasi, Joko menatap wajah Bu Maya lagi. Bu Maya yg merasakan sedang diperhLisaan, balas menatap Joko. Sedetik jantung Joko berdegup kencang, namun anak ini menenangkan hati dan tdk menatap ke arah lain melainkan tetap mempertahankan pandangannya.

Kembali Joko mendengar pikiran Bu Maya,

“Si Joko…. Selalu menatapku…… matanya itu……. Seakan menembusku……”

Bu Maya bergidik menatap mata Joko yg sedang mengawasinya. Perasaan ini ternyata dapat juga dirasakan oleh Joko. Ternyata selain membaca pikiran, Joko juga dapat merasakan apa yg dirasakan target konsentrasinya ini.
Joko bertanya-tanya dalam hati apakah ia bisa mempengaruhi pikiran Bu Maya. Bukan dgn sirep atau perintah, melainkan dgn memberikan suatu ‘visi’ atau suatu gambaran di benak targetnya itu. Maka, Joko mulai berkonsentrasi untuk membayangkan bahwa hanya mereka berdua yg berada di kelas ini.

Betapa kagetnya Bu Maya ketika merasakan bahwa keadaan kelas hening. Hanya ada dirinya dan Joko di kelas itu. Selebihnya hanyalah gelap. Bu Maya merasakan takut yg amat sangat. Apakah yg sedang terjadi?
Joko dapat merasakan ketakutan Bu Maya. Wah, mungkin terlalu jauh permainannya ini. Oleh karena itu, Joko mulai melepaskan ‘pengaruhnya’ dari Bu Maya, lalu Joko memandang ke arah jendela kelas, seakan menghindarkan tatapan pada Bu Maya. Namun, Joko tetap berkonsentrasi untuk membaca pikiran Bu Maya.

Bu Maya mendadak kembali berada di ruangan kelas dgn seluruh muridnya. Kelas kembali terang. Perempuan ini menjadi bingung. Apakah yg tadi terjadi? Pikirnya. Mengapa tadi ia merasakan hanya berdua di kelas ini? Apa maksud semua ini?

Bu Maya merasa bahwa mungkin ia sdh terlalu lama menjanda. Mungkin di bawah sadarnya ia mengharapkan hidupnya diisi lelaki lain. Tp mengapakah tahu-tahu ia memikirkan si Joko? Joko hanyalah anak SMP. Tak pernah dalam hidupnya Bu Maya merasakan ketertarikan kepada murid-muridnya, dan, iapun tak pernah membayangkan si Joko.
Bu Maya memperhLisaan Joko yg sedang menatap jendela. Anak itu pasti melamun. Ingin ia menegur Joko yg sedang bengong itu. Wajahnya yg tampan tampak agak seperti orang bloon bila sedang melamun.

Joko berdebar, ia mendengar pikiran Bu Maya. Bu Maya tampaknya menganggap Joko ganteng. Wah, pucuk dicinta ulam tiba, pikir Joko. Ini adalah sesuatu yg dapat dijadikan landasan untuk tindakan berikutnya.

Joko menunduk lalu memejamkan mata. Dgn konsentrasi penuh, ia berusaha mengirimkan bayangan ke Bu Maya. Ia membayangkan sedang berdua dgn Bu Maya dan saling berangkulan mesra di depan kelas.

Bu Maya terkejut. Ia menjadi heran kenapa dirinya membayangkan sedang berangkulan dgn Joko di depan kelas. Ia masih dapat melihat seluruh muridnya, namun di lain pihak pikirannya bagai bercabang dan samar-samar bayangan dirinya dan Joko berpelukan melintas di pikirannya.

Bu Maya merasa jengah. Ia tak pernah berpikiran kotor seperti ini. Apakah salahnya sehingga mempunyai pikiran aneh seperti ini? Selama ini, ia telah berhasil meredam nafsu seksualnya semenjak bercerai. Seks bukanlah sesuatu yg menjadi tujuan hidupnya. Tentu saja seks itu sangat nikmat, namun bukan suatu kenikmatan yg menjadikannya pecandu. Tampaknya, usaha meredam nafsu ini akhirnya jebol juga.

Bu Maya memejamkan mata lalu berusaha menyingkirkan bayangan si Joko dari benaknya. Namun ketika matanya terpejam, otaknya malah dgn jelas memperlihatkan adegan mesum itu lagi. Kini dalam benaknya, Joko tiba-tiba memagut bibirnya. Anehnya, ia membalas ciuman anak itu dgn bernafsu.

Saat adegan itu dibayangkan Joko, Joko juga mengirimkan sensasi erotis ke dalam pikiran Bu Maya, sekalian ia mengirimkan sugesti bahwa Bu Maya mulai bernafsu. Untuk anak remaja, usaha ini sangatlah hebat. Jokos selain mengirimkan gambar-gambar erotis, juga mengirimkan sensasi erotis dan bahkan sugesti sekaligus. Joko tak tahu, bahkan gurunya sekalipun tdk dapat melakukan itu.

Hasilnya sungguh dahsyat. Bu Maya merasakan memeknya mulai basah, seluruh tubuhnya seakan dikerubungi semut. Dalam benaknya, ia dan Joko berciuman penuh nafsu. Lidah Joko menyerang kedalaman mulutnya, sementara kedua tangan Joko yg mendekapnya, membelai-belai punggungnya dgn belaian kasar penuh birahi.

Tubuh Bu Maya gemetar menahan sensasi sensual yg seakan menyergapnya tanpa mampu ia kendalikan. Joko dalam benaknya kini mulai merabai kedua payudaranya yg masih tertutup pakaian. Memek Bu Maya kini sdh basah dan membuat celana dalamnya menjadi basah juga. Bu Maya jarang sekali membayangkan hal-hal yg erotis seperti ini, namun hari ini tiba-tiba saja berkhayal intim dgn salah satu muridnya.

Tiba-tiba saja bel berbunyi. Dgn salah tingkah, Bu Maya meminta petugas piket untuk memimpin doa, lalu akhirnya para murid keluar kelas setelah member hormat. Bu Maya masih merasakan celana dalamnya basah dan menunggu murid terakhir keluar kelas. Ia memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dgn perlahan. Ketika selesai, ia memandang ke arah bangku murid dan dgn kaget mendapati Joko sedang asyik membaca buku.

“Joko. Kamu kok masih di sini?”
“Joko mau tunggu sampai matahari ga terik lagi, Bu. Boleh ya?”

Wajah Joko tampak memelas dan Nampak tulus. Apalagi timbul dalam hati Bu Maya perasaan sayang yg aneh. Bu Maya akhirnya mengangguk memperbolehkan Joko, ia hendak berdiri meninggalkan kelas, namun ada sesuatu yg menahannya. Ia menatap Joko. Ia memperhLisaan wajah anak itu yg sedang tampak konsentrasi membaca. Wajah anak itu belumlah dewasa, namun makin lama dilihat wajah itu makin menarik. Memang wajahnya tampan, namun sebenarnya bukanlah tampan seperti model di Jakarta. Tampan seperti orang Jawa umumnya. Namun anehnya, Bu Maya seakan ingin memperhLisaan anak ini terus.

Bu Maya tdk tahu bahwa Joko terus mengirimkan bayangan wajah Joko kepadanya, juga dgn sugesti bahwa Bu Maya semakin lama semakin tertarik kepada Joko, selain itu emosi dan perasaan Bu Maya juga dipengaruhi sehingga timbullah perasaan sayang yg datang tiba-tiba.

“Bu? Joko boleh minta bantuan?”

Bu Maya terkejut karena ia sedang melamun mengenai Joko ketika Joko menanya pada dirinya. Bu Maya terdiam sebentar. Ada perasaan dalam dirinya bahwa Joko sedang membutuhkan sesuatu, dan sebaiknya ia menghampiri anak itu dan duduk di sampingnya.

“Boleh saja.” Kata Bu Maya dan tanpa sadar berdiri dari tempat duduknya. Ketika Bu Maya berjalan melewati pintu, tiba-tiba ada perasaan aneh yg menyuruhnya untuk menutup pintu. Maka ia menutup pintu, lalu wanita itu mendatangi bangku samping Joko dan kemudian duduk di sebelahnya.

Joko kemudian mulai berbicara. Ia curhat mengenai ayahnya yg tdk peduli kepada dirinya. Juga tentang ibunya yg dingin di rumah. Tentu saja hal mengenai ayahnya itu benar adanya, namun ibu Joko tdklah sedingin yg digambarkan Joko. Joko mulai berakting sedih. Sedikit air mata bercucuran ketika ia mengatakan bahwa ia merasakan bagaikan anak yatim yg tdk disayangi orangtua.

Bu Maya merasa trenyuh lalu mendekap kepala Joko dan mulai menghibur anak itu. Joko memeluk Bu Maya erat-erat sambil sesunggukan di dadanya. Tiba-tiba benak Bu Maya kembali dikuasai birahi. Tubuh Bu Maya sedikit bergetar karena menahan nafsunya itu. Hidung Bu Maya yg sedikit mengenai rambut Joko mencium bau matahari khas anak remaja. Namun kali ini, bau itu sangat memabukkan dan membuat memeknya basah lagi.

Saat itu Joko dapat memasuki pikiran Bu Maya dalam sekali. Ia dapat merasakan benaknya menyentuh benak Bu Maya. Benak itu bagaikan suatu bola besar dgn warna-warni yg menghiasnya. Ada warna yg mengatur emosi, ada warna yg mengatur perasaan, ada warna yg mengatur logika. Joko menyentuh benak Bu Maya pada bagian logikanya, lalu menanamkan di dalamnya bahwa apapun yg dilakukan Joko adalah wajar.

Kemudian Joko mengangkat wajahnya lalu menciumi bibir Bu Maya yg basah dgn bernafsu. Bu Maya yg sdh tdk dapat mengontrol logikanya lagi hanya membiarkan saja bibir kecil Joko menyelomoti bibir tipis sensual miliknya. Joko menyuntikkan sugesti lagi bahwa Bu Maya akan menjadi liar ketika Joko mencumbunya.

Bu Maya membalas ciuman itu dgn penuh nafsu. Lidah Joko yg telah menjilati bibirnya kini disambut juga dgn lidahnya. Mereka saling bertukaran lidah dgn penuh nafsu. Dalam ketergesaannya, Joko mulai melucuti baju seragam Bu Maya sambil terus berpagutan. Dibukanya kemeja seragam itu lalu dibuangnya ke lantai ketika telah dilucuti.
Di balik kemeja seragamnya, masih ada singlet wanita yg secara cepat pula dilolosi. BH hitam Bu Maya membungkus payudara yg bulat. Tampaknya 36B. Joko lalu menarik Bu Maya berdiri untuk membuka roknya sehingga kini akhirnya Bu Maya hanya mengenakan BH dan CD hitam saja.

Tubuh Bu Maya yg tdk terlalu tinggi tampak padat. Lengan Bu Maya tampak sedikit gemuk, khas wanita dewasa Indonesia. . Ada sedikit lemak di perutnya, namun tdk buncit. Ada garis selulit di perutnya yg menandakan ia pernah melahirkan. Bagian di sekitar pusarnya tampak sedikit menonjol yg melebar ke samping ke arah pinggulnya yg menyebabkan pinggul Bu Maya tampak berisi dan tdk terlihat tulangnya. Ada garis lemak di atas pahanya yg membuat kesatuan pinggul dan panggulnya tampak sangat manusiawi namun sensual.

Di tambah lagi kulit tubuhnya yg ternyata lebih putih dari wajahnya. Wajah dan tangan Bu Maya seringkali tertimpa matahari sehingga berwarna coklat kegelapan, namun kulit tubuh Bu Maya memiliki warna yg lebih terang. Bahkan, kulit dadanya tampak hampir kuning langsat. Sungguh bagaikan lukisan indah seorang maestro. Karena warna kulit Bu Maya tdk tampak loreng-loreng, melainkan pada berbagai tempat seperti tangan, leher dan wajah memiliki suatu gradasi warna dari terang ke gelap yg sempurna sekali.

Tatapan Bu Maya penuh nafsu memperhLisaan Joko yg kini sedang melucuti baju sambil menatapnya. Bu Maya pun mulai membuka BHnya. Akhirnya payudara yg bulat itu terlihat juga. Kedua payudara yg berwarna lebih putih dari bagian tubuh lainnya itu benar-benar hampir bulat. Kedua pentil Bu Maya terletak tepat di tengah payudaranya. Daerah areolanya yg berwarna coklat gelap juga memiliki gradasi yg makin terang di pusatnya menjadi coklat muda.

Namun pentilnya tampak berwarna seperti lingkar luar areola, coklat gelap juga. Besarnya payudara itu rupanya tersembunyi karena ukuran BH yg kecil yg dipakai Bu Maya sehingga menekan payudara itu ke dalam. Kedua bulatan payudara itu cukup besar dan gemuk sehingga satu tangan Joko tak dapat menutupi satu payudara Bu Maya.

Kemudian Bu Maya membuka celana dalamnya sehingga kini jembutnya yg lebat terlihat. Bau tubuh Bu Maya mulai tercium di hidung Joko ketika Joko mulai mendekati Bu Maya dgn perlahan. Ketika jarak mereka sangat dekat, mereka berdua saling menubruk dan berciuman lagi. Joko hanya perlu mendongakan wajah sedikit ke atas karena Bu Maya hanya lebih tinggi sedikit darinya.

Dgn penuh nafsu mereka berdua saling meremas dan berciuman. Lidah mereka beradu lagi dgn cepat. Air liur mereka bertukaran cepat, membasahi rongga-rongga mulut masing-masing dan bahkan juga sekitar bibir mereka.

Kedua tangan Joko mulai meremasi payudara Bu Maya. Bu Maya mulai mengerang-ngerang dalam ciuman mereka. Tangan kiri Joko menjelajah ke bawah dan mendapatkan celah kenikmatan di balik semak belukar yg kini sdh basah kuyup oleh cairan kewanitaan Bu Maya.

Kedua tubuh mereka kini berkeringat pekat. Peluh bahkan masuk ke mata kanan Joko dan membuat matanya itu perih. Kelas yg tanpa kipas angin dan AC memang sdh panas, apalagi kini dua tubuh mereka yg telanjang sedang berdekapan yg mengantar panas tubuh satu sama lain. Joko menyukai bau tubuh Bu Maya yg sedikit menyengat namun bersahabat dgn hidungnya.

Joko melepaskan ciumannya dan kini merambah ke bawah kea rah tetek kanan Bu Maya. Bu Maya mengangkat tangan kanannya untuk mendekap kepala Joko. Bau tubuh Bu Maya tercium jelas ketika ketek perempuan itu membuka. Saat itu, bibir Joko sedang berada di bagian atas payudara kanan Bu Maya. Joko melirik ke samping kiri atas dan melihat ketek Bu Maya yg dihiasi bulu-bulu halus yg menghiasi pertengahan ketek itu.

Bulunya tdk lebat, namun dapat terlihat membentuk garis-garis tipis yg tdk begitu lebat namun membentuk bayangan hitam di celah ketiak itu.
Joko memegang tangan kanan Bu Maya dgn tangan kirinya lalu mengangkat tangan Bu Maya itu. Ia segera menjilati ketek yg basah itu dgn buas. Bulu-bulu halus itu membelai lidahnya yg basah dan mengirimkan sinyal birahi yg begitu kuat.

Tak tahan lagi, Joko mendudukkan Bu Maya di atas meja, lalu membuka paha perempuan itu lebar-lebar, lalu menghujamkan k0ntolnya ke dalam gua yg terlarang itu.

Memek Bu Maya tdklah serapat Lisa atau Novi, bahkan dibanding juga dgn ibunya. Namun bukan berarti terasa longgar. Melainkan cukup ketat juga membungkus kontolnya yg sdh tegang sedari tadi.

Sambil menghujami kemaluan Bu Maya dgn penuh semangat, Joko mengenyoti payudara kanan Bu Maya. Bu Maya kini mengerang keras sambil mendekap tubuh muridnya itu dgn eratnya. Suara selangkangan beradu yg sebelumnya tdk pernah terdengar di kelas ini, kini memenuhi ruangan, memantul dari dinding-dinding, disaksikan oleh papan tulis dan pernak-pernik kelas yg lain.

Bu Maya seakan merasa di surga. Sdh lama ia tdk diberi nafkah batin. Dan kini muridnya sendiri menafkahinya di dalam kelas! Bu Maya tdk memikirkan apa-apa lagi, berhubung logikanya sdh dikuasai oleh Joko. Perempuan ini terhanyut dalam kenikmatan ragawi yg sedang direngkuh bersama dgn Joko.

Kini Joko asyik menyelomoti tetek yg sebelah kiri, sementara tangan kirinya meremasi tetek kanan Bu Maya yg sdh basah oleh campuran keringat mereka berdua ditambah dgn air liur dari mulut Joko.

Saat itu Joko dapat mendengar suara langkah kaki pria mendatangi kelas. Ada yg mendengar mereka, rupanya. Bu Maya mengerang keras sekali. Joko dgn sigap segera berusaha berkonsentrasi dan memusatkan pikiran untuk memasuki benak orang yg sedang datang.

Rupanya penjaga sekolah. Joko dapat mendengar pikiran orang itu. Pak Priyo mendengar teriakan perempuan dari kelas ini. Kedengarannya seperti Bu Maya yg cantik itu. Maka Pak Priyo tergopoh-gopoh mendatangi. Namun, tiba-tiba saja ia tdk mendengar apa-apa lagi. Bahkan, kini ia lupa kenapa ia ada di tempat ini. Bukankah tadi ia berencana untuk makan siang? Dgn linglung, Pak Priyo berjalan menjauhi kelas itu tanpa tahu bahwa Joko telah mempengaruhi benaknya.

Bu Maya yg tdk tahu apa-apa kini sedikit lagi mencapai klimaks. Pantatnya bergoyang bagaikan tornado. Ada suatu dorongan untuk menuntaskan birahinya secepatnya. Selangkangannya kini menumbuki selangkangan Joko dgn kecepatan dan kekuatan yg dahsyat.

Jokopun sdh hampir sampai di batas kekuatannya. Kontolnya yg merasakan dinding basah memek Bu Maya juga sdh ingin sekali memuntahkan spermanya. Pantatnyapun mengimbangi gerakan dan kekuatan Bu Maya. Bunyi selangkangan mereka beradu kini membahana. Nafas mereka sdh ngos-ngosan, peluh sdh memandikan tubuh mereka.
Dan akhirnya, diiringi jeritan kenikmatan Bu Maya dan bentakkan kepuasan dari Joko, Joko menyemprotkan spermanya dalam liang senggama ibu gurunya itu yg sedang kelojotan karena mengalami orgasme setelah sekian lama guanya tdk ada yg mengunjungi.

Selama beberapa menit setelah orgasme, Bu Maya tidur di atas bangku. Joko yg kontolnya telah mengecil, duduk di hadapan gurunya itu.

Bu Maya akhirnya berdiri. Ia memandang Joko dgn mata penuh pertanyaan.

“Ibu tahu kamu yg membuat Bu Maya jadi begini. Entah dgn cara apa, Ibu tdk tahu.”

Joko terkaget. Ia kemudian membaca pikiran Bu Maya, dan anehnya, perempuan ini tdk marah. Malah ada rasa suka dari Bu Maya. Bu Maya adalah tipe perempuan yg ingin dikuasai oleh lelaki, dan entah bagaimana caranya, Joko berhasil menguasai perempuan ini.

Joko berdiri. Ia Mengecup bibir Bu Maya cukup lama, dan kemudian mereka berdua bergegas memakai baju untuk lalu meninggalkan tempat mereka memadu kasih.

 

author