Cerita Sex : Cinta Terlarang Karyawati

No comment 2602 views

Jagobokep.comCersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa –Akibat nafsu sex yg menggebu-gebu, seorang wanita maniak seks karyawati kantor nekat meminta tukang becak untuk memuaskan nafsu birahinya yg membara. Ga ada rotan akarpun jadi, berikut ini jalan cerita mesum itu terjadi…

8

Awal kejadiannya saat itu adalah di Jakarta. Windy bekerja seorang karyawati pada sebuah bank swasta terkemuka. Windy adalah seorang wanita karier yg masih berusia 26 tahun pada saat itu.

Ia memiliki kulit putih bersih mulus dan tinggi badan 156 cm. Rambut sebahu serta ukuran dada yg serasi sekali dengan bentuk tubuhnya yg ramping. Saat itupun Windy telah memiliki seorang kekasih yg sangat ia cintai dan amat mengerti akan pekerjaannya.

Heru adalah kakak kelas Windy saat di kampus dulu di sebuah kota Sumatera. Saat itu pun Heru telah bekerja di sebuah perusahaan di Kalimantan. Jadi mereka berpisah untuk waktu yg lama dan hanya sekali 6 bulanlah mereka bisa berkumpul lagi.

Windy menyewa sebuah rumah yg sederhana tdk jauh dari kantornya. Dengan gaji yg cukup, ia dapat mempekerjakan seorang pembantu yg sudah agak tua. Namanya Mpok Ijah. Seringkali Windy bertukar pikiran dengan Mpok Ijah saat ia tdk kerja. Itu pun topiknya mengenai laki-laki. Mpok Ijah pun tdk terlalu ambil peduli dengan kisah Windy.

Windy dan Heru telah merencanakan untuk menikah saat Heru dipindah ke Jakarta nanti. jadi tdk heran jika saat Heru datang ke Jakarta setiap 6 bulan, selalu disambut dengan suka cita oleh Windy. Kemesraan diantara mereka selalu diakhiri dengan hubungan intim.

Windy telah menyerahkan keperawanannya kepada Heru dulu saat mereka sama-sama tinggal di Jakarta berlibur. Windy selalu memakai sistem kalender untuk menjaga jangan sampai ia hamil akibat hubungan itu.

Namun saat Heru telah berada kembali di Kalimantan, secara tiba-tiba, Windy merasakan libidonya kembali naik untuk berhubungan sex. Sedang Heru kembali baru 4 bulan lagi. Ia kehabisan akal. Ia tdk ingin memakai jasa gigolo sebab ia tdk ingin diporoti oleh lelaki itu dan takut akan tergantung kepada jasa mereka. Sedang jika ia melakukan selingkuh dengan teman kerja, jelas tdk mungkin.

Posisinya akan hancur dan menjatuhkan wibawa dan derajatnya.

Ia pusing sekali jika nafsunya datang menghentak-hentak. Timbul pikirannya untuk melakukan hubungan sex yg aman dan berisiko kecil. Setiap pergi dan pulang kantor, Windy selalu menumpang becak. Ia menyadari, abang becak yg bernama Dito itu sering mencuri pandang ke betis dan dadanya saat ia di atas becak.

Windy amat merasakan hal itu.

Dito adalah tukang becak yg berumur 40 tahun. Sosoknya hitam, badan sedang, dan amat santun kepada Windy setiap Windy menaiki becaknya. Dito adalah lelaki yg telah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak yg telah beranjak dewasa. Istrinya bekerja sebagai tukang cuci di tempat Windy.

Windy tahu jika ia mengajak Dito, maka ia akan mudah mengaturnya sebab Dito tdk akan berani macam-macam apalagi memerasnya. Dito juga adalah bekas preman yg telah sadar, dan kembali bekerja secara baik-baik. Dulunya ia pernah masuk penjara. Tdk heran di pahanya ada tatto.

Dito sering juga menelan ludah jika Windy yg menumpang becaknya. Selain cantik, Windy juga sering memakai rok pendek dan kelihatan batang pahanya yg mulus di tumbuhi bulu-bulu halus. Juga ia memiliki leher yg jenjang. Baju yg dikenakan Windy sering yg berleher rendah dan sesekali terlihat belahan dada yg mengundang birahinya.

Saat itu hari Jumat. Hari terakhir kerja bagi para karyawan. Malam itu Windy menaiki becak Dito.

“Bang… langsung ke rumah ya?” kata Windy.

“Baik, Mbak,” jawab Dito.

Sesampai di rumah, Windy minta Dito untuk memasukkan becaknya ke dalam garasi yg tersedia di rumahnya.

“Dimasukkan aja becaknya, ya, Bang…” kata Windy.

“Baiklah, Mbak…”

“Ini bang, saya minta Abang membantu saya memindahkan komputer itu ke kamar saya, soalnya Mpok Ijah gak kuat” pinta Windy.

“Baiklah, Mbak,” jawab Dito.

Lalu Dito masuk kerumah Windy dan Mpok Ijah menutup pintu dan menguncinya.

“Ini, Bang, komputernya,” kata Windy.

Lalu Dito membawa komputer itu kekamar Windy yg berada di lantai atas rumah itu. Di kamar Windy yg serba lux itu, komputer diletakkan di sudut kamar. lalu Dito dipersilakan duduk di beranda ruang kamar Windy itu. Lalu Windy membawa nampan yg berisi minuman dan makanan kecil. Windy belum sempat ganti pakaian kerja saat itu.

Saat Windy jongkok, Dito sempat mencuri pandang ke dada Windy dan terlihat gundukan buah dada yg putih mulus itu menggantung. Lalu Windy duduk kembali di depan Dito.

“Diminum airnya, Bang?” kata Windy.

“Ya, Mbak,” jawab Dito.

Sambil duduk Dito melihat sekeliling ruang kamar yg luas dan dingin karena AC itu. Sesekali ia memandang ke depan saat Windy membaca koran. Rok kerja Windy terbuka dan tampak olehnya celdam Windy yg berwarna merah itu.

Windy menyadarinya. Itulah yg ia inginkan. Liur Dito naik turun dan matanya menatap lekat ke paha Windy. Ia terus memandang pemandangan yg menggairahkan itu. Lalu Windy berdiri dan berjalan ke arah ranjangnya yg bergaya romawi itu. Di situ ia rebahkan tubuhnya yg padat berisi. Sambil tiduran ia memanggil Dito.

“Bang Dito… sini tolong saya, dong…” katanya.

Lalu Dito berjalan kearah Windy.

“Ada apa, Mbak?” jawabnya.

“Bang, saya minta tolong…. Tolong diurut betis saya ini.

Tadi saat saya di becak Abang sempat terantuk bangkunya,” kata Windy.

“Tapi Mbak, saya gak bisa mengurut,” kata Dito.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Menikmati Tubuh Montok Vinna

Saat itu tampaklah pemandangan yg amat menarik gairah kelelakian Dito. Lalu sambil tangannya bergoyang, ia raih betis Windy yg mulus itu. Dari jari kaki ia mulai mengurutnya. Sesekali matanya melihat ke paha Windy, dan kembali ia dipancing gairahnya…

Pangkal paha Windy amat mulus dan di tengahnya tertutup CD merah. Alangkah nikmatnya jika ia dapat merasakan kehangatan itu saat itu. Lalu ia urut satu satu dan Windy hanya diam menikmati setiap gerakan tangan Dito. Lalu ia berujar.

“Agak ke atas, Bang…” katanya.

“Baiklah, Mbak” jawab Dito.

Lalu ia teruskan gerakan tangannya dan ia singkapkan rok kerja Windy dan terlihat gundukan meemek Windy yg bengkak itu. Dengan tdk ada sahutan dari Windy, Dito lalu meningkatkan gerakannya. Ia merasa Windy tdk akan marah kepadanya.

Lalu tangannya meraih batang paha Windy dan dengan kasar ia remas paha Windy. Windy terbangun dan duduk. Ia pandangi Dito dengan pandangan penuh gairah. Dito pun mengetahui bahwa saat itu Windy telah mulai bangkit birahinya.

Dito meraih pipi Windy dan ia ciumi bibir merah Windy.

Dari bibir lalu ia ciumi juga telinga Windy. Lalu sebelah tangannya bergerak meremas buah dada yg saat itu masih terbungkus blouse kerja. Windy hanya terpejam. Dito lalu membuka satu per satu kancing baju itu sampai semuanya terlepas dan blouse telah ia buka dan tampaklah dada dan bahu Windy yg putih mulus.

Seumur hidupnya baru kali itulah ia mendapatkan kesempatan memegang kulit tubuh wanita secantik Windy. Dada Windy masih terbungkus BH hijau muda ukuran 34b. Kemudian ia ciumi leher jenjang itu, lalu turun ke belahan dada Windy. Di sana mulutnya diam dan terus melakukan aksinya. Lalu tangan Dito meraih pengait BH itu dan membukanya, sehingga dada Windy terbuka seluruhnya. Saat itu tinggal rok Windy saja. Dada yg putih mulus itu ia jilati inci demi inci. Dito tdk ingin kesempatan emas itu hilang. Windy saat itu hanya merem melek menikmati aksi Dito.

Lalu Dito merebahkan tubuh Windy di ranjang itu dan ia kemudian beralih ke arah bawah pusat Windy untuk membuka rok kerja Windy. Setelah rok kerja itu terbuka, maka yg tampak adalah sebuah celdam merah menutupi goa terlarang milik Windy. CD itu ia buka, sehingga Windy benar-benar bugil saat itu.

Dengan jarinya, lobang Windy ia korek. Dimainkannya daging kecil itu. Windy amat histeris. Dito lalu membuka semua pakaian kumal yg melekat di tubuhnya. Lalu ia baringkan badannya di antara kedua paha Windy. kontolnya tegak menantang ingin masuk ke dalam lobang Windy. Lalu ia buka paha Windy dan terlihat lobang yg siap dimasuki oleh kontol Dito.

Windy diam menunggu. kontol Dito amat panjang dan besar. Lalu Dito memasukkan kontolnya dan Windy sempat mengeluh sakit.

“Adauuuuuhhhhhh…. Bang… pelan sedikit, doonggg…. sakit nih…” katanya.

Dito terus memajumundurkan pelirnya selama kurang lebih 30 menit. Ia tdk peduli dengan keluhan Windy. Sudah lama ia menanti saat itu. Lalu ia muntahkan spermanya sebanyak-banyaknya ke dalam rahim Windy.

Windy sadar akan akibat dari sperma Dito, maka ia telah bersiap-siap sebelumnya dengan meminum pil anti hamil.

Dito lalu terkulai di samping Windy. Sedang Windy merasa puas dan akan mencoba lagi permainan itu dengan Dito.

Meskipun Dito tdk berpendidikan namun ia amat suka cita melihat gaya primitif dari Dito. Tdk seperti pacarnya Heru yg penuh liku-liku dan irama.

Namun ia tetap menomorsatukan Heru sebagai kekasihnya. Bagaimanapun Heru adalah calon suaminya. Sedang Dito adalah alat pemuas nafsunya yg sewaktu-waktu dapat ia minta. Dito pun tdk macam-macam kepada Windy. Ia hanya manut kepada segala perintah Windy.

Sejak saat itu hampir setiap libidonya minta dipuaskan, Windy selalu meminta Dito yg melakukannya. Jika menggunakan jasa para gigolo, ia khawatir akan penyakit kelamin dan AIDS.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Kisah Wanita Pemuas Nafsu

Sedang Dito adalah lelaki yg setia kepada istrinya. Ia tak pernah ‘jajan’ kepada wanita lain. Satu-satunya wanita lain yg ditidurinya adalah Windy seorang. Maka Windy amat percaya akan kesehatan Dito.

author