Cerita Sex: Cik Mei Hua Tetanggaku

No comment 1176 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Namaku Irwan. Usiaku saat ini 21 th. Aku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Sambil kuliah aku bekerja di sebuah perusahaan swasta. Gajinya tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk menambah uang kuliah. Aku kost tak jauh dari kampus. Kamar kostku berada dilantai atas paling ujung. Sehingga jendela kamarku langsung menghadap ke depan dengan sebuah pintu keluar. Di seberang rumah kostku tinggal sebuah keluarga muda. Aku tidak tahu siapa nama suaminya.cerita-sex-guru-sd-kelainan-seks-2-225x300

Aku hanya tau istrinya bernama susan, tapi biasa dipanggil Cik mei hua. Dia wanita keturunan cina. Cik mei hua berusia sekitar 30 th. Dia sudah punya seorang akan berusia 5 tahun. Suami Cik mei hua jarang di rumah. Aku tak tahu ia bekerja dimana. Ia pulang hanya sekali seminggu. Bahkan pernah hingga satu bulan tidak pulang. Itu sebabnya Cik mei hua lebih sering sendiri di rumahnya bersama anaknya.Kisah ini bermula di pagi hari saat aku bangun tidur. Hari itu aku libur kerja dan tidak ada jadwal kuliah. Saat itu aku melihat Cik mei hua sedang menjemur pakaian. Cik mei hua mengenakan kaos tipis tanpa lengan.

Kaosnya agak basah, mungkin terkena air sewaktu ia mencuci baju. Dari kamar aku bisa melihat jika Cik mei hua tidak memakai bra. Buah dadanya yang montok tercetak jelas lengkap dengan putingnya.Saat itu Cik mei hua juga hanya memakai celana pedek ketat yang juga basah. Bongkahan pantatnya yang bulat tercetak jelas. Anehnya tidak ada bayangan segitiga di pantatnya yang sexy. Aku yakin saat itu Cik mei hua tidak memakai cd. Aku langsung terangsang melihat pemandangan itu.

Ingin sekali aku remas-remas buah dada dan pantat sexy Cik mei hua. Sejak itulah aku sering berfantasi bersama tubuh sexy Cik mei hua. Aku sering onani sambil membayangkan tubuh Cik Mei. Lama-lama aku tidak puas jika hanya onani sambil membayangkan tubuh Cik mei hua. Suatu pagi saat Cik mei hua menjemur pakaian aku onani sambil memandang Cik mei hua yang lagi-lagi memakai baju tipis dan basah. Kepuasan yang aku rasakan lebih hebat. Semakin lama aku semakin berani. Aku mulai berani bugil di depan Cik mei hua. Aku berharap ia melihatku bugil dan terangsang.

Tapi aku tidak berani secara terang-terangan bugil di depan Cik mei hua. Aku takut ia marah karena perbuatanku. Aku membuat seolah-olah kejadian itu sebuah kebetulan. Saat Cik mei hua sedang menjemur pakaian aku berpura-pura sedang membuka pintu kamarku yang tepat menghadap ke pintu atas rumah Cik mei hua. Aku yakin ia pasti akan menoleh kearahku. Dan tepat, saat itu Cik mei hua melihat kearahku yang benar-benar bugil.

Aku puas sekali…. Aku jadi ketagihan melakukan hal itu, bugil di depan Cik mei hua. Sebenarnya aku berharap Cik mei hua akan membalas perbuatanku dengan bugil pula. Kalaupun tidak bugil polos, aku berharap bisa melihat Cik mei hua hanya memakai cd dan bra saja. Tapi sayang harapanku tidak tercapai. Aku khawatir Cik mei hua mulai marah kepadaku. Akhirnya perlahan-lahan aku mulai menghentikan kebiasaanku itu.

Suatu hari aku bertemu Cik mei hua di sebuah minimarket. Aku akan membeli sabun mandi dan pasta gigi yang habis. Saat mengambil sabun mandi aku terkejut karena Cik mei hua juga akanmengambil sabun mandi. Aku menyapa dengan tersenyum kepadanya. Ia membalas senyumanku.

“Kok nggak pernah telanjang lagi….,”kata Cik mei hua saat berada tepat di sebelahku. Aku terkejut dengan pertanyaan itu.”Ooh maaf Cik Mei, aku nggak sopan,”jawabku agak takut. “Ah gak papa, aku suka kok lihat kamu bugil,burungmu besar,”balas Cik mei hua sambil mendekatkan bibirnya di telingaku. “Entar malem bugil lagi ya, aku tunggu di teras atas,”lanjut Cik mei hua. “Boleh, tapi Cik Mei harus bugil juga,”jawabku. Cik mei hua tersenyum sambil mengedipkan mata.

Sebelum pulang kami saling bertukar nomor hp Malam itu aku sedang santai. Aku bersiap untuk aksi nanti malam, bugil bareng Cik mei hua. Tiba-tiba ada sms di hp ku. “Jgn lupa ya nti mlm qt bugil bareng” itu yang dikirimkan Cik mei hua di sms-nya. “Ok” jawabku. “Tp jgn dikmrmu ya” lanjut sms itu. “dimana”jawabku. “dikmrku aja, rumahku sdg sepi gak ada siapa2 kamu lngsng msk aja aku tnggu dikmrku” Segera aku bersiap menuju rumah Cik mei hua. Sebelumnya aku sempatkan melihat kamar Cik mei hua. Aku lihat lampu kamarnya menyala dan gorden jendelanya terbuka.

Aku bisa melihat dengan jelas Cik mei hua yang saat itu hanya memakai cd dan bra. Sexy sekali. Aku tak sabar ingin segera menuju kamar Cik mei hua. Aku segera masuk ke rumah Cik Mei. Pintu dan pagarnya tidak terkunci, mungkin segaja. Aku langsung menuju kamar atas, kamar Cik mei hua. Pintu kamar Cik Mei tidak dikunci bahkan sedikit terbuka. Saat masuk, aku melihat Cik Mei sedang tiduran di ranjang dan hanya memakai cd dan bra berwarna merah. “Lama banget sich, aku sudah nunggu dari tadi lho,”kata Cik Mei saat aku masuk kamarnya.

Aku hanya membalas dengan senyuman. “Eiittt….kok masih pake baju….”kata Cik Mei. Aku tersenyum mendengarnya dan langsung melucuti pakaianku satu per satu hingga aku benar-benar bugil. kontolku perlahan-lahan mulai bangun dan itu membuat Cik mei hua tersenyum. “Wah kontolmu mulai bangun ya,”ujarnya sambil membelai kontolku. Aku merasa nikmat saat tangan Cik mei hua mulai menyentuh kontolku. Perlahan-lahan ia mulai membelai dan meremas-remas kontolku yang sudah tegak. “Wowww….kontolmu besar ya kalau sudah bangun,”kata Cik Mei.

LIHAT JUGA :  Gantengnya Tamuku

Aku hanya tersenyum. kontolku sebetulnya tidak terlalu istimewa, hanya 16 cm. Tapi itu sudah cukup membuat Cik Mei Lan terpesona. Lama-lama Cik Mei tidak puas hanya membelai dan meremas. Ia mulai menjilati dan mengulum kontolku. Ahh….nikmat sekali. Bibir sexy Cik Mei Lan mengulum kontolku dengan lahap, seperti menjilati permen lolypop saja. “Ahh….Cik Mei…..ahh….ahh….nikmat…”ujarku. Mendengar eranganku Cik mei hua semakin bersemangat menjilati kontolku.

Ia bahkan menghisap kontolku dengan kuat. Ahh…..nikmat sekali rasanya. Sambil menghisap kontolku Cik Mei juga membelai dua buah zakarku. Aku hanya merem merasakan kenikmatan itu. Tiba-tiba Cik mei hua Menghentikan kulumannya. Ia berdiri dan mencium bibirku. “Sekarang kamu mainin punyaku ya,”katanya. Dengan senang hati aku melakukannya. Sudah sejak lama aku membayangkan bisa meremas-remas buah dada Cik mei hua yang montok. Dan sudah lama pula aku membayangkan pantat sexy Cik Mei. Ingin aku menjilati liang vagina dan lubang anusnya. Pasti nikmat sekali.

Selanjutnya Cik mei hua mulai melucuti pakaian dalamnya. Mula-mula ia membuka bra merah yang sedari tadi menutupi dua gunung kembarnya. Wow….buah dada Cik mei hua yang montok kini dengan jelas aku lihat. Ukurannya kira-kira 36 dd. Buah dada putih dengan putingnya yang merah kecoklatan terlihat sangat menantang. Tak sabar aku ingin menjilati puting susu Cik mei hua.Aku semakin terpesona saat Cik mei hua membuka cd merahnya. Wow….rimbunan rambut kemaluan yang lebat terlihat jelas.

Kontras dengan paha Cik mei hua yang putih. Aku memang sangat suka dengan perempuan yang berjembut lebat. Segera aku peluk tubuh Cik mei hua. Tak lupa aku ciumi bibir sexy Cik Mei. Bibir sexy itu aku lumat habis. Perlahan-lahan ciumanku turun ke bawah. Mula-mula leher dan akhirnya ciuman bibirku sampai juga di dua gunung kembar Cik mei hua. Aku langsung melumat habis buah dada montok itu. Tak lupa aku jilati dan hisap putingnya yang sudah mengacung. “Ah…ahh….nik..mat….”, desah Cik Mei saat ujung lidahku menyentuh puting susunya.

Aku semakin bersemangat mendengar erangan itu. Lidahku semakin liar menjilati buah dada montok Cik mei hua. Erangan dan desahan Cik Mei juga semakin hebat. “Ahh..ahhh…nikmat sayang…ahh..hh…” Jilatan lidahku kini kembali bergerak turun. Setelah buah dada, lidahku mulai menjilati perut, pusar, paha, dan akhirnya lidahku bertemu rimbunan jembut yang lebat. Jembut hitam itu menutupi liang vagina Cik mei hua yang sudah basah.

Rupanya Cik Mei sudah sangat horny. “Ya…mainkan lidahmu disitu sayang….”desah Cik Mei.Lidahku segera beraksi menyusuri rumbuna jembut Cik mei hua yang lebat. Lidahku beraksi menyibat helai demi helai jembut Cik mei hua hingga akhirnya ujung lidahku berhasil memasuki liang vagina Ci Mei. Ada cairan keluar dari liang vagina Cik Mei. Aku langsung menghisabnya.”Ahhh…..ahh….nikmat sayang….ahhh…”Cik mei hua mendesah keenakan. Tubuh Cik mei hua seolah bergetar saat lidahku behasil menemukan biji clitorisnya. Tapi tiba-tiba Cik mei hua memintaku menghentikan jilatan lidahku. Rupanya ia ingin berganti permainan.

Ia ingin pula memainkan kontolku. Ia memintaku tidur terlentang di atas ranjang. Kemudian Cik Mei merebahkan tubuhnya diatasku. Ia arahkan vaginanya tepat diatas mukaku. Kami memainkan gaya 69. Cik mei hua langsung mengocok kontolku. Sesekali ia juga mengulum dan menjilati kontolku yang sudah berdiri tegak. Ahh….nikmat sekali rasanya. Mulut Cik mei hua yang biasanya hanya bisa aku lihat, kini mengulum kontolku.

Aku sampai merem melek merasakan nikmatnya lidah Cik mei hua yang bermain-main di sekujur kontolku. Aku pun mengimbanginya dengan menjilati vagina Cik mei hua. Rambut kemaluannya yang hitam lebat itu terlihat kontras dengan kulitnya yang putih. Segera tercium olehku bau khas vagina. Nafsuku semakin menggelora. Lidahku segera beraksi. Sesekali aku mengigit bibir vagina Cik mei hua. “Ahh….ahh…enak Wan..ahh…terus..ahh..terus sayang…..”ujar Cik mei hua merasakan jilatanku Tanganku juga tidak tinggal diam. Pantat Cik mei hua yang sintal itu aku remas-remas. Kadangkala aku tekan pantat Cik mei hua sehingga vaginanya menekan mukaku.

Dan Cik mei hua kembali menjerit pelan merasakan kenikmatan di selangkangannya. Terlebih lagi saat aku menjilati clitorisnya. “Wan….ahh…ahh…eennaakkk…terruuss….teruuss..sayyaan ggg…..ahh….”Mendengar desahan Cik mei hua aku semakin memperhebat jilatanku. Tapi tiba-tiba Cik mei hua memintaku mengentikan jilatanku di vaginanya. Ia juga mencabut kontolku dari mulutnya. “Wan, aku nggak tahan lagi…”ujarnya Ia memintaku tetap tidur terlentang.

Selanjutnya Cik mei hua berlutut di atasku. Ia genggam kontolku yang tegang dan mengarahkannya tepat di vaginanya. Selanjutnya perlahan-lahan kontolku memasuki liang kenikmatan Cik mei hua. “Ahh….Cik Mei…ahh…ahh…”ujarku saat kontolku mulai memasuki vagina Cik mei hua. Kenikmatan luar biasa segera aku rasakan. Hingga akhirnya kontolku benar-benar masuk seluruhnya di dalam vagina Cik mei hua. Sambil tersenyum Cik mei hua membiarkan vaginanya membekap kontolku. Selanjutnya pantatnya mula bergerak naik turun. “Ahh….enaakkk Cik Mei…ahh..nikkmaattt…”desahku “Iya…aku juga..ennaakk Wan..”jawab Cik mei hua.

Semakin lama gerakan pantat Cik mei hua semakian cepat. Aku mengimbanginya dengan menggerakkan pantatku juga naik turun. Sambil terus menyodokkan kontolku, tanganku juga bekerja meremas-remas buah dada Cik mei hua yang bergoyang. Semakin lama gerakan pantat Cik mei hua semakin cepat dan tidak beraturan. Matanya terpejam, terlebih saat aku meremas buah dadanya. Mukanya yang putih terlihat memerah. Sambil menjerit pelan ia gerakkan pantatnya naik turun.

“Ahh…Wan….ahh….nniikkkmaaatt….ohhh…”jerit Cik mei hua pelan. Tiba-tiba Cik mei hua rubuh. Tubuhnya menindih tubuhku dengan vagina yang masih terisi kontolku. Ia memelukkan erat-erat sambil menekan pantatnya dalam-dalam. Aku merasakan ada carian hangat menyemprot kontolku. Rupanya Cik mei hua orgasme. Beberapa saat kemudian Cik mei hua mengangkat pantatnya. Ia tidur terlentang disampingku. Nafasnya yang ngos-ngosan pelahan-lahan mulai teratur kembali. Sambil tersenyum aku remas-remas buah dadanya yang montok itu. Cik mei hua membalasnya dengan meremas-remas kontolku yang masih tegang.

“Kenapa sayang, kamu mau main lagi ya,”ujarnya yang aku jawab dengan anggukan kepala Cik mei hua tersenyum dan langsung mengambil posisi. Kali ini ia nungging di depanku. Wow, pantatnya yang sexy itu membuat aku tak tahan lagi. Rupanya Cik mei hua ingin meraskan hunjaman kontolku dari belakang. Aku segera mengarahkan kontolku ke vagina Cik mei hua.

Liang nikmat itu terlihat memerah dan basah. Sejenak aku gosok-gosokkan ujung kontolku pada vagina Cik mei hua. Ia membalas dengan mengoyng-goyangkan pantatnya. Selanjutnya aku mulai menggerakan pantatku ke depan seiring dengan masukkan kontolku ke dalam laing kenikmatan Cik mei hua. “Ohh…Cik Mei….nniikkkmmaatt…..”desahku saat kontolku memasuki vagina Cik mei hua. Aku melanjutkan gerakan pantatku maju mundur.

kontolku keluar masuk vagina Cik mei hua. Kenikmatan luar biasa kembali aku rasakan. kontolku seperti dipijit-pijit. Terlebih lagi Cik mei hua mulai menggerakkan pantatnya seperti berputar. Ahh…kontolku seperti dipilin-pilin rasanya. Aku hanya bisa memejamkan mata sambil terus menyodokkan kontolku dalam-dalam.

“Ohh..Cik Mei…ennaakk…ahh…nniikkkmmaattt…..”desahku tak kuasa merasakan kenikmatan vagina Cik mei hua “Iya Wan….teerrruuss…ahh……ennaakkk….ahh….terruuss saayyyaanggg….”ujar Cik mei hua Aku terus memasukkan kontolku. Kali ini gerakan pantatku lebih kupercepat. Sesekali aku remas-remas pantat Cik mei hua yang sexy itu. Tiba-tiba aku meraskan tubuh Cik mei hua menegang. Ia menjerit pelan sambil tangannya mencengkeram ujung ranjang. “Ahh…ahh…aakkuu…kkeellluaarrr…ahh…..”jerit Cik mei hua sambil matanya terpejam Cik mei hua rupanya kembali orgasme.

Aku pun merasakan kontolku semakin tegang. Cairan hangat yang menyembur dalam vagina Cik mei hua semakin membuat kontolku berdenyut. Dan akhirnya aku tak kuasa menahan spermaku yang ingin segera keluar. Segera aku percepat gerakan kontolku. Semakin lama gerakan kontolku semakin cepat. Akupun tak mampu lagi menahan spermaku lebih lama. Akhirnya . Crroott…crroott…ccrrooott…….spermaku muncrat di dalam vagina Cik mei hua, cairan kental putih itu muncrat banyak sekali. Aku setengah berteriak saat spermaku muncrat.

“Ahh..ahh…nniikkkmaatt…ahh….”jeritku pelan Aku diamkan sejenak kontolku di dalam liang vagina Cik mei hua. Nikmat sekali. “Semprotanmu nikmat sekali Wan,”kata Cik mei hua. Selanjutnya aku turun dari ranjang. Aku raih sebotol air mineral sambil mengatur nafasku yang ngos-ngosan. Kemudian aku berbaring di sebelah Cik mei hua yang juga rebah di ranjang. “Kami masih kuat Wan,”kata Cik mei hua tiba-tiba Aku agak terkejut dengan pertanyaan itu. Cik mei hua yang sudah dua kali mencapai puncak.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Menahan Air Mani Keluar Lebih Lama Demi Memuaskan Nafsu Cewek

Tapi nampaknya Cik mei hua masih ingin melanjutkan permainan. Sehingga aku heran dengan pertanyaan itu. Dalam hati aku kagum juga dengan nafsu Cik mei hua yang mengelora. Aku yakin ia masih ingin meneruskan permainan malam ini. “Masih Cik Mei, Kenapa Cik Mei ingin main lagi ya,”ujarku “Iya, tapi permainan yang agak lain,” “Maksud Cik Mei,” “Kamu pernah main anal nggak, kita coba yuk,” ujarnya sambil meremas-remas kontolku yang mulai tegak kembali. Kembali aku terkejut dibuatnya. Cik mei hua ingin main analsex. Ia ingin aku menggarap lubang anusnya.

Tentu aku tidak keberatan. Aku juga ingin sekali merasakan permainan itu. Apalagi yang aku garap adalah pantat Cik mei hua yang seksi itu. Cik mei hua langsung mengambil posisi. Ia kembali nungging. Vaginanya yang baru saja aku masuki masih tampak merah. Aku langsung mengarahkan kontolku yang kembali tegang tepat di lubang anus Cik mei hua. Perlahan-lahan aku gerakan pantatku maju ke depan. Perlahan-lahan pula kontolku mulai masuk ke lubang anus Cik mei hua. Sensasi luar biasa langsung aku rasakan.

Lubang anus Cik mei hua sangat sempit. Lebih sempit daripada vaginanya. Lubang itu juga sangat keset. kontolku agak susah menembusnya. “Ah….Cik Mei anusmu sempit sekali…..” “Iya…Wan….terusin aja…ahh…masukin terruss Wan…ahh…”ujar Cik mei hua sambil merem saat aku masukan kontolku ke lubang anusnya. Aku cabut kontolku yang sebagian kepalanya sudah masuk ke anus Cik mei hua. Aku coba membasahi anus Cik mei hua dengan ludahku. Aku berharap dengan ludahku anus Cik mei hua jadi lebih gampang ditembus. Selanjutnya kembali aku masukan kontolku ke lubang anus Cik mei hua.

Kali ini kontolku lebih gampang memasukinya. Mungkin karena air ludahku. “Ahh..Wan….ahh…..”ujar Cik mei hua saat kontolku mulai menembus duburnya “Ahh….lubang Cik Mei eenak baangeett…..”jawabku Semakin lama kontolku semakin dalam memasuki anus Cik mei hua. Dan akhirnya seluruh kontolku masuk ke dalam lubang Cik mei hua. Aku diamkan sejenak. Terasa hangat sekali. Lubang anus Cik mei hua seperti berdenyut-denyut. Sehingga kontolku seperti dipijit-pijit.

Perlahan-lahan aku mulai menggerakkan pantatku, maju mundur sambil memegang pinggang Cik mei hua yang sintal. Gerakan pantatku semakin lama semakin hebat. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. kontolku bergerak keluar masuk lubang anus Cik mei hua. Setiap kali kontolku bergerak aku merasakan kenikmatan tiada tara. “Ohh..Cik Mei eeennnaaakkk baannnggettt…..”aku berkata agak sedikit menjerit. “Ohh…iyaa…akuu juuga eennaakkk….teerrruusss…..Waann…”desah Cik mei hua yang hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan itu. Semakin lama lubang anus Cik mei hua semakin licin.

kontolku semakin leluasa maju mundur dan semakin aku menggerakkan kontolku kenikmatan yang aku rasakan semakin hebat. Hingga akhirnya kontolku terasa berdenyut-denyut. Jepitan pantat Cik mei hua membuat kontolku menjadi sangat tegang. Dan akhirnya aku tak kuat menahan kontolku yang ingin segera muncrat. “Ahh…Cik Mei aku maauuu keelluaarr…..ahh…ohhh…” “Iyaa..akuu juugaaa….ahhh…ahhh…”jawab Cik mei hua sambil menjerit pelan. Rupanya Cik mei hua juga orgasme.

Akhirnya kontolku benar-benar tak mampu lagi menaham spermaku yang ingin segera muncrat. Crroott..croot..croott….Spermaku muncrat di dalam lubang anus Cik mei hua. Banyak juga spermaku yang muncrat. Walau tidak sebanyak yang muncrat pada permainan pertama. Tapi kenikmatan yang aku rasakan lebih hebat. Aku merebahkan tubuhku menindih Cik mei hua dari belakang. kontolku masih menancap didalam anus Cik mei hua. Aku menciumi punggung dan leher Cik mei hua yang putih mulus. Aku mendengar nafas Cik mei hua yang terengah-engah seperti orang habis berlari. Nafasku juga ngos-ngosan.

Akhirnya aku cabut kontolku dari pantat Cik mei hua. Ia tidur disampingku. Aku rebahkan tubuhku menindih Cik mei hua. Kuciumi bibirnya yang seksi itu. “Cik Mei hebat deh….mainnya hot banget….”ujarku “Kamu juga oke banget……lain kali kita main lagi ya…..yang lebih hot”ujar Cik mei hua sambil berdiri dan menuju kamar mandi. Aku merasakan tubuhku capek luar biasa. Tanpa terasa tiga jam lebih aku beradu nafsu dengan Cik mei hua. Dalam keadaan terlentang tanpa terasa aku tertidur.

Sejak saat itu hubunganku dengan Cik mei hua semakin akrab. Aku semakin sering tidur dengan Cik mei hua. Semua dilakukan saat suami Cik mei hua sedang tidak dirumah dan anaknya sudah tidur. Beruntung anaknya tidur di kamar terpisah, jadi tidak menganggu permainan nikmat kami. Cik mei hua semakin ketagihan dengan kontolku. Ia bilang kontolku lebih nikmat daripada kontol suaminya. Selain lebih besar dan panjang, kontolku juga disunat. Tidak seperti suaminya yang tidak sunat. “Kontol disunat memang lebih enak daripada yang tidak disunat,”katanya.

Sebenarnya aku takut Cik Mei Hua hamil. Sebab sudah berkali-kali kontolku muncrat di dalam vagina Cik Mei Hua. Ia tidak mau kalau aku mengeluarkan sperma di luar. Cik Mei Hua juga tidak mau jika aku memakai kondom. “Semprotan kontolmu luar biasa ,”katanya. Tapi untunglah sampai saat ini Cik Mei Hua tidak hamil. Mungkin ia selalu minum pil anti hamil…..hhhmmmm

author