Cerita Sex: Di Balik Kerudung Nafsu Bergelora

No comment 8288 views

Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru 2015/2016 – Cerita Sex: Di Balik Kerudung Nafsu Bergelora

cerita-sex-di-balik-kerudung-nafsu-bergelora-225x300

Cerita Sex: Di Balik Kerudung Nafsu Bergelora – Ist

cerita sex 2016 ini berisikan gelora seorang tante berjilbab, dibalik jilbabnya tersimpan hasrat sex yang begitu besar. Untuk lengkapnya silakan disimak cerita dibawah!!!
langsung aja cekibrot ceritanya berikut!!!!!!!!
Sex Berjilbab | Di kamar kostnya Arman berbaring sambil melamun. Diluar gerimis yang turun sejak pagi belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malem, dikota yang memang berudara sejuk. malem minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Arman suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah sebuah wajah cantik berkerudung. Tante Mirna, ibu kostnya sendiri.
Dibayangkannya waMirna itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, menguraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satu persatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih bersih dan sepasang susu montok yang disangga bra merah jambu. Dan susu itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang buah dada padat
berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik CD, yang sewarna bra, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari striplis, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri cewek telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.
Bllaarrrrrrrrr! Bunyi petir membuyarkan lamunannya. Arman bangkit berdiri sambil menggaruk batang Penis di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat Teh panas. Setelah membuat Teh kemudian keruang duduk untuk ngumpul nonton televisi bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Ahmad setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Ahmad telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.
Ternyata ruang duduk itu sepi, televisi nya juga mati. Mungkin Tante Mirna sudah tidur bersama anaknya karena Pak Ahmad sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Arman duduk sendiri dan mulai meghidupkan televisi. Ternyata hampir semua saluran televisi yang ada gambarnya kurang bagus. Arman mencoba semua saluran dan cuma SCTV saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Arman selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.
Tiba-tiba Arman mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah cewek yang biasa dipanggil Tante Mirna. Arman kaget melihat kehadiran cewek itu yang tiba2.
“Ehh, Tante belum tidur? Keberisikan ya?” tanya Arman tergagap
“Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok” jawab cewek itu dengan logat Sunda yang kental.
Yang membuat Arman kaget sebenarnya bukan kedatangan cewek itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari2 Tante Mirna, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tante Mirna.
Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Arman selalu tertarik dengan cewek cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tante Mirna tanpa busana.
Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tante Mirna yang masih dibawah 30 tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Ahmad. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tante Mirna dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan cewek itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.
Tapi malem ini Tante Mirna berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tidak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tante Mirna memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Arman, Tante Mirna seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.
“Gambar TVnya jelek ya?” tanya Tante Mirna mengagetkan Arman.
“Eh, iya. Antenenya kali” jawab Arman sambil menunduk.
Arman semakin berdebar ketika cewek itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Arman kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Arman menelan ludah.
” Semuanya jelek, ” kata Tante Mirna ” Nonton DVD saja ya?”
“Terserah Tante” kata Arman masih berdebar menghadapi situasi itu.
“Tapi adanya film unyil, nggak apa?” kata Tante Mirna sambil tersenyum menggoda.
Arman faham maksud Tante Mirna tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film bokep.
“Ya terserah Tante saja” jawab Arman.
Tante Mirna kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya. Arman semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai CD. Diteguknya air digelas. Agak lama Tante Mirna keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.
“Mau nonton yang mana?” tanyanya menyodorkan beberapa keping DVD sambil duduk kembali di samping Arman.
Arman menerimanya dan benar dugaannya itu DVD bokep.
“Eh, ah yang mana sajalah” kata Arman belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali DVD2 itu.
“Yang ini saja, ada ceritanya” kata Tante Mirna mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat televisi. Arman mencoba menenangkan diri.
“Memang Tante suka nonton yang beginian ya?” tanya Arman memancing
“Ya kadang2, kalau lagi suntuk” jawab Tante Mirna sambil tertawa kecil
“Bapak juga?” tanya Arman lagi
“Nggak lah, marah dia kalau tahu” kata Tante Mirna kembali duduk setelah memencet tombol player.
Memang selama ini Tante Mirna menonton film2 itu secara sembunyi2 dari suaminya yang keras dalam urusan moral.
“Bapak kan orangnya kolot” lanjut Tante Mirna “dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!”
Arman tertegun mendengar pengakuan Tante Mirna tentang hal yang sangat rahasia itu. Arman mulai faham rupanya cewek ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud cewek ini mengajaknya nonton film bokep. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.
Film sudah mulai, sepasang cewek dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Arman tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik cewek disebelahnya.Tante Mirna duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Arman sudah tidak ragu lagi.
“Tante kesepian ya?” Tanya Arman sambil menatap cewek itu Tante Mirna balik menatap Arman dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.
“Kamu mau tolong saya?” tanya Tante Mirna sambil memegang tangan Arman.
“Bagaimana dengan Bapak ?” tanya Arman ragu-ragu tapi tahu maksud cewek ini.
“Jangan sampai Bapak tahu” kata Tante Mirna“Itu bisa diatur” lanjut Tante Mirna sambil mulai merapatkan tubuhnya.
Arman tidak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh cewek itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tante Mirna. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Arman segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.Arman semakin yakin bahwa cewek ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tante Mirna.
Bahkan terkesan cewek itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tante Mirna memegang belakang kepala Arman menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Arman mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang cewek itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tante Mirna. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.
Tante Mirna bergetar ketika jemari Arman menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Arman memang mulai merambah seputar selangkangan cewek itu yang masih terbungkus CD. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tante Mirna telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tante Mirna telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu2 ditariknya CD itu, dibantu oleh Arman dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.
Segera saja tangan Arman merambahi kembali lembah hangat milik Tante Mirna yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu2 jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Arman membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tante Mirna makin mendesah ketika jemari Arman mulai menyentuh bibir vaginanya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tante Mirna rasakan pada daerah kemaluannya.
Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba susunya sekilas dan ketika batang Penisnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang vagina Tante Mirna. Bahkan ketika lubang vagina itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tante Mirna.
Selama hampir 8 tahun menikah, Tante Mirna belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Ahmad suaminya yang berusia hampir 45 tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.
Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan sperma didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.
Sehingga selama bertahun2, Tante Mirna tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang sperma suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tante Mirna sebagai cewek, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.
Selama bertahun2.Hanya kira2 setahun ini Tante Mirna bertemu dengan seorang waMirna sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari waMirna ini, Ayu namanya, Tante Mirna mendapatkan film2 bokep yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.
Tetapi sebagai cewek normal Tante Mirna tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tante Mirna. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.
“Aaahhh..terus Man..” desahnya membara.
Emutan bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Arman mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tante Mirna mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tante Mirna dapat meredam hasratnya. Tidak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.malem ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Arman kost dirumahnya, Tante Mirna telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.
malem ini Tante Mirna tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan.Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Arman mulai menyusuri leher jenjang Tante Mirna yang selama ini tertutup rapat. Mulut Arman menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tante Mirna, tapi tiba-tiba Arman bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tante Mirna yang mengangkang dimana bibir vaginanya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Arman ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tante Mirna juga faham maksud Arman.
Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Arman lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tante Mirna menunduk memperhatikan kepala Arman dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya televisi yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Arman selangkangan cewek yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.
Arman menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Lubang mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Arman bergeser mendekati lubang vagina itu untuk lebih menguakkannya
“Ahhh….!” Tante Mirna mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir vaginanya.
Desahannya semakin menjadi ketika lidah Arman mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tante Mirna blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak -hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Arman terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi susu yang montok padat.
Rupanya Tante Mirna sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga bra yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga cewek yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati vaginanya.Mata Tante Mirna merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Arman. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film bokep.
Demikian juga dengan Arman, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat cewek berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Arman rupanya telah menaikkan nafsu Tante Mirna makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tante Mirna yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Ayu dan ketika menonton film bokep sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Arman agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Arman yang mengesek vaginanya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.
“Aduh,,,,,,gusti…! UUUhhh,,,enaknyo,,, !” jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.
Arman sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tante Mirna merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tante Mirna menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Arman kembali membuka sehingga Arman dapat melepaskan diri. Muka Arman basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tante Mirna.
Arman bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi cewek telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang cewek itu secara utuh.
“Matur nuhun yaaa Bi” kata Tante Mirna berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.
Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Arman telah berdiri telanjang bulat dengan batang Penis mengacung keras. Batang Penis yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Arman mendekat dan meraih tangan Tante Mirna, dan menariknya berdiri. Kemudian Arman mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang cewek itu lebih seksama.
” Kenapa sih?” tanya Tante Mirna sambil senyum-senyum.
“Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup” jawab Arman yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.
Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tante Mirna, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tante Mirna memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. susunya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.
Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang Penis Arman. Dan Tante Mirna yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tante Mirna kembali duduk sambil tetap menggengam batang Penis itu. Arman mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata cewek ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan batang Penis yang tegang dihadapannya. Penis yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tante Mirna ingin merasakan mengemut Penis lelaki seperti yang dilihatnya difilm bokep.
Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala Penis yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang Penis yang telah basah itu dan dikulumnya. Arman meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tante Mirna mulai melumati batang Penis didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.
Tante Mirna mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang Penis itu dengam giginya, membuat Arman semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tante Mirna adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Arman agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tante Mirna yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.
Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. tidak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Arman yang batang Penisnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Emutan mulut Tante Mirna meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya….
“Ah Tante, sudah mau keluar nih” desis Arman mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.
Tapi Tante Mirna yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan Emutannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang Penis itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tante Mirna. Arman meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tante Mirna semakin menguatkan Emutan bibirnya di Penis itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tante Mirna semakin keras mengocok batang Penis itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang Penis Arman, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang Penis itu. Tanpa rasa jijik atau mual.
“Bagai mana rasanya Tante?” tanya Arman. Ia kagum ada cewek yang mau menelan air maninya dengan antusias.
“Enak, gurih” kata Tante Mirna tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tante Mirna bangkit.
“Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu” katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono.
Arman sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang Penisnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tante Mirna di dapur membuatkan minuman.
Arman mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tante Mirna menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Arman. Perlahan dirasakan batang Penis Arman mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tante Mirna semakin mengelinjang ketika tangan Arman yang satunya mulai merambahi selangkangannya.
“Sudah nggak sabar ya” katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.
“Dikamar saja ya” ajak Tante Mirna ketika ciuman mereka semakin larut.
Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.
Tante Mirna mendorong tubuh Arman keranjang dan jatuh celentang. Tante Mirna juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Arman. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tante Mirna mendorong kepala Arman kebawah. Ia ingin Arman mengerjai buahdadanya. Arman menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tante Mirna mendesah sambil mengerumus rambut Arman yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Arman dengan lembut. Arman merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan pentil yang mengeras.
“uuuhhhh… man…! Geliin..teruskannn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!…!”Tangan Arman yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan cewek itu. Tante Mirna menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
“Ahh..terus sayang!” desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Arman dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.
Tante Mirna semakin menggelinjang ketika ujung jari Arman menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Arman secara bersamaan memberikan rangsangan kepada cewek kesepian yang haus seks itu. Sementara Tante Mirna juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Arman mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tante Mirna dan berhenti di pusarnya.
Tante Mirna menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.Tante Mirna rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Arman kearah kepalanya. Arman faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tante Mirna diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang Penis yang menegang keras diatas muka Tante Mirna. Yang segera disambut Emutan Tante Mirna dengan bernafsu. Arman juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tante Mirna yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.
Tante Mirna istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tidak hArmans-hArmans untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Arman pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan cewek tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.
“aaaahhh,,,,,oooohhhh,,,,…! man, lakukanlah” desah Tante Mirna mulai tidak tahan menahan hasratnya.
Arman segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tante Mirna celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang Penis Arman pada lubang vaginanya yang telah semakin berdenyut.
Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malem pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. tidak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang Penis Ahmad merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Tante Mirna tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir vaginanya. Direngkuhnya tubuh Arman ketika perlahan batang Penis yang keras itu mulai menyusuri lubang vaginanya.
“aaahhhh,,,! enak man!” desisnya. Tangannya menekan pinggul Arman agar batang Penis pemuda itu masuk seluruhnya.
Arman juga merasakan nikmat. vagina Tante Mirna masih terasa sempit dan seret. Arman mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tante Mirna. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.
“Ayo man genjot terusss!” desis Tante Mirna makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan.
Arman mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang Penisnya tuntas masuk seluruhnya kedalam vagina Tante Mirna.
“ooohhhhh eennaakkkk bbbiiii,,,,,!”jerit Tante Mirna nkmat setiap kali Arman melakukannya.Terasa batang Penis itu menyodok dasar lubang vaginanya yang terdalam.
Semakin sering Arman melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tante Mirna sehingga pada hentakan yang sekian Tante Mirna merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Arman agar hujaman bantang Penis itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang vaginanya.
“aaaddduhhhh gguussttii,,,,,,,,,ooohhhh,,,,!” teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki.
Sangat nikmat dirasakan Tante Mirna. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Arman yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tante Mirna kembali berusaha mengimbangi.
Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga vaginanya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman Penis Arman semakin dalam. Arman yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tante Mirna seperti itu. Demikian juga dengan Tante Mirna, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tante Mirna mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Arman, sehingga selangkangannya lebih terangkat.
Arman memeluk kedua kaki Tante Mirna, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan vagina Tante Mirna lebih terasa sehingga gesekan batang Penisnya menjadi semakin nikmat. Arman semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
“aaaahhhhh,,,,” Arman mendesah nikmat ketika dari batang Penisnya menyembur cairan kenikmatannya.
Dikocoknya terus batang Penis itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tante Mirna rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.
“AAAhhhhh,,,!!” jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut.
Tubuh Arman ambruk diatas tubuh Tante Mirna. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.
“Matur nuhun ya man, Matur nuhun” kata Tante Mirna terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu.
Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malem.
tidak sampai 10 mereka saling berdekapan ketika dirasakan Arman, batang Penisnya yang telah lepas dari lubang vagina Tante Mirna mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tante Mirna. Rupanya cewek ini sudah ingin lagi. Arman tersenyum dalam hati, lembur nih ini malem!Memang Tante Mirna sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malem ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Arman sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.
Dan malem itu mereka melewati malem panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.
Arman bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malem dengan Tante Mirna. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malem mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tante Mirna yang ternyata tidak kenal puas. tidak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.
Arman ingat setiap dua atau tiga ronde, Tante Mirna selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani cewek yang haus sex itu berkali2. Arman masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malem. Seperti mimpi tapi benar terjadi. cewek yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalem.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tante Mirna dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.
“Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak” katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.
“Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi” katanya sambil senyum menggoda.
Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tante Mirna ramuan rahasia menambah gairah lelaki. KemudianTante Mirna memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Arman dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.
“Tante mau kemana sih kok rapi…” tanya Arman
“Baru nganter anak saya ke rumah Tante Siti. Biar kita bebas” kata Tante Mirna kembali tersenyum nakal.
Arman merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tante Mirna berpakaian lengkap.
“Tante beda banget deh kalau pake jilbab gini…. Jadinya takut aku macem-macem sama Tante… alimmm banget….” Goda Arman sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.
“Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa… pengen kehangatan, pengen kenikmatan…” jawabnya sambil mencubit paha Arman, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
“Tante .. jangan dilepas dulu jilbabnya… Tante mau ngga memenuhi permintaan saya?” kata Arman
“Apa sih?” tanya Tante Mirna agak heran
“Maaf nih Tante, “kata Arman ” Tante mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Tante didepan saya”
“Kenapa tidak” kata jawab Tante Mirna Tante Mirna tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya.
Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.
“Jilbabnya jangan dilepas dulu Tante…” seru Arman.
Arman memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tante Mirna. Dengan masih bergoyang, Tante Mirna mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah susu montoknya yang terbungkus bra. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tante Mirna hanya mengenakan jilbab, bra dan CD berwarna pink.
Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tante Mirna semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Arman benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang Tante Mirna berjilbab menari erotis hanya menggunakan bra dan CD wow… dan perlahan batang Penisnya mulai ngaceng.
Tante Mirna naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Arman sambil menurunkan CDnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Arman menanggapi dengan meraba paha Tante Mirna dan membelainya. Kini selangkangan Tante Mirna tepat dimuka Arman.Dengan tangannya ditariknya kebawah CD Tante Mirna dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tante Mirna mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.
Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Arman pada selangkangannya.Arman menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tante Mirna dengan rakus. Tante Mirna mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Arman menjilati lubang vagina Tante Mirna yang sudah dikuakkan jari tangannya.
Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang Tante Mirna yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas susunya sendiri. Tante Mirna merintih nikmat ketika satu jari tengah Arman dimasukkan kedalam lubang vaginanya yang semakin basah. Arman menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit cewek itu, menyebabkan Tante Mirna semakin mengelinjang liar.
Tante Mirna semakin keras meremasi susunya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang vaginanya. Kaki Tante Mirna terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Arman masih terhujam dilubang vaginanya. Tante Mirna membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Arman dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.
Entah kenapa, Arman sangat suka menjilati seputar vagina Tante Mirna, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tante Mirna juga sangat menyukai perlakuan Arman itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Tante Mirna ingin segera disodok lubang vaginanya dengan batang Penis pemuda itu yang telah keras mengaceng.
Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang Penis Arman yang telah mengaceng keatas. Arman membantu mengarahkan batang Penisnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tante Mirna mendesah ketika kepala Penis Arman perlahan menyusup kedalam lubang vaginanya yang sempit. Lubang vagina Tante Mirna meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya.
Sehingga selain lebih rapet juga vaginanya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Arman, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Arman setelah minum ramuan buatan Tante Mirna. Tubuhnya kembali segar dan batang Penisnya selalu siap tempur.Secara normal Arman memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semaleman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.
Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Arman sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tante Mirna pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah2 dan melempar gelasnya. Baginya haram minum2an yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.
Arman merasakan selusuran batang Penisnya didalam lubang vagina Tante Mirna yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala Penisnya yang sensitif pada dinding lubang vagina itu menjadi lebih nikmat. Tante Mirna mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Arman yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tante Mirna yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok cewek itu mengikuti gerakan turun naiknya.
Sepasang susu yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Arman. Sesekali Tante Mirna menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang Penis Arman menghujam seluruhnya didalam lubang vaginanya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tante Mirna ketika kepala Penis Arman menghujam lubang vaginanya yang terdalam yang paling sensitif. Tante Mirna terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.
“UUUhhhhhhhhh,,,,,,..!! ” jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.
Tubuhnya mendekap Arman dengan ketat. Arman yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tante Mirna kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Arman berada diatasnya. Batang Penisnya masih bertaut dalam dilubang vagina Tante Mirna. Segera Arman mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tante Mirna. Gerakan Arman langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tante Mirna orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malem tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tante Mirna klimaks tiga kali berturut-turut.
Arman merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang Penisnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tante Mirna yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tante Mirna mencoba mengimbangi goyangan Arman, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.
“Aaaadduhhhh,,,,,GGuuusstttiii,,,,,eennnaaakkk bgtt,,,,,,,,,,,! ” jeritnya nikmat.
Ia merasa puas dengan kemampuan Arman, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Arman terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada cewek ini. Kembali Arman berusaha memacu kembali hasrat Tante Mirna yang baru klimaks dan memang tidak lebih dari satu menit kembali tubuh Tante Mirna diguncang getaran yang paling nikmat.
“AAAhhhhhh,,,,,,,.!” desahnya kembali.
Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut2. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Arman yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang Penisnya. Tante Mirna yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba2 hasratnya untuk menikmati sperma Arman muncul.
“man, saya mau kulum punya kamu” pintanya kembali bersemangat.
Arman menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tante Mirna sudah haus ingin minum. Minum air maninya.Arman juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut cewek itu. maka dicabutnya batang Penis dari lubang kenikmatan itu. Tante Mirna mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Arman segera berlutut mengangkangi badan Tante Mirna dengan batang Penisnya mengacung tepat dimuka Tante Mirna yang langsung menyambarnya dan mengemutnya dengan nikmat.
Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi…. luar biasa, seorang Tante Mirna terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang… apalagi mulut Tante Mirna berjilbab ini membuka siap menerima batang Penisnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Arman merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir Tante Mirna berjilbab ini melahap dan mengemut batang Penisnya yang sedang ngaceng dan Arman sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan cewek itu memperlakukan Penisnya dengan mulutnya.
Tante Mirna dengan penuh nafsu mengemut dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Arman semakin tinggi.Jarang ada cewek yang dikencaninya mau mengemut batang Penisnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya cewek bayaran. Tapi kini cewek baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Arman merasa beruntung bertemu dengan Tante Mirna.
Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Ahmad bila tahu perbuatan mereka.Arman merasa batang Penisnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tante Mirna yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tante Mirna. Batang Penis itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga sperma yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tante Mirna.
Demikian juga dengan Arman, tubuhnya meregang tersentak2 seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan cewek itu. Tante Mirna bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang Penis hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malem tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore. Hingga anaknya Tante Mirna datang. – Cersex Cerita Sex, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot, Cerita Mesum Terbaru 2015/2016

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Kebiasaan Sex Dalam Keluargaku
author