Cerita Sex: Budak Istri Kesepian

No comment 2106 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita  –  Cerita ini adalah tentang aku saat masih kuliah sambil memberi les pada anak-anak SMP dan SMA dibidang IPA. Dari 9 orang muridku, 4 diantaranya duduk di bangku SMA kelas dua IPA. les yg aku berikan les privat dan aku yg dateng ke rumah muridku. Isabell salah satu muridku yg paling cerdas, orangnya periang dan ramah.

Cerita Sex

Mungkin sebenarnya dia tdk butuh les denganku, tapi karena dia anak tunggal dan sering ditinggal maka ortu nya menaruh harapan besar terhadapnya. Ayahnya cuma punya waktu 1 minggu dalam 1 bulan untuk tinggal dirumah, ibunya masih muda berusia 37 tahun dan suka jalan-jalan dengan teman-temannya sampai lupa anak gadisnya juga butuh kasih sayang.

Isabell memiliki paras yg cantik dengan rambut se-tali bra, mirip sekali dengan Luna Maya. selain itu tubuhnya yg ramping dengan lekuk betis indah dan paha jenjang yg putih muluscukup membuat aku sering deg2an. Apalagi ukuran dadanya yg 32C itu, tubuhnya menjadi begitu sempurna.

Aku mulai mengajar Isabell sejak ia masuk SMA, jadi saat kejadian mengasikan ini terjadi aku sudah kenal dengan dia dan keluarganya kurang lebih 2 tahun (sudah hampir naik kelas 3). Hujan lebat mengguyur kota Jakarta pada Maret 2007, aku juga basah kuyup saat harus datang dengan motorku kerumah Isabell.

“what a bad f**king day..” aku berbisik sambil menengadah kelangit.

Hujan yg luar biasa lebat disore hari, pasti aku gak bisa pulang lagi sampe malem karena hujan. Tugas-tugasku juga sudah numpuk apalagi 2 bulan kedepan aku harus sidang KP dan Skripsi. Pagar dibukakan si mbok, aku langsung mendorong sepeda motorku ke carport rumahnya dan mmelepas jas hujanku.

“Ko, si non lagi keluar.. katanya sih sebentar aja” kata si mbok menjelaskan.
“Oh, gak apa mbok saya tunggu saja” jawabku sambil menggantung jas hujan di motor.
“Ya sudah silakan masuk Ko, mbok buatkan teh hangat.” ujar si mbok sambil ngeloyor masuk lewat garasi.

Aku masuk ke ruang tamu tapi aku gak berani duduk karena celanaku basah, aku takut mengotori sofa mahal dari bahan suede nya itu. Aku hanya berdiri sambil memandangi lukisan dan foto-foto yg terpajang di tembok ruang tamu

“lho kog ndak duduk,ko?” si mbok nyeletuk sambil meletakkan teh hangat.
“iya nih mbok, abis basah sih!” jawabku jujur.
“Bentar yah, tak ambilin anduk dan baju bekas bapak!”, singkat kata aku pun disuruh mandi air hangat supaya gak sakit, lagian si Isabell blom pulang.

Saat aku selesai mandi, Isabell sudah ada dikamarnya diatas. Aku pun berterima kasih sama si mbok dan langsung ke lantai dua. Aku ketuk pintu kamarnya lalu aku menuju ruang belajar yg persis diseberang kamarnya. Aku tunggu Isabell setengah jam tapi kog gak muncul-muncul juga, maka ku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya setelah kuketuk dan tdk dijawab lagi. Ternyata Isabell sedang mandi, aku mendengar gemericik air dari kamar mandinya, dan aku melihat pakaian dalamnya berserakan dilantai.

Seketika itu aku merasa terbakar urat hornyku.. Seperti suatu keinginan besar yg sudah lama dipendam dan saat ini saat paling tepat untuk dilepaskan.. Aku berusaha mengontrol berahiku tapi memang nasib.. Isabell keburu keluar kamar mandi dengan telanjang bulat, mempertontonkan lekuk tubuhnya yg paling pribadi dihadapanku.

“KyaAaaaA…” teriaknya Isabell spontan karena kaget.

“Oooops…” hanya itu kata-kataku dan cepat beringsut kearah pintu keluar.
“Koko ngapain dikamar aku??” tanya Isabell dengan suara yg tiba-tiba sudah terkendali.
“Sori, aku gak sengaja!” jawabku sambil membelakanginya
“Bohong…! Mo ngintip yah!!” serangnya sedikit ketus sekarang.

aku sempat melirik lagi kearahnya, sekarang handuknya yg sebelumnya melingkar di kepala telah menutupi buah dadanya yg ranum itu.

“Aku keluar dulu deh, kamu pake aja baju trus ntar aku baru jelasin. sori bgt!” cerocosku cepat sambil menarik handle pintu, tapi tiba-tiba aku berubah pikiran.

Hujan lebat dan berisik sekali diluar sana, buktinya si mbok aja gak bisa denger jeritan Isabell tadi, apa salahnya kalau aku coba berbuat nakal.. toh aku sudah hampir selesai kuliah dan mungkin akan pindah kota. Aku berbalik, kali ini dengan cepat aku sergap Isabell. aaah.. aku bener-bener sudah seperti binatang buas.

Belum sempat meronta, aku langsung membekap tubuh Isabell dari depan dan mengunci mulutnya dengan mulutku supaya dia tdk menjerit. Aku bawa dia ke ranjang dan masih terus ku kulum bibirnya yg sexy.. Sejurus kemudian aku tarik handuknya, satu-satunya penutup tubuh yg menempel dibadannya. Benar2 indah payudaranya, mengkel dan putih bersih lengkap dengan putingnya yg masih merah muda.

Aku lahap kedua gunung kembar itu satu per satu. Supaya jeritannya tdk terdengar, aku tutup mulutnya dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku menahan rontaannya dan mulutku menjelajah payudaranya yg indah itu. Aku terus mempermainkan puting susunya dan mulai berani melepas tangan kiriku di memeknya yg mulai becek. Perlawanan Isabell tdk terlalu berarti buatku.. Ia terus meronta-ronta tapi akhirnya kehabisan tenaga.

“oouh…” lenguh Isabell saat aku sentuh klitorisnya, matanya merem melek keenakan.

Sirna sudah rontaan demi rontaan yg dari tadi dilakukan Isabell, berganti goyangan pinggul malu2 dari seorang perawan. Aku mulai merasa Isabell menyukai permainanku maka ku lepas tanganku dari mulutnya dan mulai meremasi payudaranya yg indah dengan kedua tanganku. Mulutku terus bergulir kebawah sambil menyapu tubuhnya dengan jilatan sampai akhirnya aku berhadapan dengan miss cheerful-nya.

Aku intip sedikit, Isabell pura-pura tak melihatku, ia palingkan wajah ke samping tapi terlihat jelas ia sedang menanti2kan apa yg ingin segera kulakukan. Kusapu bibir memeknya.. pantat Isabell terangkat sedikit. Kusapu sekali lagi belahan memeknya.. tubuh Isabell menggelinjang kegelian.. lalu kulahap klitorisnya, kusedot2 dan kupilin2 dengan lidahku.. Isabell langsung menjambak dan mengusap2 rambutku.. Kali ini dia sudah tak tahan utk bertindak pasif… Pinggulnya digoyang2 mengikuti irama bibirku melahap klitorisnya yg kini sudah basah.

“ouuch…. sssh…..” rintihnya
“mmmhh…. enak ya sayang? mmmh….”ujarku menyela

PLAAAKKK!!!! tamparan telak ke pipiku. Aku kaget bukan main tapi tangan itu kembali menjambak dan mendorong kepalaku supaya terus mengoralnya… Aku semakin bersemangat dibuatnya… tanda2 kalau dia juga mau sama mau mulai diperlihatkan. aku semakin intens memberikan variasi oral di klitorisnya. tanganku sesekali berputar2 mengorek bagian luar liang memeknya. Rupanya Isabell yg selama ini kukira cerdas dan baik2 memiliki bakat terpendam.. bad girls wanna be..

Isabell makin belingsatan, pinggulnya berayun2 dan nafasnya memburu…

“ko.. An..Gus, mmpfh… te..rus..in.. aaahk.. enak… kkoooh….” rintihnya terbata-bata sambil menggigit bibir bawahnya.. “mmmph.. mmpphhhh…. mmpphhfff… aaakhhh… yes right there……!!”lenguhnya panjang sambil memeras payudaranya.

rupanya Isabell orgasme.. memeknya menyemburkan cairan yg langsung kusapu dengan lidahku. Aku mengambil posisi disebelah Isabell yg terpejam lemas sambil bertelajang. aku buka bajuku dan memeluknya dari samping-belakang. Kubelai rambutnya hingga ke buah dadanya.. kupeluk erat dan ku ciumi lehernya.

“mmh.. wangi kamu enak Bell.. wangi khas wanita..” bisikku ke telinganya..
“ko.. kenapa ko Agus tega sih…?” lirih bibir manis itu berucap
“tega apa Bell..? emang kamu gak suka ya?” aku bertanya balik
“suka..” jawabnya lirih.

sekarang Isabell berbalik menatapku,

“ko, tadi pas terakhir enak bgt!! itu orgasme yah?” lanjutnya
“iya, itu orgasme sayang.. kamu suka?”
“Suka bangeet… enak bgt… nanti aku mau lagi!” jawabnya.

Huff.. tadinya aku berniat memperkosa dengan menanggung segala akibat, ternyata gadis manis ini malah minta lagi.

“Sayang, kamu udah pernah pegang ****** cowok blom?” tanyaku.
“Pernah, punya mantanku!” jawabnya cepat sambil mengelus Burungku dari luar celana.
“Kalo gitu kali ini kamu kocokin aku ya..!” pintaku sedikit memelas manja.

Isabell langsung membuka celanaku, ditangkapnya batang Burungku yg sudah keras dan dia mulai turun kebawah memberikan servis oral.

“mmh… enak bgt sayang. kamu jago oral tapi kog gak tau orgasme?” tanyaku setengah curiga.
“hiha, hahu hulu hering horal hacarhu.. (iya, aku dulu sering oral pacarku)” jawabnya.
“tapi itu dimobil, jadi dia gak pernah sentuh punyaku” lanjutnya lagi sambil terus mengocok batang Burungku dengan tangan.
“K0ntol ko Agus gede yah.. enak!” sambungnya lagi.
“Kalo enak, diisepin lagi aja Bell…” kataku lagi.

Tiba-tiba pintu kamar Isabell menjeblak terbuka.

“Haallooo manis..” suara itu terputus saat melihat aksi kami berdua.

Ternyata itu mamanya Isabell yg pulang shopping kena macet karena hampir banjir. tante Felisa. Masih muda, lebih cantik dari Isabell, badan terjaga dan lebih sintal. Dia cantik sekali dengan rambut bergelombangnya yg dicat sedikit pirang. Susah juga menjelaskan parasnya, karena gak terlalu mirip artis, tp yg pasti dia cantik.

“Kalian apa2an..?” bentaknya..

LIHAT JUGA :  Cerita Sex: Teman Suamiku, Pemuas Nafsuku

Kami pun baru sadar dan cepat-cepat berberes. berharap seolah-olah mamanya Isabell tdk melihat apa yg baru kami lakukan. Sebelum marah lebih jauh Isabell memotong pembicaraan ibunya

“Kenapa ma?? Apa Cuma mama yg boleh begini sama pak Ucok??” Bukan main, ternyata tante cantik ini sering kesepian ditinggal suaminya dan sering minta jatah dari sang Supir.
“Kamu… kamu…. kamu tau dari mana?” tanya mamanya kaget.
“aku tau dari dulu ma! Tiap pergi arisan mama selalu begini kan di mobil?” Isabell sengit.
“ah udah deh, daripada saling ngadu ke Papa mendingan mama ikut aja sama ade.” Lanjutnya lagi.

Kemudian si tante yg malu ngeloyor pergi keluar kamar. Aku yg kaget, takut dan bingung cuma bisa bengong dan menyesal kenapa pintu gak dikunci sampai tiba2 batangku digigit2 kecil oleh Isabell.

“mmmmffh… enak Bell.. terus Sayang..” pintaku.

Isabell makin bernafsu mengulumi batang zakar dan biji peler ku. kepalanya berayun-ayun memberikan aku kenikmatan. Tak berapa lama pintu kamar terbuka lagi. Tante Felisa masuk ke kamar setelah berpakaian lebih santai.

“Agus, ternyata kamu liar juga yah…” katanya.
“tante bayar kamu untuk beri les pelajaran, bukan yg seperti ini!” sambungnya lagi sambil duduk ditepi ranjang.

Aku sendiri mulai ngerasa gak enak karena sebenarnya aku menaruh hormat pada setiap orang tua murid lesku.. Tapia pa boleh buat, anaknya yg binal masih saja mengulumi batang dan buah zakarku. Aku tdk dapat menjawab sepatah kata pun. Tapi tante Felisa langsung berinisiatif untuk mencium bibirku. Tante Felisa juga sudah bernafsu. Akupun langsung membalas ciumannya, ku sentuh pipinya lalu kurangkul tengkuknya supaya ciuman kami lebih hot!

“tante, mau ikutan?” tanyaku sok asik.
“iya dong, sekali2 tante pengen coba daun muda!” jawabnya nakal.
“Isabell, kamu sejak kapan kayak gini? kamu udah gak Virgin?” tanya tante Felisa ke putri satu-satunya itu.
“Masih kog ma, kalo sama ko Agus sih baru kali ini..” jawabnya sambil melepas kulumannya dan mengocok Burungku dengan tangannya.
“Gus, oralin tante sih.. pengen coba kemampuan kamu!” tanpa basa basi tante Felisa langsung ngangkang diatas aku yg terduduk sambil menikmati oralan anaknya.

Aku langsung melahap memek tante Felisa, kalo yg satu ini aku berani colok2 dengan jariku, karena toh memang sudah gak perawan.

“ooh Gus, e….nak! terusin sayaaaang..” kata tante Felisa.

Tiba-tiba aku mulai merasakan Burungku berkedut-kedut dan siap menyemburkan cairan sperma. Ku goyangan pinggulku maju mundur seperti sedang bersenggama tapi dengan bibir Isabell.

“Bell.. terus.. yg.. aku.. udah … “. CROOTTTT spermaku memenuhi mulut Isabell, yg langsung ditelan habis dan dijilati hingga bersih.

Tapi tak tahu kenapa, aku tdk langsung lunglai.. Mungkin karena ada dua wanita cantik seperti model yg sedang bertelanjang dan mencari kenikmatan dari tubuhku. Batang zakarku masih keras, tapi Isabell berlari ke toilet. mungkin dia ingin berkumur pikirku. Tinggal aku berdua tante Felisa. Kemudian tante Felisa melepaskan memeknya dari mulutku, ia turun kebawah mengambil posisi duduk di pangkal pahaku. Tangannya menggapai Burungku yg masih keras lalu mulai dikocok-kocok sedikit.

“Agus, mau di oral lagi atau ngerasain memek tante?” tanyanya centil sambil merunduk dan menjilati dengan nakal pangkal Burungku.
“mmmmfh…. terserah tante…”jawabku.

si tante memberi servis oral, Burungku ditelan semuanya tapi aku bisa merasa lidahnya didalam sana berputar2 menyapu kepala Burungku, sedotan2 yg dibarengi gigitan kecil membuat aku merem melek setengah mati menahan nikmat.

“ssssh….. aahh….. tan.. jago banget…” kataku.
“entotin Agus, tante…” pintaku lagi sambil meresapi nikmatnya kenyotan tante Felisa.
“Emangnya oral-an tante gak senikmat Isabell ya?” tanya tante Felisa sambil kembali menduduki pangkal pahaku.
“Justru enak banget.. aku takut gak tahan tan.. aku kan masih pengen ngerasain bercinta sama yg ahli..” sambungku.

Bless.. Burungku tiba-tiba terasa hangat.. rupanya tante Felisa gak mau nunggu lama untuk menjajal Burungku.
“mmfh.. ****** kamu gede yah Gus”
“suamiku punya sepanjang ini juga, tapi gak selebar kamu punya sayang..” sambung tante lagi.

Sekarang posisi kami women on top, tapi tante Felisa merebahkan badannya keatas badanku, sehingga dia bisa leluasa mencupangku atau mengulumi bibirku.

Gerakan maju mundurnya pelan dan erotis, saat dia maju aku merasa seperti Burungku disedot2 (baru aku tau sekarang, itu namanya kempot ayam), lalu saat bergerak mundur pantatnya sengaja dicondongkan keatas supaya Burungku seperti terjepit

“sssh… oh yessh… nice baby..” aku tak kuasa menahan desahan.. nikmatnya benar-benar seperti disurga-dunia.

Leherku sudah merah-merah dicupang, bibirku sampai kebas dikulumi, dan Burungku rasanya sedang mengalami kejadian maha dahsyat. Aku langsung mengubah sedikit posisiku. Kedua kakiku kutekuk sedikit sebagai kuda-kuda. kuremas pantat berisi tante Felisa lalu kuangkat sedikit. Kini ada rongga antara pangkal paha tante Felisa dan aku. Aku mulai menghujamkan Burungku dengan irama karena sekarang aku yg memegang kendali.

“ooooh.. mmmfh.. trus Gus!” Tante Felisa meracau saat aku menghujamkan keras-keras batang kemaluanku sampai amblas semuanya.

3 menit berselang aku mulai bosan, aku ajak tante mengubah posisinya lagi. Aku mau doggy Style, lalu si tante pun menuruti dengan berlutut membelakangi aku. Pahanya sedikit dirapatkan supaya sesuai dengan ketinggian aku yg berdiri dilantai.

Lalu kurangkul pinggulnya dan kuarahkan Burungku.. aku terkesima melihat keindahan lekuk tubuhnya tante Felisa yg begitu indah, kulitnya juga putih bersih dan mulus memeknya juga terawat dan berwarna merah muda.. kubenamkan sedikit-dikit Burungku lalu ku pompa dengan penuh perasaan sesekali kuhujamkan keras-keras secara tiba-tiba.

“aakh.. gila kamu Gus. enak bgt!! ssshh…” kepalanya kini dibenamkan diranjang.

badannya miring hanya pantatny saja yg nungging. Isabell sudah kembali dari toilet, mukanya kemerahan, dia berjalan kearah kami yg sedang ber-doggy-style. Isabell hanya memandangi mamanya yg sedang melenguh dan merem melek menerima hujaman Burungku. Tante Felisa memang sudah jago bercinta, disaat giliran aku yg memberi servis, pinggulnya ikut diliuk2kan membuat rasa kempotan memeknya makin memijat-mijat batang Burungku.

Isabell terlihat mulai panas dengan adegan kami, ia mendekati aku dan mulai menciumi bibirku.. disodorkannya juga buah dada kencangnya ke arah mulutku. Edan, aku dikerjai (atau mengerjai) ibu dan anak sekaligus.

“Ma, kapan giliranku?” tanya Isabell kepada ibunya yg sudah bermandi peluh dan terpejam2 merem melek.
“iyah.. sabar.. mama.. dikit lagi.. Terusin Gus!” jawab tante Felisa.

Sekarang dia bangun dan bertumpu pada satu tangannya, tangan yg lain memainkan klit-nya. selang beberapa waktu tubuh tante Felisa mulai bergetar. Sudah hampir orgasme tampaknya, makanya ku percepat aksiku. kutambahkan tempo dan hentakan2 pada liang memeknya.

“mmmfh.. yes… yes… akhhh… teruuusss… terusss… mmffh… enak sayang…”
“terusss.. dikit lagi Gus!”
“yes.. yes.. aaaaahh…. UHHH yesss ssshh…….” Ceracau tante Felisa menandakan dia sudah orgasme, badannya meliuk-liuk dan mukanya dibenamkan lagi di ranjang.. pelan-pelan ia keluarkan Burungku yg masih keras dari memeknya sambil menahan getaran tubuhnya.
“makasih ya sayang, enak banget!!” ujarnya lalu tertelungkup ,

rupanya tante masih ingin rudalku ngentot mekinya dari belakang , pantat tante sedikit di angkat ku arahkan Burungku di liang memeknya kudorong keras..ternyata mleset Burungku tak bisa nembus…nugging dikit lagi tante …biar memeknya agak terbuka..tante langsung mengikuti perintahku ..

ku coba lagi memasukan Burungku…sleeppppppppppp..blessss..bless…bless..masuk juga Burungku ke tempik tante..ku dorong maju mundur…cantik..pantat tante bergoyang..goyang putar …ohh nooo…ohh..yes..enak banget Gusss…dan akhirnya tante orgasme…laharnya membanjiri Burungku…tapi pelerku masih tetap perkas …tante badannya lunglai dan langsung tertidur.

Isabell yg dari tadi sudah berdiri ngangkang sambil mengelus-ngelus memek beceknya pun siap menerima giliran. Hari ini badanku fit sekali, setelah orgasme yg pertama tadi Burungku masih tegang berdiri dan tahan lama. Lalu kurebahkan tubuh Isabell disebelah mamanya.. aku minta dia telentang dan aku mengambil posisi missionary. Dalam pikiranku, memerawani gadis harus sambil menatap matanya.. aku mulai dengan pelan2 menggesekan Burungku dibibir memeknya sensasi gesekan itu cukup membuat tubuh Isabell menggelinjang..

“udah siap Bel?” tanyaku
“iya, ko.. masukin aja.. tapi pelan-pelan yah”pintanya memelas Aku mulai mengarahkan Burungku dan memasukkan pelan-pelan kepala Burungku. Seret banget.. beda dengan mamanya. Kugoyang-goyngkan pinggulku supaya cairan pelumasnya membasahi sempurna Burungku lalu ku masukan centi demi centi. darah mengalir dari keperawanannya, tapi mata Cythia tdk terpejam. Dia menatapku penuh arti, walaupun terbesit dimatanya rasa sakit perawan.

Bless.. Burungku masuk dengan mulus.. sengaja aku masukkan sampai pol lalu kudiamkan sejenak. Aku merebahkan tubuh dan menciumi bibirnya sampai ke pangkal leher.

“tahan ya sayang.. nanti kerasa kog enaknya” bisikku manis di telinganya.. tanganku menggeraygi buah dada sintalnya memilin-milin puting susunya supaya lebih deras pelumasnya melelehi batang kemaluan yg sudah masuk sepenuhnya.

Kaki Isabell menjepit pinggulku, lalu ia mulai menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kanan pelan-pelan..

“ko, entotin aku…” pintanya memelas.

Akupun mulai mengambil posisi, gerakan maju mundur diatas tubuh manis gadis yg baru saja 17 tahun ini kubuat sepelan mungkin supaya tdk menyakitinya.

“aaakh… sssh..” memeknya lebih menjepit daripada kempotan mamanya.
“Bell, enak banget memek kamu..” Hujan deras diluar sana menambah nikmatnya percintaan kami.

Isabell mulai menemukan irama bercinta. Memeknya sudah terbiasa dengan Burungku.. Gerakan demi gerakan, Isabell semakin binal.. tanganku dituntun nya untuk meremasi buahdadanya..

“ko, aku pengen coba diatas” ucap Isabell.

Aku turuti saja, aku merebahkan diriku ke posisi Isabell di samping tante Felisa. Sekarang Isabell yg asik sendiri mencari-cari kenikmatan diatas batang Burungku. goyangannya semakin panas dan erotis. sementara itu aku mulai menjilati tanganku, kemudian mengobok-ngobok memek tante Felisa dari belakang.

Dalam tidurnya tante Felisa melenguh-lenguh.. kupermainkan klitorisnya, lalu kumasukan 3 jari ke memek tante Felisa.. mungkin ia terlalu lelah sehingga hanya menerima saja perlakuanku. Rupanya Isabell merasa kurang senang saat aku bercinta dengannya, tapi aku malah ngerjain mamanya. Isabell pun meminta aku yg melayaninya. Sekarang posisi kami doggy style.. Posisi favoritku, dimana sudah berkali-kali aku membuat wanita melunglai karena menerima orgasme yg kuberikan (termasuk beberapa mantan pacarku).

5 menit berselang Isabell yg masih baru pertama kali bercinta memang bukan lawan sebandingku.. Isabell mulai meliuk-liuk.. memeknya yg sempit makin kuat memijat-mijat batang Burungku.

“ko.. aku mau… orgas…me…. aaakhh…. sssh….”rintihnya..
“Iya nikmatian aja sayang” jawabku.
“oooh… yes… e…nak… mmfh… ssshh…” Isabell bergetar hebat karena orgasmenya tapi aku tetap menggenjotnya supaya dia menikmati orgasme panjangnya..

DUa wanita tumbang bersebelahan, Isabell dua kali, mamanya baru sekali, aku juga baru sekali. Burungku masih berdiri keras, tapi sedikit lagi aku juga hampir orgasme. Aku tarik tubuh tante Felisa kebibir ranjang, posisinya tidur miring.. lalu kubasahi memeknya dan Burungku dengan ludah dan kuhujamkan kedalam memek tante Felisa. kocokanku benar-benr egois, aku hanya ingin mencapai orgasmeku yg kedua.

Permainanku yg kasar membangunkan tante Felisa..

“sssh… Gus, sa..kit…” rintihnya
“tahan tante, Agus lagi enak nih..” jawabku.

Genjotanku semakin kuat dan dalam-dalam. Si tante yg lunglai daritadi mulai terpancing berahinya. Tante Felisa membalikan badannya, kedua kakinya diangkat dan ditumpangkan ke sebelah pundakku. Aku peluk kedua paha jenjang tante Felisa sambil terus ngentotin memeknya..

“mmmfffhh… ssssh… terus sayang…” rintih tante Felisa
“tante udah mau keluar lagi?” tanyaku
“iya sayang.. kamu masih lama?” tanyanya
“udah hampir nih, kita bareng2 yah..” pintaku tersengal-sengal..
“oouchhh.. ssshhh.. yessss honey.. Fasteer.. YESSShhhhhh… Faasteeerrrr…”jerit tante Felisa..
“I’m gonna Blow Honey…” jawabku
“Me too baby…” tante Felisa menjawab cepat. Kedua tangannya memegangi buah dadanya yg bergoyang-goyang cepat. “Keluarin di dalem aja” sambungnya lagi Kocokanku makin cepat, memek tante makin keras memijit batang Burungku, aku sudah sampai puncaknya..

Creett…. zzzreet… Creettth.. Creeeettth… Sperma hangatku menyembur kedalam memek tante Felisa seiring sodokan Burungku. Burungku terus kukocok, kamipun mengalami orgasme panjang. Burungku menyembur sekali lagi dibalas lelehan cairan orgasme tante Felisa.

“aaaaakhhh…. enak banget entotan sama tante” ujarku
“kamu inget ya Agus, mulai sekarang berhentiin semua murid kamu” jawab tante Felisa
“biar tante yg bayar semua biayanya, tapi kamu harus selalu ada saat tante telpon” sambungnya lagi Aku sudah terjerembab diantara 2 wanita itu, aku mau beristirahat.. aku sudah tdk menjawab kata-kata tante Felisa lagi dan tertidur.

Jam 7.30 Malam aku terbangun, Isabell yg memanggilku dan mengajak ke ruang makan. Tante Felisa sudah masak makanan spesial, Sapi masak Jamur (katanya bisa bikin “kuat”), Tiram mentah (ini juga bikin “kuat”), dan beberapa sayur lain. makanan pencuci mulutnya sarang walet (ini bisa nambah banyak spermanya yg artinya jadi lebih “kuat” juga).

“Agus, diluar masih hujan. Di TV banyak daerah macet karena banjir” tante Felisa membuka pembicaraan
“Ko Agus malem ini nginep aja yaa!” lanjut Isabell dengan suara manja
“iya Gus, kamu disini aja..” tante Felisa menambahkan
“lagian masih banyak pelajaran yg mau aku tanya ke koko..” kata Isabell dengan mata genit, tangannya menggerepe Burungku dari bawah meja makan.
“tapi.. aku juga banyak tugas” jawabku
“jangan alasan Gus, kamu kan gak perlu buru-buru lulus” rayu tante Felisa.
“yah, okelah.. ada kalian berdua aku pasti seneng” jawabku tersenyum

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Si Tukang Pijet

Malam itu pukul 11 saat pembantu-pembantu terlelap, aku dan Isabell menuju kamar tante Felisa. Di Jacuzzi kamar mandinya kami bercinta gila-gilaan lagi, kami juga sempat pindah ke kolam renang di taman belakangnya, tapi karena takut terlihat pembantu kami putuskan untuk pindah lagi ke ruang keluarga di dalam. Kami tidur jam 5 pagi. Aku dicekoki Viagra saat sudah lemas karena orgasme beberapa kali. Nampaknya tante Felisa sedang “kemaruk” sehingga tiap saat ingin merasakan Burungku.

Sejak hari itu aku resmi menjadi pemuas tante Felisa, pak Ucok dipecat dan ganti supir baru yg tdk tahu apa-apa. Sedangkan Isabell tdk terlalu sering ikutan karena memang tante Felisa coba sembunyi-sembunyi. Aku baru tahu kalau Ayahnya ternyata memang luar biasa kaya dan memiliki rumah di berbagai Negara, tentu saja lengkap dengan Selir-selirnya juga.

Jadi Permaisuri kesepian ini biar aku saja yg puaskan. Aku sebenarnya paling suka kalau ada kesempatan berdua saja dengan Isabell.. maklum lah, lebih seret dan tentu saja menjanjikan.. Seperti permintaan tante Felisa, aku berhenti mengajar. tapi aku tetap mengejar skripsiku. Selama setengah tahun hidupku bak Raja tapi juga serasa budak.

author