Cerita Sex: Hadiah Teh Betty

No comment 1571 views

Jagobokep.com – Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita – Kejadian ini terjadi ketika aku lulus dari SMU. Perkenalkan, namaku Thommas. Kejadian ini tidak akan terlupakan karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan nikmatnya sex yg sebenarnya. Pada waktu itu aku make love dgn Teh Betty yg umurnya kira-kira 10 tahun lebih tua dariku. Wajahnya manis dan kulitnya putih.

betti

Teh Betty adalah anak tetangga nenekku di desa daerah Cilacap yg ikut dgn keluargaku di Kota Semarang sejak SMP. Waktu SD ia sekolah di desa, setelah itu ia diajak keluargaku di kota untuk melanjutkan sekolah sekaligus membantu keluargaku terutama merawat aku. Kami sangat akrab bahkan di juga sering ngeloni aku. Teh Betty ikut dgn keluargaku sampai dia lulus SMA atau aku kelas 2 SD dan dia kembali ke desa. Namanya juga anak kecil, jadi aku belum ada perasaan apa-apa terhadapnya.

Setelah itu kami jarang bertemu, paling-paling hanya setahun satu atau dua kali. Tiga tahun kemudian ia menikah dan waktu aku kelas dua SMP aku harus pindah luar Jawa ke Kota Makassar mengikuti ayah yg dipindah tugas. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi. Kami hanya berhubungan lewat surat dan kabarnya ia sekarang telah memiliki seorang anak. pada waktu aku lulus SMA aku pulang ke rumah nenek dan berniat mencari tempat kuliah di Kota Yogya.
Sesampai di rumah nenek aku tahu bahwa Teh Betty sudah punya rumah sendiri dan tinggal bersama suaminya di desa seberang. Setelah dua hari di rumah nenek aku berniat mengunjungi rumah Teh Betty. Setelah diberi tahu arah rumahnya (sekitar 1 km) aku pergi kira-kira jam tiga sore dan berniat menginap. Dari sinilah cerita ini berawal.

Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, akhirnya aku sampai di rumah yg ciri-cirinya sama dgn yg dikatakan nenek. Sejenak kuamati kelihatannya sepi, lalu aku coba mengetok pintu rumahnya.
“Ya sebentar..” terdengar sahutan perempuan dari dalam.
Tak lama kemudian keluar seorang perempuan dan aku masih kenal wajah itu walau lama tidak bertemu. Teh Betty terlihat manis dan kulitnya masih putih seperti dulu. Dia sepertinya tidak mengenaliku.

“Cari siapa ya? tanya Teh Betty”.
“Anda Teh Betty kan?” aku balik bertanya.
“Iya benar, anda siapa ya dan ada keperluan apa?” Teh Betty kembali bertanya dgn raut muka yg berusaha mengingat-ingat.
“Masih inget sama aku nggak Teh? Aku Thommas Teh, masak lupa sama aku”, kataku.
“Kamu Thommas anaknya Pak Tono?” kata Teh Betty setengah nggak percaya.
“Ya ampun Thom, aku nggak ngenalin kamu lagi. Berapa tahun coba kita nggak bertemu.” Kata Teh Betty sambil memeluk tubuhku dan menciumi wajahku.
Aku kaget setengah mati, baru kali ini aku diciumi seorang perempuan. Aku rasakan buah dadanya menekan dadaku. Ada perasaan lain muncul waktu itu.
“Kamu kapan datangnya, dgn siapa” kata Teh Betty sambil melepas pelukannya.
“Saya datang dua hari lalu, saya hanya sendiri.” kataku.
“Eh iya ayo masuk, sampai lupa, ayo duduk.” Katanya sambil menggeret tanganku.
Kami kemudian duduk di ruang tamu sambil mengobrol sana-sini, maklum lama nggak tetemu. Teh Betty duduk berhimpitan dgnku. Tentu saja buah dadanya menempel di lenganku. Aku sedikit terangsang karena hal ini, tapi aku coba menghilangkan pikiran ini karena Teh Betty sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri.
“Eh iya sampai lupa buatin kamu minum, kamu pasti haus, sebentar ya..” kata Teh Betty ditengah pembicaraan.
Tak lama kemudian ia datang,
“Ayo ini diminum”, kata Teh Betty.
“Kok sepi, pada kemana Teh?” Tanyaku.
“Oh kebetulan Mas Deddi (suaminya Teh Betty) pergi kerumah orang tuanya, ada keperluan, rencananya besok pulangya dan si Donny (anaknya Teh Betty) ikut” jawab Teh Betty.
“Belum punya Adik Teh dan Teh Betty kok nggak ikut?” tanyaku lagi.
“Belum Thom padahal udah pengen lho.. tapi memang dapatnya lama mungkin ya, kayak si Donny dulu. Teh Betty ngurusi rumah jadi nggak bisa ikut” katanya.
“Eh kamu nginep disini kan? Teh masih kangen lho sama kamu” katanya lagi.
“Iya Teh, tadi sudah pamit kok” kataku.
“Kamu mandi dulu sana, ntar keburu dingin” kata Teh Betty.

Lalu aku pergi mandi di belakang rumah dan setelah selesai aku lihat-lihat kolam ikan di belakang rumah dan kulihat Teh Betty gantian mandi. Kurang lebih lima belas menit, Teh Betty selesai mandi dan aku terkejut karena ia hanya mengenakan handuk yg dililitkan di tubuhnya. Aku pastikan ia tidak memakai BH dan mungkin CD juga karena tidak aku lihat tali BH menggantung di pundaknya.
“Sayg Thom ikannya masih kecil, belum bisa buat lauk” kata Teh Betty sambil melangkah ke arahku lalu kami ngobrol sebentar tentang kolam ikannya.

Kulihat buah dadanya sedikit menyembul dari balutan handuknya dan ditambah bau harum tubuhnya membuatku terangsang. Tak lama kemudian ia pamit mau ganti baju. Mataku tak lepas memperhatikan tubuh Teh Betty dari belakang. Kulitnya benar-benar putih. Sepasang pahanya putih mulus terlihat jelas bikin kemaluanku berdiri. Ingin rasanya aku lepas handuknya lalu meremas, menjilat buah dadanya, dan menusuk-nusuk selangkangannya dgn kemaluanku seperti dalam bokep yg sering aku lihat. Sejenak aku berkhayal lalu kucoba menghilangkan khayalan itu.

Haripun berganti petang, udara dingin pegunungan mulai terasa. Setelah makan malam kami nonton teve sambil ngobrol banyak hal, sampai tak terasa sudah pukul sembilan.
“Thom nanti kamu tidur sama aku ya, Teh kangen lho ngeloni kamu” kata Teh Betty.
“Apa Teh?” Kataku terkejut.
“Iya.. Kamu nanti tidur sama aku saja. Inget nggak dulu waktu kecil aku sering ngeloni kamu” katanya.
“Iya Teh aku inget” jawabku.
“Nah ayo tidur, Teh udah ngantuk nih” kata Teh Betty sambil beranjak melangkah ke kamar tidur dan aku mengikutinya dari belakang, pikiranku berangan-angan ngeres. Sampai dikamar tidur aku masih ragu untuk naik ke ranjang.
“Ayo jadi tidur nggak?” tanya Teh Betty.
Lalu aku naik dan tiduran disampingnya. Aku deg-degan. Kami masih ngobrol sampai jam 10 malam.
“Tidur ya.. Teh udah ngantuk banget” kata Teh Betty.
“Iya Teh” kataku walaupun sebenarnya aku belum ngantuk karena pikiranku semakin ngeres saja terbayg-bayg pemandangan menggairahkan sore tadi, apalagi kini Teh Betty terbaring di sampingku, kurasakan kemaluanku mengeras.

Aku melirik ke arah Teh Betty dan kulihat ia telah tertidur lelap. Dadaku semakin berdebar kencang tak tahu apa yg harus aku lakukan. Ingin aku onani karena sudah tidak tahan, ingin juga aku memeluk Teh Betty dan menikmati tubuhnya, tapi itu tidak mungkin pikirku. Aku berusaha menghilangkan pikiran kotor itu, tapi tetap tak bisa sampai jam 11 malam. Lalu aku putus kan untuk melihat paha Teh Betty sambil aku onani karena bingung dan udah tidak tahan lagi.

Dgn dada berdebar-debar aku buka selimut yg menutupi kakinya, kemudian dgn pelan-pelan aku singkapkan roknya hingga celana dalam hitamnya kelihatan, dan terlihatlah sepasang paha putih mulus didepanku beitu dekat dan jelas. Semula aku hanya ingin melihatnya saja sambil berkhayal dan melakukan onani, tetapi aku penasaran ingin merasakan bagaimana meraba paha seorang perempuan tapi aku takut kalau dia terbangun. Kurasakan kemaluanku melonjak-lonjak seakan ingin melihat apa yg membuatnya terbangun. Karena sudah dikuasai nafsu akhirnya aku nekad, kapan lagi kalau tidak sekarang pikirku.

Dgn hati-hati aku mulai meraba paha Teh Betty dari atas lutut lalu keatas, terasa halus sekali dan kulakukan beberapa kali. Karena semakin penasaran aku coba meraba celana dalamnya, tetapi tiba-tiba Teh Betty terbangun.
“Thommas! Apa yg kamu lakukan!” kata Teh Betty dgn terkejut.
Ia lalu menutupi pahanya dgn rok dan selimutnya lalu duduk sambil menampar pipiku. Terasa sakit sekali.
“Kamu kok berani berbuat kurang ajar pada Teh Betty. Siapa yg ngajari kamu?” kata Teh Betty dgn marah.
Aku hanya bisa diam dan menunduk takut. Kemaluanku yg tadinya begitu perkasa aku rasakan langsung mengecil seakan hilang.
“Tak kusangka kamu bisa melakukan hal itu padaku. Awas nanti kulaporkan kamu ke nenek dan bapakmu” kata Teh Betty.
“Ja.. jangan Teh” kataku ketakutan.
“Teh Betty kan juga salah” kataku lagi membela diri.
“Apa maksudmu?” tanya Teh Betty.

“Teh Betty masih menganggap saya anak kecil, padahal saya kan udah besar Teh, sudah lebih dari 17 tahun. Tapi Teh Betty masih memperlakukan aku seperti waktu aku masih kecil, pakai ngeloni aku segala. Trus tadi sore juga, habis mandi Teh Betty hanya memakai handuk saja didepanku. Saya kan lelaki normal Teh” jelasku.
Kulihat Teh Betty hanya diam saja, lalu aku berniat keluar dari kamar.
“Teh.. permisi, biar saya tidur saja di kamar sebelah” kataku sambil turun dari ranjang dan berjalan keluar.
Teh Betty hanya diam saja. Sampai di kamar sebelah aku rebahkan tubuhku dan mengutuki diriku yg berbuat bodoh dan membaygkan apa yg akan terjadi besok. Kurang lebih 15 menit kemudian kudengar pintu kamarku diketuk.

“Thom.. kamu masih bangun? Teh boleh masuk nggak?” Terdengar suara Teh Betty dari luar.
“Ya Teh, silakan” kataku sambil berpikir mau apa dia.
Teh Betty masuk kamarku lalu kami duduk di tepi ranjang. Aku lihat wajahnya sudah tidak marah lagi.
“Thom.. Maafkan Teh ya telah nampar kamu” katanya.
“Seharusnya saya yg minta maaf telah kurang ajar sama Teh Betty” kataku.
“Nggak Thom, kamu nggak salah, setelah Teh pikir, apa yg kamu katakan tadi benar. Karena lama nggak bertemu, Teh masih saja menganggap kamu seorang anak kecil seperti dulu aku ngasuh kamu. Teh tidak menyadari bahwa kamu sekarang sudah besar” kata Teh Betty.
Aku hanya diam dalam hatiku merasa lega Teh Betty tidak marah lagi.
“Thom, kamu bener mau sama Teh?” tanya Teh Betty.
“Maksud Teh?” kataku terkejut sambil memandangi wajahnya yg terlihat bagitu manis.
“Iya.. Teh kan udah nggak muda lagi, masa’ sih kamu masih tertarik sama aku?” katanya lagi.
Aku hanya diam, takut salah ngomong dan membuatnya marah lagi.
“Maksud Teh.., kalau kamu bener mau sama Teh, aku rela kok melakukannya dgn kamu” katanya lagi.
Mendengar hal itu aku tambah terkejut, seakan nggak percaya.
“Apa Teh” kataku terkejut.

“Bukan apa-apa Thom, kamu jangan berpikiran enggak-enggak sama Teh. Ini hanya untuk meyakinkan Teh bahwa kamu telah dewasa dan lain kali tidak menganggap kamu anak kecil lagi” kata Teh Betty
Lagi-lagi aku hanya diam, seakan nggak percaya. Ingin aku mengatakan iya, tapi takut dan malu. Mau menolak tapi aku pikir kapan lagi kesempatan seperti ini yg selama ini hanya bisa aku baygkan.
“Gimana Thom? Tapi sekali aja ya.. dan kamu harus janji ini menjadi rahasia kita berdua” kata Teh Betty.
Aku hanya mengangguk kecil tanda bahwa aku mau.
“Kamu pasti belum pernah kan?” kata Teh Betty.
“Belum Teh, tapi pernah lihat di film” kataku.
“Kalau begitu aku nggak perlu ngajari kamu lagi” kata Teh Betty.

Teh Betty lalu mencopot bajunya dan terlihatlah buah dadanya yg putih mulus terbungkus BH hitam, aku diam sambil memperhatikan, birahiku mulai naik. Lalu Teh Betty mencopot roknya dan paha mulus yg aku geraygi tadi terlihat. Tangannya diarahkan ke belakang pundak dan BH itupun terlepas, sepasang buah dada berukuran sedang terlihat sangat indah dipadu dgn puting susunya yg mencuat kedepan. Teh Betty lalu mencopot CD hitamnya dan kini ia telah telanjang bulat. Penisku terasa tegang karena baru pertama kali ini aku melihat perempuan telanjang langsung dihadapanku. Ia naik ke atas ranjang dan merebahkan badannya terlentang.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Janda Hot Suka Berondong

Aku begitu takjub, baygkan ada seorang perempuan telanjang dan pasrah berbaring di ranjang tepat dihadapanku. Aku tertegun dan ragu untuk melakukannya.
“Ayo Thom.. apa yg kamu tunggu, Teh udak siap kok, jangan takut, nanti Teh bantu” kata Teh Betty.
Segera aku melepaskan semua pakaianku karena sebenarnya aku sudah tidak tahan lagi. Kulihat Teh Betty memperhatikan kemaluanku yg berdenyut-denyut, aku lalu naik ke atas ranjang. Karena sudah tidak sabar, langsung saja aku memulainya. Langsung saja aku kecup bibirnya, kulumat-lumat bibirnya, terasa ia kurang meladeni bibirku, aku pikir mungkin suaminya tidak pernah melakukannya, tapi tidak aku hiraukan, terus aku lumat bibirnya.

Sementara itu kuarahkan tanganku ke dadanya. Kutemukan gundukan bukit, lalu aku elus-elus dan remas buah dadanya sambil sesekali memelintir puting susunya.
“Ooh.. Thom.. apa yg kau lakukan.. ergh.. sshh..” Teh Betty mulai mendesah tanda birahinya mulai naik, sesekali kurasakan ia menelan ludahnya yg mulai mengental. Setelah puas dgn bibirnya, kini mulutku kuarahkan ke bawah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengulum buah dada. Sejenak aku pandangi buah dada yg kini tepat berada di hadapanku, ooh sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah terjamah lelaki. Langsung aku jilati mulai dari bawah lalu ke arah putingnya, sedangkan buah dada kanannya tetap kuremas-remas sehingga tambah kenyal dan mengeras.

“Emmh oh aarghh” Teh Betty mendesah hebat ketika aku menggigit puting susunya.
Kulirik wajahnya dan terlihat matanya merem melek dan giginya menggigit bibir bawahnya. Kini jariku kuarahkan ke selangkangannya. Disana kurasakan ada rumput yg tumbuh di sekeliling kemaluannya. Jari-jariku kuarahkan kedalamnya, terasa lubang itu sudah sangat basah, tanda bahwa ia sudah benar-benar terangsang. Kupermainkan jari-jariku sambil mencari klentitnya. Kugerakkan jari-jariku keluar masuk di dalam lubang yg semakin licin tersebut.

“Aargghh.. eemhh.. Thom kam.. mu ngapainn oohh..” kata Teh Betty meracau tak karuan, kakinya menjejak-jejak sprei dan badannya mengeliat-geliat. Tak kupedulikan kata-katanya. Tubuh Teh Betty semakin mengelinjang dikuasai nafsu birahi. Kuarasakan tubuh Teh Betty menegang dan kulihat wajahnya memerah bercucuran keringat, aku pikir dia sudah mau klimaks. Kupercepat gerakan jariku didalam kemaluannya.
“Ohh.. arghh.. oohh..” kata Teh Betty dgn nafas tersengal-sengal dan tiba-tiba..
“Oohh aahh..” Teh Betty mendesah hebat dan pinggulnya terangkat, badannya bergetar hebat beberapa kali. Terasa cairan hangat memenuhi kemaluannya.
“Ohh.. ohh.. emhh..” Teh Betty masih mendesah-desah meresapi kenikmatan yg baru diraihnya.
“Thom apa yg kamu lakukan kok Teh bisa kayak gini” tanya Teh Betty.
“Kenapa emangnya Teh? Kataku.

“Baru kali ini aku merasakan nikmat seperti ini, luar biasa” kata Teh Betty.
Ia lalu bercerita bahwa selama bersama suaminya ia tidak pernah mendapatkan kepuasan, karena mereka hanya sebentar saja bercumbu dan dalam bercinta suaminya cepat selesai.
“Teh sekarang giliranku” kubisikkan ditelinganya, Teh Betty mengangguk kecil.
Aku mulai mencumbunya lagi. Kulakukan seperti tadi, mulai dari bibirnya yg kulumat, lalu buah dadanya yg aku nikmati, tak lupa jari-jariku kupermainkan di dalam kemaluannya.
“Aarghh.. emhh.. ooh..” terdengar Teh Betty mulai mendesah-desah lagi tanda ia telah terangsang.
Setelah aku rasa cukup, aku ingin segera merasakan bagaimana rasanya menusukkan kemaluanku ke dalam kemaluannya. Aku mensejajarkan tubuhku diatas tubuhnya dan Teh Betty tahu, ia lalu mengangkangkan pahanya dan kuarahkan kemaluanku ke kemaluannya. Setelah sampai didepannya aku ragu untuk melakukannya.

“Ayo Thom jangan takut, masukin aja” kata Teh Betty.
Perlahan-lahan aku masukkan kemaluanku sambil kunikmati, bless terasa nikmat saat itu. Kemaluanku mudah saja memasuki kemaluannya karena sudah sangat basah dan licin. Kini mulai kugerakkan pinggulku naik turun perlahan-lahan. Ohh nikmatnya.
“Lebih cepat Thom arghh.. emhh” kata Teh Betty terputus-putus dgn mata merem-melek.
Aku percepat gerakanku dan terdengar suara berkecipak dari kemaluannya.
“Iya.. begitu.. aahh.. ter.. rrus.. arghh..” Teh Betty berkata tak karuan.
Keringat kami bercucuran deras sekali. Kulihat wajahnya semakin memerah.
“Thom, Teh mau.. enak lagi.. oohh.. ahh.. aahh.. ahh..” kata Teh Betty sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar dan kurasakan kemaluannya dipenuhi cairan hangat menyiram penisku.
Remasan dinding kemaluannya begitu kuat, akupun percepat gerakanku dan.. croott.. akupun mencapai klimaks aahh.., kubiarkan air maniku keluar di dalam kemaluannya. Kurasakan nikmat yg luar biasa, berkali-kali lebih nikmat dibandingkan ketika aku onani. Aku peluk tubuhnya erat-erat sambil mengecup puting susunya menikmati kenikmatan sex yg sesungguhnya yg baru aku rasakan pertama kali dalam hidupku. Setelah cukup kumenikmatinya aku cabut kemaluanku dan merebahkan badanku disampinya.
“Teh Betty, terima kasih ya..” kubisikkan lirih ditelinganya sambil kukecup pipinya.
“Teh juga Thom.. baru kali ini Teh merasakan kepuasan seperti ini, kamu hebat” kata Teh Betty lalu mengecup bibirku.

Kami berdua lalu tidur karena kecapaian.
Kira-kira jam 3 pagi aku terbangun dan merasa haus sekali, aku ingin mencari minum. Ketika aku baru mau turun dari ranjang, Teh Betty juga terbangun.
“Kamu mau kemana Thom..” katanya.
“Aku mau cari minum, aku haus. Teh Betty mau?” Kataku.
Ia hanya mengangguk kecil. Aku ambil selimut untuk menutupi anuku lalu aku ke dapur dan kuambil sebotol air putih.
“Ini Teh minumnya” kataku sambil kusodorkan segelas air putih.
Aku duduk di tepi ranjang sambil memandangi Teh Betty yg tubuhnya ditutupi selimut meminum air yg kuberikan.

“Ada apa Thom, kok kamu memandangi Teh” katanya.
“Ah nggak Papa. Teh cantik” kataku sedikit merayu.
“Ah kamu Thom, bisa aja, Teh kan udah tua Thom” kata Teh Betty.
“Bener kok, Teh malah makin cantik sekarang” kataku sambil kukecup bibirnya.
“Thom.. boleh nggak Teh minta sesuatu” kata Teh Betty.
“Minta apa Teh?” tanyaku penasaran.
“Mau nggak kamu kalau..” kata Teh Betty terhenti.
“Kalau apa Teh?” kataku penuh tanda tanya.
“Kalau.. kalau kamu emm.. melakukannya lagi” kata Teh Betty dgn malu-malu sambil menunduk, terlihat pipinya memerah.

“Lho.. katanya tadi, sekali aja ya Thom.., tapi sekarang kok?” kataku menggodanya.
“Ah kamu, kan tadi Teh nggak ngira bakal kayak gini” katanya manja sambil mencubit lenganku.
“Dgn senang hati aku akan melayani Teh Betty” kataku.
Sebenarnya aku baru mau mengajaknya lagi, e.. malah dia duluan. Ternyata Teh Betty juga ketagihan. Memang benar jika seorang perempuan pernah merasa puas, dia sendiri yg akan meminta. Kami mulai bercumbu lagi, kali ini aku ingin menikmati dgn dgn sepuas hatiku. Ingin kunikmati setiap inci tubuhnya, karena kini aku tahu Teh Betty juga sangat ingin. Seperti tadi, pertama-tama bibirnya yg kunikmati. Dgn penuh kelembutan aku melumat-lumat bibir Teh Betty.

Aku makin berani, kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, kupermainkan lidahku. Teh Betty pun mulai berani, lidahnya juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin betah saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku juga seperti tadi, beroperasi di dadanya, kuremas-remas dadanya yg kenyal mulai dari lembah hingga ke puncaknya lalu aku pelintir putingnya sehingga membuatnya menggeliat dan mengelinjang. Dua bukit kembar itupun semakin mengeras. Ia menggigit bibirku ketika kupelintir putingnya.

Aku sudah puas dgn bibirnya, kini mulutku mengulum dan melumat buah dadanya. Dgn sigap lidahku menari-nari diatas bukitnya yg putih mulus itu. Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yg kanan. Kulihat mata Teh Betty sangat redup, dan ia memagut-magut bibirnya sendiri, mulutnya mengeluarkan desahan erotis.
“Oohh.. arghh.. en.. ennak Thom.. emhh..” kata Teh Betty mendesah-desah.
Tiba-tiba tangannya memegang tanganku yg sedang meremas-remas dadanya dan menyeretnya ke selangkangannya. Aku paham apa yg diinginkannya, rupanya ia ingin aku segera mempermainkan kemaluannya. Jari-jarikupun segera bergerilya di kemaluannya. Kugerakkan jariku keluar masuk dan kuelus-elus klentitnya membuatnya semakin menggelinjang tak karuan.
“Ya.. terruss.. aargghh.. emmhh.. enak.. oohh..” mulut Teh Betty meracau.
Setiap kali Teh Betty terasa mau mencapai klimaks, aku hentikan jariku menusuk kemaluannya, setelah dia agak tenang, aku permainkan lagi kemaluannya, kulakukan beberapa kali.
“Emhh Thom.. ayo dong jangan begitu.. kau jahat oohh..” kata Teh Betty memohon.

Mendengarnya membuatku merasa kasihan juga, tapi aku tidak akan membuatnya klimaks dgn jariku tetapi dgn mulutku, aku benar-benar ingin mencoba semua yg pernah aku lihat di bokep.
Segera aku arahkan mulutku ke selangkangannya. Kusibakkan rumput-rumpuat hitam yg disekeliling kemaluannya dan terlihatlah kemaluannya yg merah dan mengkilap basah, sungguh indah karena baru kali ini melihatnya. Aku agak ragu untuk melakukannya, tetapi rasa penasaranku seperti apa sih rasanya menjilati kemaluan lebih besar. Segera aku jilati lubang itu, lidahku kujulurkan keluar masuk.
“Thom.. apa yg kamu lakukan.. arghh itu kan ji.. jik emhh..” kata Teh Betty.
Ia terkejut aku menggunakan mulutku untuk menjilati kemaluannya, tapi aku tidak pedulikan kata-katanya. Ketika lidahku menyentuh kelentitnya, ia mendesah panjang dan tubuhnya menggeliat tak karuan dan tak lama kemudian tubuhnya bergetar beberapa kali, tangannya mencengkeram sprei dan mulutku di penuhi cairan yg keluar dari liang keperempuanannya.
“Ohmm.. emhh.. ennak Thom.. aahh..” kata Teh Betty ketika ia klimaks.
Setelah Teh Betty selesai menikmati kenikmatan yg diperolehnya, aku kembali mencumbunya lagi karena aku juga ingin mencapai kepuasan.
“Gantian Teh diatas ya sekarang” kataku.
“Gimana Thom aku nggak ngerti” kata Teh Betty.

Daripada aku menjelaskan, langsung aku praktekkan. Aku tidur telentang dan Teh Betty aku suruh melangkah diatas kemaluanku, tampaknya ia mulai mengerti. Tangannya memegang kemaluanku yg tegang hebat lalu perlahan-lahan pinggangnya diturunkan dan kemaluannya diarahkan ke kemaluanku dan dalam sekejap bless kemaluanku hilang ditelan kemaluannya. Teh Betty lalu mulai melakukan gerakan naik turun, ia angkat pinggangnya dan ketika sampai di kepala penisku ia turunkan lagi. Mula-mula ia pelan-pelan tapi ia kini mulai mempercepat gerakannya.

Kulihat wajahnya penuh dgn keringat, matanya sayu sambil merem melek dan sesekali ia melihat kearahku. Mulutnya mendesis-desih. Sungguh sangat sexy wajah perempuan yg sedang dikuasai nafsu birahi dan sedang berusaha untuk mencapai puncak kenikmatan. Wajah Teh Betty terlihat sangat cantik seperti itu apalagi ditambah rambut sebahunya yg terlihat acak-acakan terombang ambing gerakan kepalanya. Buah dadanya pun terguncang-guncang, lalu tanganku meremas-remasnya. Desahannya tambah keras ketika jari-jariku memelintir puting susunya.
“Oh emhh yaah.. ohh..” itulah kata-kata yg keluar dari mulut Teh Betty.
“Aku nggak kuat lagi Thom..” kata Teh Betty sambil berhenti menggerakkan badannya, aku tahu ia segera mencapai klimaks.

Kurebahkan badannya dan aku segera memompa kemaluannya dan tak lama kemudian Teh Betty mencapai klimaks. Kuhentikan gerakanku untuk membiarkan Teh Betty menikmati kenikmatan yg diperolehnya. Setelah itu aku cabut penisku dan kusuruh Teh Betty menungging lalu kumasukkan kemaluanku dari belakang. Teh Betty terlihat hanya pasrah saja terhadap apa yg aku lakukan kepadanya. Ia hanya bisa mendesah kenikmatan.
Setelah puas dgn posisi ini, aku suruh Teh Betty rebahan lagi dan aku masukkan lagi kemaluanku dan memompa kemaluannya lagi karena aku sudah ingin sekali mengakhirinya. Beberapa saat kemudian Teh Betty ingin klimaks lagi, wajahnya memerah, tubuhnya menggelinjang kesana kemari.
“Ahh.. oh.. Teh mau enak lagi Thom.. arrghh ahh..” kata Teh Betty.
“Tunggu Teh, ki kita bareng aku juga hampir” kataku.

LIHAT JUGA :  Cerita Sex : Istriku Selingkuh Dengan Bule

“Teh udah nggak tahan Thom.. ahh..” kata Teh Betty sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar hebat, pinggulnya terangkat naik. Cairan hangat menyiram kemaluanku dan kurasakan dinding kemaluannya seakan-akan menyedot penisku begitu kuat dan akhirnya akupun tidak kuat dan croott.. akupun mencapai klimaks, oh my god nikmatnya luar biasa. Lalu kami saling berpelukan erat menikmati kenikmatan yg baru saja kami raih.

author